
"Om aku tunggu di teras ya, lanjutkan makan mu ngak pa pa om, santai aja," jelasn Dira moga Om Don tidak keselek.
" Iya," balas om Don langsung menyusahkan makannya setelah Dira pergi dari ruang makan mereka.
"Santai aja om, aku ngak ambil makanan mu, hihi" Om Don Hanya mengerling langsung menyudahkan makannya terus menghirup kopi.
"Terima Kasih Tuan Muda, Buk Yum, permisi," Om Don segera ke teras dan melihat Dira sudah pun berada di dalam mobil. Syah menggeleng dengan kelakuan om Don terlalu setia dengan Dira.
Setelah itu mereka pun memula kan perjalanan ke kantor. Di dalam mobil, Dira memulakan bicara di saat keheningan mula terasa.
"Om ada sesuatu yang ingin aku tanya, i-itu mengenai Paman Alex," kata Dira langsung melihat om Don yang terkejut. Dan Dira meneruskan pertanyaan lagi.
"Om kenal ngak siapa dia, adakah dia Paman Alex itu juga orang yang sama dengan namanya Tuan Armanda Alex orang yang sama?," Tanya Dira membuat om Don memilih untuk berterus terang siapa Tuan besar Armanda Alex.
" Iya Dira kenapa, kami bertiga bertemanan sangat lama," jelas om Don singkat.
"Om tahu ayah juga menjodohkan ku dengan anak Paman?," Soal Dira.
"Itu-" Om Don cuma mengingat kembali saat anak Alex dan anak fello masih kecil mereka juga bercanda ingin menjodohkan anak- anak mereka saat dewasa nanti. Tidak disangka omongan itu bukan hanya lelucon malah benar-benar kemahuan mereka.
"Om ini.... Ada surat yang aku temu kemarin," om Don melihat isi Surat itu, lalu megeluh.
"Huh!!, Maaf seingat om mereka cuma bercanda, ngak nyangka semua ini beneran," ucap om Don.
"Jadi benar ya ayah dengan Paman Alex udah buat penjanjian,"
"Benar mungkin, apa perlu om Tanya pada Alex perihal ini Dir, om juga perlu kepastian tentang kebenarannya,"
"Sepertinya begitu om, aku perlukan penjelasan, aku ngak mau Putra tau hal ini, aku ngak mau dia berkecil hati atau sebaliknya," terang Dira khawatir akan berlaku hal lain kemudiannya nanti.
" Tapi-"
" Hem?" Heran Dira melirik kembali om Don.
" Ngak da pa pa, nanti om urusin semuanya,"
Dalam hati om berkata "Sepertinya aku harus hubungi Bima, ngak mungkin hubungi Tuan Muda terus,"
" Arrghhhh, terus aku juga yang masuk dalam situasi begini, nasib nasib, aku semestinya meminta impal,hihi," katanya dalam hati sambil tersenyum.
๐๐๐
__ADS_1
Di sisi lain, lebih tepatnya di perusahaan milik Arya.
"Bos bos, kita dalam masalah," ucap Deo sekreteris Arya merangkap asisten peribadi Arya dengan nafas ngos-ngosan karena habis berlari.
"Kamu Deo masuk boleh ngak ketuk duluan," kesal Arya masih mengetik di depan laptopnya.
"Ngak Bos, ini penting, ini coba lihat!," Deo mengarahkan laptopnya ke depan Arya.
"What!!!!!, bagaimana bisa ini bisa terjadi Deo, bukan kah kau telah menutup semuanya,"
Apa yang disembunyikan Arya?
Arya adalah pria hiper***sual. Dunia s**s adalah dunianya. setiap malam dia akan melakukan s**s bebas tanpa bosan. Dunia malam adalah ketenangan bagi Arya.
"Maaf bos, kami sudah lakukan semuanya, tap--"
"Aarghhhhhhh, Aku ngak mau tau!!!!, sudah sana pastikan hal ini tidak diketahui oleh investor!!," tegas Arya marah.
Tanpa sepengetahuan Arya, kabar tersebut sudah menyebar ke seluruh pemegang saham di perusahaan Arya. Perusahaan yang selama ini bergerak di bidang resort dan restoran bersih tanpa di cemari. Tapi Arya sudahpun mencemarkan nama baik perusahaan yang dikembangkan oleh papanya.
Dengan nafas yang tersekat sekali lagi Deo masuk tanpa mengetuk pintu, langsung masuk ke ruangan Arya.
"Ma-ma+maaf bos, kita terlambat, semua investor telah mengetahuinya, "
"Baik Bos!!"
Pada saat Arya dengan masalah. Syah dan Bima bertepuk tangan dengan menyebarkan kebenaran kebejatan Arya.
" Hahahahahah," tawa Syah bersama Bima bergema.ย
"Hahahaah bagus kerja kamu bang, aku salute, next pastikan apa yang kita rencanakan terjadi,"
"Siap komandan,"
Dengan menggunakan nama salah satu cabang dari perusahaan daddynya. Syah dan Bima melakukan penelitian terbaik agar rencana tersebut berhasil.
Syah dan Bima membujuk semua pemegang saham perusahaan Arya untuk menjual saham mereka malah mereka harus kekal untuk bekerjasama dengannya.
Syah juga memastikan agar semua investor tidak mundur dari perusahaan Arya untuk memastikan perusahaan tidak jatuh. Toh dia akan mengambil alih perusahaan Arya dengan cara yang licik.
Setelah pertemuan singkat yang melibatkan Syah dan Bima berakhir. Sekarang saatnya mereka bertemu langsung dengan om DOn untuk membahas tentang dirinya dan perusahaan yang seharusnya.
__ADS_1
Ketika Syah tiba di kantor Dira, Syah melihat sekeliling memastikan tidak ada yang tahu kedatangannya karena dia tidak bekerja hari ini. Dia hanya menyuruh Raka untuk menutupi semua pekerjaannya.
TOK
TOK
TOK
"Masuk,"
Bima langsung membuka pintu ruangan lalu Syah masuk di ikuti Bima.
"Assalamualaikum Om," langsung om bangun dari duduknya dan tunduk hormat.
"Waalaikumusalam, selamat pagi menjelang siang Tuan Muda,"
"Iya, Om, ini assisten saya Bima saya rasa om sudah mengenalinya,
"Don"
"Bima"
Mereka bersalaman.
Bima terus menunjukkan semua berkas-berkas penelitian yang telah mereka buat. Om Don terkejut dengan cara Syah bekerja. Sangat cepat.
"Jadi ini semua kejahatan Arya?,"
"Iya dia menggunakan tandatangan palsu untuk penarikan uang perusahaan Dira untuk membangun kembali perusahaan nya yang hampir hancur"
"Jadi apa rencana Tuan Muda,"
Bima menceritakan semua rencana Syah untuk mengambil hak Dira dengan mengambil alih perusahaan Arya. Hal lain, dia juga akan memastikan perusahaan Dira tidak jatuh ke tangan Arya. Syah akan memastikan itu.
" Oh ....baiklah, jadi apa perlu saya bantu Tuan?,"
" Bantu Aku memastikan bahwa semua yang saya lakukan tidak terlihat oleh siapa pun termasuk Dira,"
" Baik,"
.
__ADS_1
.