
π"Hello Assalamualaikum Daddy,"
π"Waalaikumusalam, dad tumben pagi-pagi nelpon ku, ada apa?"
π"Pagi? Sakit apa kamu, ya betul disini pagi, tapi di tempat mu apa udah siang, kamu lagi tidur?," Syah menepuk jidatnya.
π"I-I-iya, hm gak,"
π"Ah Sudah, daddy mau kamu persiapkan semuanya untuk pulang, daddy udah siapin semuanya, nanti Bima akan hubungi kamu,"
π"Syahhh, kamu dengar apa ngak daddy bilang!!!"
π"Tapi Dad.,"
π"Seminggu lagi kamu pulang TITIK!!,"
TUT TUT TUT
"Aduuuuhhhhhh, bannnngggggg Bimmmm!!!!!, " Syah berteriak tanpa peduli saat ini di mana.Β
Syah bangkit berdiri menuju ke kamar sebelah dimana ada ruang kerja milik Dira. Dia segera melakukan rutinitas mandinya dengan cepat Dan segera turun ke lantai bawah menuju ke dapur. Syah seperti biasa memasak untuk buah hati bidadari syurganya.
Dira yang saat itu mandi mendengar samar-samar suara teriakan suaminya dan hanya menggeleng.
"Daddy?," Gumam sendiri segera keluar mengintai keberadaan suaminya.Β
Dira melangkah keluar dari kamar mandi dan dengan masa yang singkat dia memakai pakaian kantornya.
Dira menuruni tangga perlahan dengan menikmati aroma masakan dari arah dapur rumah agam miliknya. Memerhati sosok seorang pria yang sangat arif di dapur.
"Ganteng!" Gumam Dira menutup mulutnya karena keceplosan.
"Cieeee ada yang bilang suaminya ganteng niiihhh," goda buk yum membuat Dira merasa malu.
"Bukkk,"
"Hahahahah yaudah pergi sana duduk, ibu mau bantu tuan kecil menata makanan," ucap buk Yum.
"Mau ku bantu buk," ujar Dira.
"Gak!!!, Kamu duduk cantik aja bidadariku," bisik Syah langsung mencium pipi Dira dan segara naik me atas utk bersiap ke kantor.
...β€οΈβ€οΈβ€οΈ...
Sesampainya Dira di kantor, seperti biasa Dira di hujani dengan jadwal yang padat, namun kaget nya saat ini karena nama Tuan Alex di yang ucapkan oleh Laili. Tuan Alex memberitahu bahwa dia ingin bertemu dengannya pada sore ini.
"Ada apa ya Tuan Alex mau ketemu, hmmmm," gumamnya.
Tidak sampai 10 menit Laili keluar dari ruangannya, malahΒ Laili mengetuk kembali pintu kamar kantornya.
__ADS_1
TOK
TOK
TOK
"Masuk!!"
"Ibu, ni ada berkas yang harus di tandatangi,"
"Taruk di situ aja, nanti saya pelajari,"
"Oh ya bu, sebentar tadi ada Pak Arya hubungi, mau ketemu di cafe Q berhampiran Hotel kita, tapi saya belum memberi pesetujuan,"
"Ngak pa pa, setelah ini hubungi Pak Arya dan biar saya saja yang bicara dengannya," jelas Dira serius.
"Baik Bu, permisi," Laili keluar dan terus memulakan panggilan.
...π€π€π€π€...
Dira menerima panggilan dari Arya.
π"Mau apa kamu??,"Β
π"Sombong kamu Dir, aku mau ketemu kamu," pinta Arya berharap.
π"Ngapain, mau nyusahin aku!!, memalukan sekali dengan olahmu," saat ini mata Arya merah menahan marah namun demi rencananya, Arya pendamkan.
π"HUhhhh, sore aku ada pertemuan dengan teman bisness Almarhum Ayahku, setelah itu kita ketemu," ucap Dira tegas.
π"oke, makasih Dir," Arya tersenyum sinis.
Setelah itu panggilan di matikan sepihak oleh Dira.
"Yesssss," ucap Arya meloncat senang.
...π π π ...
Sepertinya Dira sangat lelah, namun dia tetap berkerja demi usaha yang dia warisi dari Ayahnya.
Jam makan siang tiba, seperti biasa Syah akan ke ruangan kamar kantornya membawa makanan khas yang di buat dengan tangannya. Syah tidak pulang malah dia hanya memasak di kafenya yang berhampiran kantor Dira.
"Assalamualaikum, sayangku,"
"Walaikumusalam," Dira menyambut suaminya dengan senyuman manis.
"Ya Allah cantiknya bidadariku,"
"Ihh mas....," malu Dira lalu menarik tangan Syah lantas menyalaminya.
__ADS_1
"Yuk makan yank, aku lapar ni, aku suapin ya sayang,"
"Ngak mau ah!!!!, aku bisa sendiri," malu Dira saat Syah sudah pun menata makanan hanya menggunakan satu piring.
"Eh??, Piringnya kok satu mas, untukku mana??,"
"Kan Aku sudah bilang aku yang nyuapin kamu dong yank!!, sinih dekat dikit, ngapa jauh gitu, di kamar aja udah m---,"
"iya iya mas, ihhhhh," ucap Dira memotong omongan suaminya.
"Pinter banget istriku, muuuaahhhh," lansungn Syah menempel bibirnya di pipi lantas ambil kesempatan dari kesempitan.
"Masss aku mau makannnnnnnn!!!!!," Jeritan manja dari Dira.
"hihihi, kamu itu gemes banget, cepat aaaaaaa," pinta Syah lalu menggunakan tangannya menyuapi istrinya.
"hehaak," Dira berbicara saat makanannya masih penuh.
"Sudah makan dulu, aku tau kok makanan aku masak enak!!, hihihi," DIra tersenyum melihat suaminya percaya diri.
Di saat mereka keasyikan makan, tiba-tiba pintu ruangan Dira di buka dan Laili yang masuk terkejut karena tangan Syah tengah menghala ke mulut Dira.
"Maaf Bu, saya permisi---," DIra memotong langsung berkata..
"Tunggu Laili!!, setelah saya selesai makan, langsung masuk, ada sesuatu yang harus kamu tahu," pintar Dira kepada Laili sekreteris nya.
"Baik Bu, maaf sekali lagi,"
"Iya ngak pa pa,"
" Hihihi, ayo sambung .... Aaaaaaa," Syah langsung malayani isterinya sehingga habis.
" Terimakasih mas,"
"Β Apaan terima kasih segala, aku ikhlas... Aku akan buatmu seperti seorang bidadari syurga dan akan setia hingga nyawaku di cabut sayang..."
" Ngombal,"
" Ngak sayang, benaran"
CUP
" Aku mencintai mu Dira," ikhlas dari Syah yang membuat Dira tersedak..
UHUK UHUK UHUK
" Masss kamu ihhh,"
" Iya sayang aku benar cinta Kamu, ngak perlu balas sekarang Aku faham, setidaknya Aku sudah meluahkan isi hatiku," Dira tersenyum, dia tau Syah ikhlas namum hatinya takut untuk membalasnya.
__ADS_1
.