
"Hahahahaha, Cepat makannya sayang, aku tunggu kamu di kamar,"
"Ma--maaf Ke-kenapa di kamar mas, ma--mau apa?," Gugup Dira susah payah menelan sisa makannnya.
"Hahahahaha aku mau makan kamu, haaauuummm, hahhahahhah," ucap Syah membuat gaya cakaran macan dan terus meninggalkan Dira mematung menatap kepergian suaminya.
Buk Yum melihat hanya menggeleng kepala sambil tersenyum melihat pasutri baru itu.
Saat ini Syah sudah sampai di dalam kamar Dira. Syah terus melihat segala pesan masuk dari asistennya. Syah menggunakan nama salah satu cabang dari anak syarikat daddynya untuk menjalankan rancangannya.
Demi menyelamatkan perusahaan Dira dan nama baik perusahaan daddynya walau sangat rumit karena tidak ada keburukkan dari Arya.
CEKLEK
Dira yang membuka pintu lalu melangkah masuk namun keberadaannya disitu tidak Syah sadari karena masih sibuk dengan ponselnya.
"Busy banget mas, kayak Pak Ceo, heheheh," panggil Dira menyapa suaminya yang terlalu leka dengan ponsel membuatnya kaget.
"Udah pinter menggoda aku ya, kalau iya gimana Dir," lalu Syah mendekat kepada DIra yang hanya duduk di hujung tepi ranjang. Dira gugup ketakutan langsung berganjak sedikit menjauh.
"Ngak gimana gimana, siapa aja dirimu aku terima, mau OB kek, pak ojek ke, bang bakso ke, bang cilok kek, ngak pa pa ko---, mas, mas, stop, ma mau apa, jangan dekat dong mas," pinta Dira terkejut karena Syah semakin dekat.
"Benar?," Bisik Syah di telinga istrinya.
"A-a-apa mas,? jauh mas a a aku la-----, mmmmmmppphhhhh," belum habis bicara Syah ******* terus bibir Dira yang malah berisik dari tadi.
"Emmp......manis," bicara setelah puas ******* bibir ranum milik istrinya. Lama.
"Mas, apaan sih kamu main nyosoorr aja, kalau aku mati gimana ngak nafas tau," lalu Dira menunduk malu dan mengundur. Namun ditarik semula.
"Ngak usah jauh-jauh Yank, aku ngak makan kamu malam ni yank, tenang aku ngerti dong, heheheh, cuma ngak tahan sama tu bibir dari tadi berisik terus, hahahahah," terus Syah baring mengereng ke arah Dira.
"Kamu udah mau tidur?," Tanya Syah.
"Ngak aku mau ngecek dulu email dari Om Don, selepas itu aku tidur, kamu Mas?,"
"Aku juga, heheheheeh, aku mau ke bawah mau ambil air putih, udah kosong nih...," Lalu menunjukkan gelas kosong.
"Mau aku yang ambil?," Ucap Dira.
" Isk tenang ngak usah, biar aku aja ya, kamu segerakan pekerjaan mu,"
__ADS_1
"Oke mas, terima kasih,"
"Iya sayang sama-sama,"
Syah keluar dari kamar dan terus turun ke lantai bawah lalu menemui Buk yum yang masih sibuk mencuci piring dan merapikan sisa makanan. Syah masih ingat apa yang dia janjikan. Tapi Syah pura-pura tidak melihat.
"Haaaaaaaaaa, mau kemana kamu, kamu ada hutang penjelasan,"
"Hahahah ngak kemana mana, hahaha, aku mau ke atas anterin ini Buk,"
"Ngak-ngak, kamu kesini, jangan ngelak, duduk dan jelasin semuanya"
"Kalau ngak?" Kata Syah menaikkan alis matanya.
"Jangan kabur ya, aku ikat kamu di sofa terus, ahahahaahah," ancam Buk Yum hanya bercanda.
"Hahahaahaha Ibu, udah pandai ancam segala....," Syah terus meletak gelas minumannya dan duduk berhampiran Buk Yum.
Dia menceritakan semuanya kepada Buk Yum, dari awal dia lari dari perjodohan hingga saat ini.
"Hahahahaahah," Buk Yum menahan ketawa tidak mau di dengari oleh Dira mahupun ART lain.
"Buk Yum!!!," kesal Syah karena di tertawa oleh buk Yum tanpa henti.
"Buk, aku curhat niii!! malah diledekin terus,"
"Hahahah, ini bukan curhat ....ini cerita kayak novel-novel cinta yang dipergok pak RT...,ya lagi lucu terus bikin ketawa buat apa nahan hahahaha,"
"Udah aaahhh Buk, aku mau naik nanti Dira cariin aku,"
" Mommy sama aja dengan Buk Yum, lagi aku di ledekin terus, nasib nasib," Syah menggeleng kepalanya dan melangkah tangga sambil terseyum melihat takdir yang indah dia lalui.
"Ya baik Tuan Muda , silakan, hahaahah,'
"iiiihhhhhh Buk,"
Pada saat yang sama, syah memberikan alasan mengapa dia merahasiakan dirinya dari Dira.
Sampai di depan pintu kamar Dira...
Ceklek
__ADS_1
"Dir,"
" Hm"
" Yuk tidur, udah yank, sambung esok aja di kantor,"
" Iya mas," Dira membereskan laptop dan juga berkas yang berantakan di nakas.
"Sinih," lantas Syah menepuk tempat dia duduk di atas kasur sebelahnya.
" I--iya mas, hmmm,"
" Isk napa gugup gitu, sinih aku ngak ngapain kamu kok," langsung menarik tangan Dira dan jatuh di atas pangkuan Syah.
" Massss, iihhhhhh, sakit tauk," terus Dira mengusap pipinya terbentur di muka Syah.
" Alololo sinih," lalu Syah mengangkat tangannya mengusap pipi Dira.
" Lembut," gumam Syah, membuat pipi Dira yang mulus merona merah.
" Sayang," Syah menarik dagu Dira, menatap muka Dira tertegun, mendekatkan bibirnya ke bibir kenyal Dira.
Dira yang masih terdiam, kaget saat Syah mengecup bibir Dira penuh kasih. Melepaskan segenap.
"Ma--mass,"
" Mau lagi?,"
" Ng--" Syah terus membekam bibir Dira melalui beberapa menit dan terus Dira mendorong dada Syah karena nafas yang tersekat.
Dengan nafas ngos ngosan.
"Masss," lalu Dira terus memukul dada Syah perlahan.
"Hihihi, seksi banget tu bibir, ngak tahan Aku, ermmm mau lagi ngak," Syah yang tidak mampu menahan kenikmatan bibir Dira yang sudah menjadi candu itu hanya menarik tengkuk istrinya. Tapi...
" Ngak!!!!," Langsung Dira menarik selimut dan menutupi hingga Paras mulut.
" Hahahahahahah, oke oke, yuk tidur...," Syah mematikan lampu kamar dan meninggalkan lampu kecik di tepi kasur.
Tanpa peduli penolakan Dira saat Syah memeluknya. Syah semakin mempereratkan pelukannya. Lama kelamaan Dira menjadi pasrah Dan terlena. Tak lama Syah juga lena dalam mimpi indah mereka.
__ADS_1
.
.