Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
44


__ADS_3

Semua persiapan telah di atur dengan lancarnya. Dari makanan hinggalah para jemputan. Sungguh Dira kaget saat mommy memberitahu segalanya sudah dipersiapkan tanpa sebarang masalah. Orang Kaya mah, bebas. Hanya tunggu keterkejutan suaminya.


Semoga ini permulaan yang indah buat dirinya dan suaminya untuk selamanya . Memiliki mertua yang baik mengambil berat walau pada awalnya di mulai dengan keterpaksaan. Dira bersyukur. Semoga besok akan bersinar lebih cerah.


Dalam hatinya tertawa bila teringat sesuatu, Office boy itu suamiku.


...🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️...


Hari yang di tunggu oopppsssst bukan tunggu tapi hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia buat Syah namun paling haru bagi Syah. Hahahahah.


CUP


CUP


CUP


"Mass ihhhhhh," Dira membantu Syah memakaikan baju serta stelan jas yang di hantar supir mommy malam tadi. Untuk di pakai oleh suaminya.


"Dirr maafkan aku, aku mohon jangan tinggalin Aku ya sayang, aku amat menyanyangimu, please Dir serius setelah ini selesai aku kembali tunggu Aku ya, jangan kemana-mana," pinta Syah terasa sakit bila saat dia membahas soal itu.


"Apa bisa kayak gitu mas, ini hari pernikahan mu, Kamu mau di bunuh daddy mu ha??!!," Senyum Dira bukan pura-pura.


" Tap-----," Dira meletakkan jari tunjuknya di bibir Syah.


"Ssssssttttttt, dengar aku, Aku juga lebih mencintaimu, dan semestinya aku menunggu mu suamiku sayang," Syah mau membalas kata-kata Dira namun di bungkam dengan oleh bibir manis milik Dira.


"Hmmmm sudah pandai nyosor juga nih.... Ingat tunggu aku ya, cup," kecupan singkat akhir pertemuan pagi itu.


Segalanya sudah rapi. Dira menghantar suaminya ke mobil yang membawa suaminya ke pesta resepsi mereka. Ya mereka. Tapi Syah tidak tahu. heheheheh....


Dengan cepatnya Dira memakai kerudung terus mengambil tas miliknya dan melangkah masuk ke dalam mobil yang sudah ditunggu om Don yang baru memasukki laman teras mansionnya dan langsung melaju ke hotel untuk persiapan dirinya sebagai permaisuri hidup Adrew Syah Putra suaminya.


" Moga semuanya berjalan lancar om,"


" Aminnn non,"


...❤️❤️❤️...


Segala persiapan, Dira yang alaminya sudah manis dan cantik hanya make up tipis oleh MUA yang di sediakan oleh mommy nya juga temannya.


Dira cantik gaun merah muda di padukan dengan kerudung putih di hiasi pelbagai batu batu halus bersinar sinar bagai bintang di siang hari.


"Bagaimana mommy??," Tanya Dira kepada mommy mertuanya.


"Cantik banget kayaknya nanti ada yang ngences, hahahahah," ucapan mommy membuat Dira malu.


"Mommy ihh,"


"Sudah, sekarang tunggu aba-aba aja ya, heheheh, ngak sabar aku mau lihat gimana mukanya, hahahahha,"


"Kalau pingsan gimana mom?," khawatir Dira.


"hahhahaahha, ngak akan Sayang, ngak usah khawatir gitu, tarik napas, lepas, hahahahha," sempat lagi mommy bercanda.


Di ruang aula hotel tepatnya di mana seorang pria yang dahulunya amat membenci pada pernikahan karna ingin mengejar cita-cita dan akhirnya jatuh jua pada seseorang wanita manis yang membuatnya jatuh cinta saat pertama kali bertemu.


Syah menunggu dengan sabarnya menantikan kehadiran seseorang yang akan menjadi pasangan hidupnya.

__ADS_1


Syah mengeluh mengingatkan istrinya saat ini. Menelipon ingin menanya keberadaan istrinya namun setiap kali panggilan dibuat... satu pun tidak di jawab. Kesal ya... tapi harus gimana dia tidak bisa egois. Masih tunduk duduk menunggu siapakah pasangannya siang ini.


" Bismillahirahmanirahim," ucap Dira semoga tenang.


"Ayo sayang kita masuk," kata mommy sambil bergandengan tangan.


Saat ini MC telah mempersilakan mempelai wanita untuk masuk dengan alunan muzik yang memberi ketenangan kepada kedua mempelai yang penuh kegusaran yang berlainan.


Semua undangan memandang fokus dan masih penasaran siapa mempelai wanita yang di tutup wajahnya oleh mommy Syintia. Sungguh jahil mommynya ya.


Mommy menuntun Dira ke pentas pelaminan.


Syah masih tidak memandang ke arah pasangannya. Masih melihat layar ponselnya yang belum di terima balas oleh istrinya.


Pihak MC meminta untuk Syah berdiri dan bersiap untuk acara selanjutnya.


"Tuan Muda Andrew Syah Putra sila anda ke pentas untuk bersama pasangan anda," Syah kaget, aneh, persandingan tanpa menikah apa itu.


Syah memandang ke arah mommynya yang masih merangkul lengan pasangan hidupnya itu.


" Arghhh siapakah dia," hatinya.


" Syah Ayo kita ke pentas tuh... daddy mu sudah di sebelah mommy, cepat sebelum ada yang meletus, jangan bikin malu dong malu ah," bisik Bima menakutkan Syah.


"Ihhhh, nikahnya gimana," heran Syah.


" Kawin dulu baru nikah dong dik, hahahahah," kata Bima bercanda.


" Ngaco ahhh,"


"Udah sono cepetan, capek lho tuh, lihat,"


Jantung Syah semakin menggila memompa saat setiap anak tangga di naikinya.


Tak kalah dengan Dira juga gugup menunggu suaminya.


Saat Syah sudah mendekat, Mommy menurunkan kembang mawar berwarna merah muda itu perlahan. Terus....


DEG


Syah hampir terjatuh lalu di sambut oleh Bima yang baru sahaja ingin mundur dari pentas itu.


Perasaan yang bercampur aduk, menjadikan Syah pusing kaget dengan keterkejutan mendadak.


"Masss,"


"Nak,"


"Syah,"


Ucap mereka serentak.


Syah benar-benar kaget lansung memeluk daddynya mengucapkan terima kasih atas segalanya. Meminta ampun dari dosanya


"Syah ini bukan saja racanganku, tapi banyak pada tuh, abang mu, setelah ini kamu pecat aja dia, hahahaha,"


" Kok Aku om,"

__ADS_1


Tanpa aba-aba Syah juga memeluk mommy nya, " mom makasih," 


Mommy membalas pelukkan dan mengangguk.


"Istriku...," Dira menunduk malu mengambil tangan suaminya dan mencium punggun tangan Syah. Syah mendaratkan kecupan kekening Dira lama lalu memeluk sang ob suaminya.


"Alhamdulillah, syukur semuanya berjalan lancar, tahniah untuk kedua mempelai, sudah jangan berdrama kita di sini ingin memeriahkan pesta perkahwinan Andrew Syah Putra dan Andira Felly Putri," kata Mc itu membuat tawa di aula bergema dengan ucapan mc tersebut.


MC memberi peluang kepada Syah untuk berucap.


"Assalamualaikum, maaf atas drama yang saya buat," semua jemputan ketawa lagi.


" Saya mengucapkan terima kasih mom dad, sungguh anak kalian hampir pingsan, dan aku benar-benar ngak nyangka semuanya takdir dan jodoh akan tetap berjodoh walau ada acara kabur kabur sekalian," semua tawa bergema.


" Maaf Dira, sumpah aku amat menyanyangimu, jangan ragu cintaku,"


" uuuuuuuuuuuuu," haru sungguh membuat semua orang ber uuu .


.


.


Ternyata inilah hukuman buat Syah, bersyukur segalanya berjalan lancar walau masih syok, dengan perubahan istrinya, namun di terima baik.


" Cantik istri mas," ucap Syah dan malunya Dira memeluk manja saat di tatap begitu


" Mas....ihhh,"


" Makasih,"


" I Love you my wife,"


" I love you more my husband,"


.


.


.


.


Tamat.


.


.


.


Makasih gais yang mampir ke karya ku  yang masih ada kekurangan.


Maaf.


Terimakasih 💋


Bye bye

__ADS_1


Ketemu nanti ke karya recehan ku yang lainnya ya bye muah😘


Last .... Like komen yang banyak... Ads(iklan) hehehe


__ADS_2