
Arya yang selalu mematai Dira, tampak memerah menahan iri dengan kebahagiaan Dira. Perusahaan Arya yang pada akhirnya menjadi hak milik Tuan Andrew yang memilki saham terbesar sebanyak 60 % dari Arya hanya 40% atas kepintaran Bima dan assisten barunya adalah Raka. Jadi inilah dia sekarang yang semahunya ingin menguasai kesemua aset milik DIra yang memiliki resto ternama itu, namun Syah tidak mengetahui siapa Andrew dan dia terlalu yakin bahwa akan mendapatkan perusahan Dira atas bantuan Tuan Andrew.
Hal sebenar bahwa pemilik asli saham terbesar perusahaan Arya masih lagi dirahasiakan. Arya tidak peduli. Baginya perusahaan nya dapat di selamatkan dan pastinya dia juga mau perusahaan milik Dira.
"Happy banget kamu Dira, aku akan buat kamu jatuh ngak bangun-bangun, kamu yang ragut kebahagian aku,"
"ck ck ck Dira, tak aku sangka kamu betul-betul murahan banget ya, udah sama om-om, sekarang lagi sama OB, ck ck ck sungguh wanita ******,"
"Aku akan pastikan kamu benar-benar ******!!," tidak habis-habis Arya mengomel dan memghina Dira.
Yang dikatakan oleh Arya itu adalah Om Don, memang benar dia selalu dengan om Don yang tidak ada talian darah dan.masih jomblo, namun om Don hanya menganggap Dira sudah seperti anaknya dan di salah artikan oleh Arya.
Sebenarnya, segala tingkah laku Arya sudah pun di awasi oleh orang-orang dari Bima yang sentiasa standby jika berlaku sesuatu di luar dugaan. Arya yang selalu berseorangan tanpa pengawal memudahkan orang-orang Bima mengawasinya.
__ADS_1
Tanpa Bima dan orang bawahannya sadari Arya sudah merancang sesuatu yang akan membuat Dira merana seumur hidup.
Dira membereskan semua berkas yang perlu dia bawa untuk rapat di luar. Pak supir sudah menunggu nya di luar perusahaan.
Saat Dira bangkit ingin keluar dari ruangannya, Laili masuk dan terus berhadapan dengan Dira. Dira heran karena sepertinya tidak mungkin klien membatalkan rapat di saat-saat akhir.
"Kenapa Laili, ada masalah lagi... atau mereka batalkan rapat???," tanya Dira heran.
"Aaarrrrhhhhh kenapa dia gak bisa sabar ya, mau apa sebenarnya dia," desah Dira.
"Bilang aja aku masih ada tamu, terus kamu bilang, aku ngak punya waktu ingin bertemu dengannya dan berkas proposal dia ada pada Om Don segalanya akan Om Don urusi, bilang gitu padanya," perintah Dira pada sekreterisnya.
"Baik Bu, permisi..," langsung Laili memberitahu apa yang Dira sampaikan.
__ADS_1
Arya yang tidak terima dengan penolakkan pertemuan dengan Dira akan terus terusan menggangu DIra sehingga Dira bisa bertemu dengannya dengan apa saja cara.
"Arrrrrrrgggghhhhh, siallllllll, tunggu kamu Dira akan ku buat kau hancur!!!!," cacian Arya kepada Dira langsung meninggalkan perusahaan Dira.
...🙈🙈🙈...
Sesampainya di lobi perusahaan, Dira tidak kaget dengan kehadiran sosok suaminya yang sudah membuat dirinya sentiasa hangat. Mereka tidak peduli bagaimana tanggapan orang, suatu hari mereka akan tahu kebenaran. Dia mendekati Syah yang membuat hari-hari Dira mulai mewarna dari kehidupan sebelumnya.
Dira memberi senyuman manis buat suaminya dan Syah membalas senyuman itu langsung Syah mendekat dan memanggilnya perlahan.
"Sayangku,"
.
__ADS_1