
Setelah mereka selesai makan, Syah langsung memulakan bicara. Sambil menggengam tangan Dira.
"Kafe ini punyaku sayang, lebih tepat untukmu istriku," jelas Syah singkat membuat Dira melongo mendengarnya.
"Mas tapi buat pa, eh kenapa, ermmm... gimana ya mau ngomong," gagap Dira tidak tau cara bagaimana mau bertanya lanjut supaya tidak ada kata bicara yang mungkin akan melukakan hati suaminya.
"Begini ceritanya, aku membantu rakanku yang saat itu butuh bantuan karena rentenir yang selalu mengganggu, aku membantu sekadar yang aku bantu, malah membeli toko ini lalu aku renovation dengan keinginanku," jelas Syah kepada Dira.
" Ya Allah mas, baik banget kamu, terima kasih mas tapi ..a--aku udah ada yang sedia ada kamu ngak perlu-- ermm --," ucap Dira masih hati-hati sambil tersenyum manis untuk suaminya dan satu pertanyaan keluar dari mulut Syah.
"Kamu ngak sudi ya nerima pemberianku ini, iya mungkin kecil tapi-," kata Syah namun dipotong oleh DIra.
"Sssssstttttt aku terima!!!, ermmmm- ," kata Dira membuat Syah tersenyum mengembang saking happynya.
"Maaf jika aku lancang ya, di mana kamu dapat uang?, sungguh sebegini luas dan sumpah ya, kafe ini renovasinya aku suka kalem banget," ucap Dira.
__ADS_1
"Syukur kamu suka, ini khas buat mu Dira, anggap ini hadiah pernikahan kita," ucap Syah sambil tersenyum.
"Terima kasih sekali lagi mas, tapi kamu ngak jawab lagi soalan yang aku tanya,"
"Ohhh itu, takut ya uang yang tidak-tidak, hahahahahaah, semestinya lah dari tabunganku, sayang," jelas Syah santai tanpa syak wasangka Dira.
"Syahdira cafe itu gabungan nama kita," tanya Dira membuat Syah mengangguk. "Wahhh, pantesan kamu pandai memasak, rupanya kamu udah dari awal nyiapin semuanya ya, aku bangga mas," senyuman itu lagi yang membuat Syah cair.
"Senyum mu itu hanya buat ku aja ya yank, Oh ya, he he ada imbalan ngak," bisik Syah mengoda Dira yang membuat muka Dira merona merah lantas Dira menunduk malu.
...🥰🥰🥰...
"Mas hantar kamu sampai sini ya, mas akan ke pintu samping mau ke kamar mandi, silakan duluan ya ratu hatiku," tingkah laku Syah yang manis tidak pernah terlepas dari pandangan para karyawan di kantor Dira.
"Untung banget sih jadi Bu Ceo," kata salah seorang OG.
__ADS_1
"Iya, tapi ngapain milih OB kayak ngak ada karyawan yang lagi mantap atau tajir melintir apa ya, malah OB yang makannya hanya nasi sama sambal terasi, lain Bu Dira yang kayaknya makan yang lagi mahal gitu, ngak cocok!!," ucap karyawan yang bernama Tono.
"Woi Tono, kamu iri ya bilang!!, dari kamu yang tidak tidak, jelas-jelas kamu lihat dong si OB, tampan, manis, walau ngak kaya sekali pun dia mah.. baik, ngak kayak kamu, sana sini tukar-tukar pacar, sono gih,"Jelas OG yang tidak terima Si Tono menghibah Bu Dira dengan Syah rakan kerjanya.
Tingkah laku Dira dan Syah seringkali disalah artikan, namun mereka harus merahasiakan status hubungan sah mereka dari publik. Ya mereka sudah sah dari segi hukum. Semua urusan telah Syah urus. Mereka memiliki sesuatu yang perlu mereka tuntaskan. Apa dia.. ya masalah perusahaan dan masalah pribadi. Semua itu dipantau oleh om Don dan Bima.
...🎶🎶🎶...
Arya yang selalu mematai Dira, tampak memerah menahan iri dengan kebahagiaan Dira. Perusahaan Arya yang pada akhirnya menjadi hak milik Tuan Andrew yang memilki saham terbesar sebanyak 60 % dari Arya hanya 40% atas kepintaran Bima dan assisten barunya adalah Raka. Jadi inilah dia sekarang yang semahunya ingin menguasai kesemua aset milik DIra yang memiliki resto ternama itu, namun Syah tidak mengetahui siapa Andrew dan dia terlalu yakin bahwa akan mendapatkan perusahan Dira atas bantuan Tuan Andrew.
Hal sebenar bahwa pemilik asli saham terbesar perusahaan Arya masih lagi dirahasiakan. Arya tidak peduli. Baginya perusahaan nya dapat di selamatkan dan pastinya dia juga mau perusahaan milik Dira.
"Happy banget kamu Dira, aku akan buat kamu jatuh ngak bangun-bangun, kamu yang ragut kebahagian aku,"
"ck ck ck Dira, tak aku sangka kamu betul-betul murahan banget ya, udah sama om-om, sekarang lagi sama OB, ck ck ck sungguh wanita ******,"
__ADS_1
"Aku akan pastikan kamu benar-benar ******!!," tidak habis-habis Arya mengomel.