
.
Mentari memancarkan cahaya pagi yang sangat indah membuat semua makhluk bumi tersenyum menikmati nya dan memulakan rutin di pagi hari dengan senang.
Seorang pria yang tampannya mempersona lebih dari pancaran matahari menerangi pandangan semua wanita.đ
Pria itu yang berolahraga di kawasan apartemen yang berlantai 17 itu. Mengelilingi taman kompleks dengan berkeringat yang memukau pandangan ibu-ibu yang sibuk mengitai di jendela rumah.
Putra. Seoranng Office boy berkaca mata dan bertopi memakai pakaian seragam seorang OB tidak membuang wajahnya yang cukup tampan walau ditutupi dengan topi.
Menaiki sepeda motor langsung ke perusahaan yang cukup megah di kota B.
Dia baru saja memulakan pekerjaan sebagai OB.Â
"Pagi Pak ..Bu, "ucap Putra ramah setelah menghantar teh hangat dengan kopi.
"Pagi terima kasih Put,"Â
"Pagi"
Ucap mereka serentak.
"Wahhh ramah sekali ya OB baru itu, enak minuman nya," kata salah seorang karyawan.
"Iya dong, tampan juga, hihi," jawab karyawan lain.
Selain karyawan, CEO muda seorang gadis juga memuji kopi dari OB baru itu.
"Hemmm.......enak kopi nya," ucap Dira cukup puas.
"Siapa yang membuat kopi ini Laili, sepertinya bukan kamu, hihi," tanya Dira sambil bercanda pada sekreterisnya.
"Emangnya bukan saya bu, OB baru bu bos, hihi," balas Laili tersenyum.
"Oooo pantesan enak," ucap Dira lagi saja mengelek Laili.
"Bu nih, ada ada aja," kata Laili tersenyum.
Jam 10. Rapat telah selesai. Dira berpapasan dengan seseorang yang sedang mengapel.
__ADS_1
Dira hanya mengerling singkat pada pria yang baru pertama kali ia lihat di kantornya.
"Mungkin dia yang di katakan Laili itu," gumam Dira tanpa melihat terus melewati OB itu.
Putra terkasima dan terdiam.
"Manis dan cantik," gumam Putra setelah melihat Dira.
"Pagi, Bu Dira" sapa Putra.
"Hemmm," balas Dira ketus tidak menoleh.
"Senyum dikit sih, lagi bertambah manis dek," batin Putra berkata-kata.
Adira Felly Putri, pengusaha muda juga pemilik kepada Fellian Corp. merupakan Perusahaan hotel terbesar di kota B. Pewaris satu-satunya Fellian Corp.
Ayahnya Dira sudah lama meninggal karena kecelakaan mobil. Ibunya meninggal karena sakit terlalu merindui ayahnya.Â
Gadis mandiri, cantik, manis, pintar dan tegas. Dia akan galak dan jutek pada orang yang tidak dia kenali termasuk karyawannya.
Dalam diam dia amat kesunyian. Dira lebih gemar bersendirian ketibang keluyuran tanpa alasan.Â
Tapi tidak berlaku pada orang terdekatnya, dia sayang dan ramah.
Setelah semua kerjanya beres. Putra istrirahat sebentar di pantry. Di saat dia menunggu untuk makan siangnya, seseorang masuk ke ruang pantry itu.
"Assalamualaikum Putra, Put..Putra...boleh tolong ngak ya," pinta Laili sambil tersenyum hampir copot matanya saat melihat wajah Putra saat melepaskan topinya.
"Iya Bu Laili, boleh aja, mau bantu apa?," Katanya lembut.
"Be-Beli makan siang untuk Bu Bos," jelas Laili gugup.
"Bu Dira?"
"Iya Put, siapa lagi Bu bos disini, hihi,"
"Iya benar juga ya,hihi, oh ya, apa yang BU Bos suka kalau dibellikan makanan untuk makan siangnya, bu Laili"
"Oh itu, erm.... Sebenarnya Bu Bos makan apa saja, ngak cerewet sama sekali," Jelas Laili pada Putra.
__ADS_1
"Oke Bu, siap!!, hahahah," tawa Putra membuat Laili bertambah klepek-klepek melihat Putra idamannya tertawa.
"Ahhh wahhh cepet sekali siapnya....hahahahahah....Makasih ya Putra," ucap Laili yang terkesima dengan tawa OB itu dan meninggalkan Putra lalu terus ke luar kantor.
" Waduh itu OB, kok ganteng banget sih ya bila ketawa gitu, bikin baper aja, hahhahahahahah," gumam Laili.
Saat makan siang Dira jarang sekali makan di luar karena lebih memilih makan di ruangannya amat selesa baginya. Laili akan selalu menyuruh OB atau OG membeli makan siang untuk atasannya itu.
Putra yang bingung memikirkan makanan apa yang harus dia beli untuk Dira karena dia sama sekali tidak pernah membeli makanan di luar, malah dia memasaknya sendiri.
Dia memikirkan sesuatu.....
"Hah, apa salahnya aku hantar saja makanan ku padanya. Lagipula aku punya extra, lagian aku masak spageti goreng sea food, enak pastinya hihi ...ngak pa pa lah, ngak di coba ngak tahu...ahh...ngak siapa tahu ah aku yang masak hihi.....hehehehehe.... ermmm minumnya....aku bikinin ais jeruk aja, semoga seleranya," batin Putra mengomel sambil tersenyum.
Kurang dari 10 menit makanan sudah sedia untuk dihantar dan Putra terus ke ruangan Dira langsung mengetok pintu ruangan Dira.
Tok tok tok
"Masuk,"
"Assalamualaikum Bu, Ibu Dira, saya membawa makan siang atas arahan Bu Laili,"
"Tarok di situ," kata Dira ketus lagi tanpa menoleh.
Putra meletakkan paket makanan itu dan menunduk lalu terus keluar dari kamar kantor Dira.
"Fuhhh jutek amat, tapi manis sekali, hihi,"
"Ahhh apaan aku, focus pada tujuan," putra langsung ke pantry mengabaikan perasaannya saat ini.
Tanpa sedari Dira mulai lapar. Sekilas Dira memandang makanan yang di beli oleh OB sebentar tadi.Â
Langsung dia bangkit dan mendekati meja berdekatan sofa dan duduk. Membuka makanan itu dan membaca doa, Dira mulai memakan dengan tenang dan...
"Lumayan....Rasanya sungguh enak sekali, aku ngak pernah rasakan makanan seenak ini," gumam Dira melihat ke arah makanannya.
Setelah menikmati makan siangnya di ruangan, Dira di datangi seseorang yang selalu Dira menjauh. Dira langsung kembali dingin...
" Arghhhh....Apa lagi dia mau," batin Dira langsung kembali ke kerusi kebesarannya.
__ADS_1
.
.