
"Jadi ini semua kejahatan Arya?,"
"Iya dia menggunakan tandatangan palsu untuk penarikan uang perusahaan Dira untuk membangun kembali perusahaan nya yang hampir hancur,"
"Jadi apa rencana Tuan Muda,"
Bima menceritakan semua rencana Syah untuk mengambil hak Dira dengan mengambil alih perusahaan Arya. Hal lain, dia juga akan memastikan perusahaan Dira tidak jatuh ke tangan Arya. Syah akan memastikan itu.
" Oh ....baiklah, jadi apa perlu saya bantu Tuan?," Tanya om Don.
" Bantu Aku memastikan bahwa semua yang saya lakukan tidak terlihat oleh siapa pun termasuk Dira,"
" Baik," balas om Don.
"Jadi om, aku pikir kita perlu jalankan rencana ini dengan mulus"
"Baik Tuan Muda, hm, oh ya Tuan muda, ini ada berkas dari Pak Arya yang baru saya terima dari Dira tadi soal proyek resto baru di kota XX," Syah menaikkan alis matanya sambil tersenyum.
"Iya, kami tau Pak Don," lantas Om Don menatap Bima dan Syah bergilir tidak mengerti.
"Begini om, namaku Andrew Syah Putra Armanda Alex dan Andrew itu aku"
"Oh!! Iyaaaa....Jadi ini semua sudah dirancang?, "
"Benar Pak Don, kami juga sudah meneliti semuanya, kafe dan resto yang dimiliki Arya itu semuanya dari usaha ibunya Dira dan di ambil oleh ibunya Arya secara paksa karena iri dengan kesuksesan ibunya Dira,"
"HA!! seruis," Om Don yang sudah lama dengan keluarga Dira, tidak mengetahui hal ini.
__ADS_1
"Jadi sekarang bagaimana Tuan, Syukur Dira bernikah dengan mu tuan," mereka mulai bicara santai.
"Jodoh kali Pak Don," seraya Bima mengenyit sebelah mata pada Om Don lalu tersenyum.
"Iya bener juga,"
"Jadi sekarang kita lanjutkan rencana kita untuk mengaburi mata Arya dengan uang dan nama perusahaan daddyku. Kita buat Arya mundur. Seterusnya kita rebut kembali kafe dan resto milik Dira,"
"Baiklah tuan muda, akan aku pastikan semuanya berjalan mulus seperti yang direncanakan,"
"Bang kamu dengan orangmu siap sedia dengan perintahku," perintah Syah serius.
"Siap komandan!!,"
"Apa perlu bantuan lain tuan muda," tanya Om Don.
"Raka yang berkerja sebagai OB itu, iya aku kenal, ada apa dengannya ya?"
"Naikkan dia sebagai asistent kamu," arahan dari Syah membuat om Don terkejut.
" Tapi, dia----," ucap om Don di terhenti Dan berpikir sejenak.
Om don yang mengerti langsung segera menyiapkan berkas pelantikan untuk Raka. Syah memberitahu pada Om Don bahwa Raka lah yang membantunya mencari dalang tentang kecolongan di dalam perusahaan Dira. Raka juga memiliki S2 dalam akauntasi manajeman dan pakar dalam infomasi teknologi.
"Oh, Baik Tuan Muda,"
" Saya ada urusan setelah ini, saya pamit duluan," kata Syah langsung keluar dari kamar kantor om Don.
__ADS_1
" Terima Kasih Tuan, akan saya maklum semuanya nanti,"
Setelah Syah keluar dari ruangan Om Don, Tangan Om Don menarik lengan Bima dan meminta untuk tunggu di ruangan nya.
" Ada apa Pak?,"
" Ini," Om Don menghulur surat yang di terima pagi tadi dari Dira.
" Hahahahahaha," Bima hanya ngakak tanpa henti, om Don tidak mengerti.
"Kenapa ?," Aneh dengan sikap Bima.
" Santai Pak, begini-," Bima mencerita kan semuanya kepada Om Don dari awal penjodohan Syah oleh Tuan Alex Dan rancangan dipermudahkan dengan penikahan dadakkan yang bukan dari rencana nya.
" Hahahahaah," tawa om Don pecah.
" Mereka memang sudah di jodohkan...Allah permudahkan urusan Kita juga , jadi jodoh ngak kemana-mana kan, kalau emang jodoh ya kabur jauh mana, pasti itu juga jodohnya, iya kan Pak Don?"
" Iya, tapi Alex tau ngak hal ini, "
" Ngak sama sekali, aku di tugaskan untuk memantau kesemua urusan Dira, dari situ idea aku muncul untuk temukan mereka Pak,"
" Pinter sekali Kamu," mereka tersenyum lalu segera menyesaikan urusan masing-masing.
.
.
__ADS_1
.