Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
41


__ADS_3

"Ayo nanti kita terlambat, daddy makin galak, aku benar-benar gugup,"


"Iya mas, yuk,"


Bima dan Om Don telah pun menunggu mereka, seperti biasa Dira di layan bagai ratu, seromantis mungkin Syah lakukan, membuka pintu dan menahan kepala Dira dari terbentur di pintu. 


Kelakuan Syah begitu dapat di lihat oleh asisten peribadi masing-masing dan mereka lantas tersenyum bahagia melihat bos mudanya itu melayan istrinya nya.


"Yuk bang, nanti kita telat dong, jam berapa pertemuan ku dengan daddy," tanya Syah sebelum masuk ke dalam Mobil.


"Kita akan terus kesana tuan muda dan tuan besar sudah menunggu," ucap Bima mengerling Syah yang kegelisahan.


"Maaf tuan muda, nyonya muda, kita semua akan mengadap sultan yang lagi galak, oh ya ibu negara juga ada sekalian pertemuan ini, hihihi," ucap Bima lagi sambil tersenyum pada Dira dan Syah membesarkan bola matanya.


"Oh tidak .....," Ucap Syah bertambah grogi.


"Siapa Ibu negara mas," Tanya Dira.


"Mommy," jawab singka dari Syah yang merasa hawa panasnya walau ac menyala, takut, cemas, semua bercampur ada di rasai saat ini,"


"Tenang mas, ada aku," faham situasi yang berlaku saat ini menenangkan dengan menggemgam tangan Syah yang mulai sejuk.


"Makasih sayangku," Lalu mencium punggung tangan istrinya menghilangkan rasa gugup.


...✌️✌️✌️...


Cabang perusahaan perhotelan milik Tuan Alex tidak lauh jauh cuma makan masa 30 menit namun bila adanya macet menjadi perjalanan makin sukar dan memakan masa 1 jam 30 menit.


Sungguh mendebarkan jantung Syah saat ini setelah tiba di lobi kantor Daddynya.


"Fuuuuhhhhhh," melepaskan nafas setelah menarik dalam nafas.s


Mereka tiba dan di tunggu oleh asisten Sero sebagai menyambut kedatangan bos kecil nya opss bos muda dengan senyuman penuh makna.


"Kenapa kamu senyum kayak gitu Sero, mau aku lempar ke jalan!!!," kesal Syah tau akan pembinasaaan nya.


"Hahahahah tenang dong, yang jelasnya daddy mu bikin kita gila, opsss," Syah kaku berdiri.


"Apa jadi??," penasaran Syah,


"kau buat aku takut See," dan dengan singgap Dira memegang tangan Syah yang dingin karna ketakutan.


"Sudah Pak...., hm...jangan lagi nakutin saumiku, dia lagi gugup, ntar pingsan gimana sih," ucap Dira langsung menenangkan suaminya.


"Sero aja non, hahahahah, siapa suruh dia buat onar, lagi hampir 4 bulan dia main umpetan..hahahaha,"


Buuukkkk

__ADS_1


"Awwwwwwwww...... sakit Syah,"


"Jadi orang jangan bikin kesal, nyebelin tau, coba buat aku tenang kek bagi minum kek, ihhhhh, bikin emosi tauk!!," Kesal Syah lagi.


"Sudah kalian ini udah kemana kita See," tanya Om Don memotong perbalahan antara saudara itu.


Bima saat ini hanya diam. Memikir apa hukuman yang akan dia terima jangan pula di potong gajinya.


"Mampus!!," batin Bima mengeluh.


Dengan langkah lemah Bima dan Syah menarik nafas semoga tidak ada gempa atau tsunami terbaru akan melanda saat itu.


Dira hanya menahan ketawa dengan menutup mulutnya tenang. Moga ada keajaiban dan moga mertuanya menerima seutuh dirinya.


Syah, Bima, Don dan Dira menunggu Sero membuka pintu kamar kantor Tuan Alex.


Dengan penuh percaya diri, Lee mengetok pintu.


TOK


TOK


TOK


...😅😅😅...


Dalam ruangan daddy Alex sedang memijit keningnya dengan di temani isteri tercintanya. 


"Sayang....kamu istirahat aja ya, besok aja selesaian semuanya," pinta Syintia manis.


"Ngak bisa...," sahut Daddy Alex mengambil minuman yang di hulur istrinya.


"Moga kamu ngak bakalan jatuh sakit sayang, hihihi" sengaja membuat daddy duduk dari keadaan tadi yang rebahan di ribs Istrinya.


"hahahahaha, kamu aja buat aku sakit yank," mulai merayu.


"Ihhhh sakit gini mikir yang tidak tidak," kesal mommy Syintia.


"Sinih yank aku butuh asupan nutrisi," daddy Alex menarik tangan istrinya lalu mengikis jarak dan mencium mengecup akhirnya ******* bibir lembut istrinya.


Baru sahaja Mommy Syintia membuka mulut.


"Sh... ittt, arrghhhhh ," kesal daddy.


Pintu telah diketuk cantik. Mereka segera membenarkan pakaian dan Mommy mengoles semula lipstik di bibir yang berantakan olah si suami.


"Sudah??,"

__ADS_1


"hmm," sahut mommy Syintia masih kesal sama suaminya.


"Masuk,"


CEKLEK


Pintu di Buka dengan kemunculan Sero dan berderetan masuk yang lainnya seperti anak-anak SMA ketahuan membuat kesalahan. Hahahaha


Mereka menunduk tetapi tidak Dira kemudiaan mendekat pergi ke arah daddy Alex dan mommy Syintia mengambil tangan mencium punggung tangan keduanya.


DEG


Syah syok.


Tuan Alex memeluk Dira dan kemudian menghampiri mommy Dan memeluknya tanda mereka sangat mengenali.


Ya Dira tidak menyangka bu Syintia yang dia selamatkan saat tergelincir sehingga keseleo di depan cafe suaminya itu adalah mommy kepada suaminya. Mereka telah lama berhubung dan bertukar kabar.


" Bu sihat, gi Mana kakinya udah sembuh ya,"


" Hahahahhaah sudah lama sayang, kangen mommy sama kamu," Dira hanya tersenyum membalas.


Syah sungguh sangat terkejut. "Apa mereka sudah lama mengenali," Tanda tanya dalam benak Syah. Sungguh banyak persoalan berputar- putar di otaknya. Tanpa buang Masa Daddy memulai bicara.


"Duduk sayang, kecuali kalian BERTIGA!!," Murka daddy Alex dan pandangannya terarah pada anaknya.


" Sekarang kamu... ya kamu Andrew Syah Putra jelaskan...," jari menunjuk kearah anaknya yang berdiri kaku.


" Dad---daddy a---aku mohon ma--af, a--aku sudah wisuda awal, aku pulang awal, Lalu aku kabur dari penjodohan, maaf daddy... aku sudah nikah, itu itu istriku" tunjuk Syah  pada Dira.


"Hahahahahaha kamu berjaya sudah buat aku gila Syah,"


" Daddy....., Jangan begitu, mom....," mommy hanya menunduk tersenyum nipis melihat pembohongan yang di buat suaminya.


"Aku sudah tau semuanya, tapi.... Kamu harus ikut kemahuanku,"


" Apa dad??," Syah terkejut.


"Nikah dengan pilihan ku dan seminggu lagi resepsi diadakan kamu harus siap mulai dari sekarang....,"


" Bang tolong.... Daddy daddy aku sudah nikah dad, Dira itu istriku, aku sayang dan cinta dengannya, tolong Om..om,"


Semua nampak hiba kasian dengan Syah namun apa daya. Hukuman tetap hukuman.


Diam adalah sentaja paling selamat..... 🤣🤣


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2