Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
42


__ADS_3

Sungguh Syah tak mampu berkata apa-apa membuat dirinya membisu. Istrinya faham kekusutan suaminya itu dan langsung mengajak Syah keluar dari kantor mertuanya.


"Bu, Paman aku pulang duluan ya, aku pamit, Assalamualaikum," Dira pamit menyalami kedua mertua yang tidak di sangka adalah teman dari ayahnya.


" Waalaikumusalam, Iya nak ketemu nanti saat fitting baju ya, jangan bilang pada suamimu, dan 1 lagi, panggil kami mommy daddy sama kayak suamimu yang bandel itu ya sayang," bisik mommy Syintia.


" Iya mom, aku pamit," Dira menarik lengan suaminya untuk segera pulang. Namun terpikir apa yang mommy bilang barusan "fitting baju,"


...😅😅😅...


Seandainya boleh mengundur semula akan Syah lakukan, Jiwanya sangat kacau memikirkan seseorang yang mula ia cintai walau berawal dengan tragedi yang bukan kehendak mereka namun perasaan bermula dari nyaman saling merasa memerlukan lebih-lebih Dira yang seorang yang selama ini mandiri dapat mengisi kekosongan dirinya.


Syah keliru, membantah akan menjadi permusuhan jangka panjang dengan Daddynya.


Menerima pula ada hati yang perlu dia jaga, hanya pada Allah dia berserah. Ya dia buntu harus nekat namun dia takut.


" Arghhhhhhhhh," batin Syah berteriak.


Dira membiarkan Syah dengan perasaan yang keliru. Menunggu saatnya akan dia memberi ketenangan yang mungkin akan mengurangkan kesedihaan suaminya.


Masih memikirkan apa yang mommy Syintia bicarakan waktu itu. Kenapa dia yang perlu fitting baju segala. Tidak ambil pusing Dira juga dengan mode sabar pengen segera pulang ke rumahnya yang dia tinggal semalaman.


"Eh, aku kan pilihan perjodohan daddy Alex, jadi akulah yang akan menjadi ratu di hari persandingan nanti, ooooohhhh myyyy," Dira berbicara sendiri dalam benaknya. Sampai tersenyum sendirian ya kenapa dia lambat sekali tangkap maksud mommynya.


" Ini rupanya hukuman buat suamiku, daddy ama mommy serius mengerjai suamiku, hihihi," ketawa perlahan menahan tawanya dengan menutup mulut da memandang keluar jendela.


Hampir jam delapan malam Dira dan Syah tiba di rumah. Di sambut senyum mesra oleh bik Yum dan faham situasi kondisi pasangan suami istri itu yang hampir 4 bulan  bersama menghadapi pelbagai ujian hidup tanpa kerelaan mereka.


Buk Yum telah di beri kabar oleh Om Don pada awalnya tentang kejadian di mana Dira diculik dan syukur di selamatkan oleh Syah dan keluarga besar Syah sendiri.


Makan malam juga telah dipersiapkan awal oleh Buk Yum atas perintah Om Don jika mereka mau makan.


Tapi lihat pada kondisi Tuan Muda dengan wajah murung dan tidak ceria seperti biasa Buk Yum hanya menunduk hormat Dan menyapa seadanya. Memberi masa dan ruang bagi suami istri berbicara 4 mata.


Dira memberhentikan langkah dan memanggil Buk Yum..


"Buk....,"


"Iya nak,"


" Nanti ibu siapkan makan malam dan bawak ke Kamarku ya, "


" Iya nak,"


"Makasih buk," buk Yum membalas dengan senyuman dan langsung ke dapur menghidupkan kompor lalu memanaskan makan malam untuk Putra Putri mansion itu.


Tiba di kamar, Dira melihat suaminya berdiri di balkon kamarnya. Melihat bintang yang hanya samar-samar menyapa makhluk di malam hari.


Dengan langkah perlahan Dira mendekati dan memeluk suaminya dari arah belakang.

__ADS_1


Syah juga membalas dengan memegang jemari Dira dan memutar menarik Dira memeluk lalu mendaratkan kecupan mesra dikening.


"Mas...udah jangan banyak mikir... Mandi Kita turun makan yuk, atau mau makan di Kamar aja..Aku suruh bik Yum siapkan," Dira menetralkan keadaan memulai bicara.


"Aku gak lapar,"


" Mas mandi, bersih-bersih tubuhmu duluan, lagian gak sihat berada di luar.... Dingin...nanti masuk angin mas, sakit Aku juga repot," cemberut Dira manja.


Syah tersenyum lalu mengangguk dan mencium pipi Dira langsung pergi ke kamar mandi.


Setelah melihat suaminya ke kamar mandi, Dira turun ke lantai bawah pergi kearah dapur, menemui buk Yum yang sedang menata makanan mereka.


" Buk....piringnya satu aja ya, lebihkan nasi dan lauknya...," Mengangguk, sepertinya buk yum mengerti apa yang di maksudkan oleh Dira, langsung melakukan.


" Makasih buk, sayang ibu," sambil memeluk BukYum dan  menumpahkan segala isi hatinya dengan menangis gembira bercampur haru yang dari kemarin resah dan rindu kepada ibu yang merawatnya.


" Bu ..ibu sudah tau semuanya," Tanya Dira.


" Iya nak, kemarin Don kemari menceritakan semuanya, syukur kamu ngak pa pa nak, ibu sungguh khawatir banget," tangis buk yum akhirnya mengalir.


" Itu suamimu, kena hukum ya sama Tuan besar, sebenarnya ibu sudah tau yang nak putra itu bukan orang biasa," Dira mengangguk dan mengerti pada awalnya dirinya sering mengabaikan suaminya.


"Pergi sana jalankan peran mu, hihihi, moga berjaya," Dira mengangguk dan membawa makanan mereka.


"Tunggu Nak," Panggil buk Yum lagi.


" Kenapa buk??,"


"Dan semua ini rahasia, hihihi,"


" Iya buk, Aku kasian sama mas Putra bu...," Ucap Dira lemah.


"Iya ibu tau kamu itu Baik banget, tapi inget ya, jangan bocor, nanti Kamu kebalik di hukum, ingat!!, Hihi,"


" Ih buuuu, hihihi" ngeri Dira mengingat saat wajah daddy Alex yang serius.


"Keburu dingin nih makanannya, pergi nanti nak Putra curiga,"


" I--iya buk, hihi," terus Dira melangkah anak tangga ke lantai atas.


CEKLEK


"Mas.....,"


Dira melihat disetiap isi ruang kamar nya, tidak ada sosok seseorang yang sudah nyaman berada di hari-harinya. Meletakkan mampan makanan yang di bawanya di atas meja kecil. Dengan perlahan Dira menuju ke arah balkon.


" Hmmm... Disini ya... Yuk mas... Makan kemudian tidur," langsung menarik lengan kekar suaminya.


" Jangan banyak mikir, sini duduk, sekarang aku nyuapi kamu ya," ucapnya lagi walau kaku tapi Dira mencubanya.

__ADS_1


Mata Syah menatap mata Dira tenang, tanpa sebarang ketakutan atau mungkin Dira hanya ridho. Tuh hanya Dira aja yang tau.


Syah hanya melihat wajah Dira dengan perasaan kasian juga sedih akan nasib istrinya yang menjadi mangsa keadaan.


" Dir....,"


" Makan dulu mas, aaaaaaaa....," Dira menyuapkan dirinya Dan suaminya makanan persis saat seperti Syah menyuapinya menggunakan tangan walau kikuk.


" Anak pinter, hihi, lagi masss, aaaa," lagi lagi hingga keseluruhan makanan habis tanpa sisa.


"Alhamdulillah, nah airnya, mau aku suapi juga ngak mas,"


"Ngak aku sendiri, makasih,"


"Sama-sama kasih, hihihi, aku harus ke dapur dulu ya...mas istirahat, bentar aja,"


.


.


Kegelapan malam di sinari cahaya bulan dan bintang yang memenuhi ruang langit sungguh untuk di abaikan.


Hati seorang pria pujangga yang berantakkan akibat olah daddynya yang amat memaksa membuat hati dan jiwanya ingin memberontak.


"Masih belum tidur mas, dingin sih di sini, nanti kalau masuk angin gi Mana, Udah yuk"


" Dir, kemari, aku ada yang ingin di bahas,"


"Hmmm,"


"Maafkan aku sayang, ngak bisa bantah perintah daddy, aku buntu Dir,"


"Mas Aku ngerti kok, aku terima segalanya, aku dukung setiap apa yang kamu lakukan, jadi jangan lagi membantah atau menolak segala urusan yang melibatkan orang tua kita, bisa durhaka, lagipula mereka tulus menyanyangimu mas,"


Syah hanya menunduk dan mengambil kedua tangan Dira mendekatkan ke arah bibirnya. mengecup.


CUP


CUP


"Adira Felly Putri aku sangat mencintaimu , Kamu tahuu waktu pertama kali aku melihatmu, aku menepis perasaanku karna aku harus mengejar impianku, namun segalanya dipermudahkan sejak aku menikahimu, menjalani permulaan hidup denganmu, aku mulai sadar tanpa melihatmu aku lemah sayang. Maaf jika aku bukan pilihanmu saat itu dan dengarlah sayang aku mencintaimu"


"Mas.....,mas Andrew Syah Putra.....,hmmmm... Terima kasih karena sabar maladeniku, a--aku minta maaf kalau aku cuekin kamu awalnya, hmmmm.... Mas...aku juga.... aku-aku...juga mencintaimu," ucap Dira menunduk malu menutup wajahnya yang tersipu dan merona.


.


.


.

__ADS_1


seperti biasa jangan lupa like komen yah✌️


tunggu selanjutnya episode akhir 😘😘


__ADS_2