
"Bu kopinya"
"Ermm makasih Lai, jadwal harini?"
"Oh ya," Laili menyerahkan beberapa berkas dan memberitahu hari ini ada rapat bersama semua pemegang saham dan pertemuan dengan rekan bisnes.
"Baik lah, saat makan siang nanti macam biasa, aku makan di sini aja,"
"Baik Bu"
Laili segera mencari keberadaan sang OB gantengnya. Menanya kepada semua karyawan.
"Bu Laili, mungkin Putra sedang beres-beres di bagian diruangan keuangan bu," sahut OG si gadis manis yang sudah berumah tangga itu.
"Oooo makasih manis," itu panggilan untuk OG yang diberi oleh semua karyawan karena wajah dan senyuman yang manis.
Sedang Syah membereskan ruangan bahagian keuangan itu, Syah terlihat sesuatu yang aneh didalam data keuangan, lantas dia meng foto setiap helaian di layar laptop. Dia berjaya dapat petunjuk sesuatu.
Seseorang datang tiba-tiba mengejutkan dia hampir saja ponselnya jatuh akibat olah orang itu.
"Putra!!"
"Ahhhhhhh iya Bu Laili," Laila yang jenuh mencarinya sekadar untuk memberitahu bahwa Dira meminta di belikan makan siang oleh nya.
"Kamu kok kaget gitu Put, hahahaah, maaf ya Put aku sengaja hihi"
"heeheeehee, ngak pa pa, ada yang perlu bu?"
"oh ya, nanti tolong belikan makan siang untuk Bu Bos ya Putra, seperti biasa ya?, Ntah kenapa ya sejak kemarin sepertinya ibu bos mau kamu aja Put yang beliin untuknya, haaaaaa kamu apain Bu Dira nihhhh,"
" Iiihhhhh Bu Laili, Ada Ada saja,"
" Canda Put, boleh ya?,"
"Oke!!, Lagi?, Ada pesanan lagi ngak?" Tanya Syah tenang dan tersenyum sendiri.
"Lagi apa ya....ermmm.... Sore nanti kita minum bareng di cafe depan kantor mau ngak Putra, saja ngobrol yuk!!"
"Maaf bu, aku ada keperluan, maaf ya, lain kali aja inshaaAllah," jelas Syah lembut lalu menunduk segera pamit ke ruang pantry.
"Iya ngak pa pa, makasih ya Put,"
"Sama-sama," balas Laili kecewa ditolak.
Syah terus ke ruang pantry. Sebenarnya sebelum kekantor Putra telah menyiapkan makan siang mereka berdua.
Sambil tersenyum bila diingat perihal pernikahan dadakkan mereka.
Putra sudah mulai ada rasa sejak pertemuan awal pada Dira. Tapi hatinya gengsi.
"Ada apa denganku, asyik mikirin dia, apa aku mulai.. arghhh....ehhh aku lupa aku kan suaminya, boleh dong suka sama dia hihi," batin Putra sambil tersenyum sendiri.
"BRAKKK"
"Ngelamun!! senyum-senyum....kayak inget bini di rumah aja," Raka teman OB memergok.
"Nasib gue ngak ada riwayat sakit jantung, parah woi,"
"burgh " balas Putra memukul pundak Raka tak kalah kuat.
"Duuuhhhhhh, jahat banget lo, wkwkwkw, woi tadi Bu laili dateng ya, dia mau apaan?"
"Minta dibellikan Bu Dira makan siang,"
"Bukan itu, yang hujung-hujung, gue dengar ada yang di traktir ke cafe depan tuuuu, hihi,"
"Mau ngobrol katanya,"
"Wah wahhhhh, untung lo, kayaknya bu Laili suka sama lo,"
"Ahh Parah, ada- ada aja lo"
"Oke what cantik, seksi, apa lagi, hehehehe"
__ADS_1
"Ahhh udah ahhhh aku mau beres-beres bentar lagi mau makan siang bareng Bu Dira"
"Woi sialan, serius lo?" langsung dapat serangan penumbuk di lengannya.
"hahahahaahah, canda dong, mana mungkin"
"Fuhhhh!!!! Hebat ya kalau benar, gue juga mau kalau kayak bu bos"
" Ya udah sana .... Jangan mimpi!!!,"
Langsung meninggalkan Raka yang masih dunia fantasi. Syah berlalu di depan ruangan rapat. Syah melihat Daddynya ada di ruangan rapat bersama investor-investor lain.
Penyamaran Syah ala bad boy tak diketahui daddynya. Dia juga sempat melirik gadis yang telah ia nikahi. Mereka bertatapan. Ruangan rapat berdinding kaca boleh dilihat jelas ke dua arah.
DEG
"Arghhh.....sial......perasaan apa ini jantungku," Syah memegang jantungnya yang laju berdegup. Lalu Syah memutuskan pandangannya.
💕💕💕
Di dalam ruangan rapat.
"Tuan Alex, kami akan coba menyelesaikan masalah ini, maaf kami masih mencari siapa dalang dari semua ini," Jelas Don pada Tuan Alex pemegang saham terbesar di Perusahaan perhotelan milik Dira.
"Bu Dira, anda di beri masa tiga bulan untuk segera di selesaikan" Jelas Tuan Alex.
"Akan saya usahakan Tuan Alex "
Tuan Alex berdiri dan langsung keluar dalam keadaan yang tegang. Pusing. Masalah yang di alami tidak lah sukar, namun Daddy Kepada Syah berharap moga Dira anak temannya mampu menyelesaikannya.
"Setelah ini hubungi Bima,"
"Baik tuan besar," jawab asistent Tuan Alex yang bernama Sero itu.
"Kita berangkat pulang sore ini juga "
"Siap Tuan"
Setelah kepergian Daddy Alex, Syah yang tadinya hanya memerhati dari jauh segera ke ruangan kantor bu Dira untuk menyerahkan paket makan siang. Tanpa berpikir panjang Syah terus mengetuk pintu ruangan Dira.
"Masuk"
"AAssalamulaikum Bu... bu Dira, iii....ini...makan siang I..ibu " Gagap Syah yang sekilas melihat kecantikan Isterinya lalu menunduk semula.
DEG
Dira tak kalah kaget saat Putra masuk.
"Ganteng juga dia," kata Dira dalam hati namun dia menepis pujian tersebut.
"Waalaikumusalam, ermm, makasih," jawab Dira langsung meneutralkan keadaan agak tidak terlalu galak.
"Hemmmm," Dira berdehem.
"Ada apa apa perlu lagi, bu?," Kata Syah lembut saat melihat Dira diam.
"Kalau ngak ad----" ucapan Syah langsung dipotong Dira.
"Kamu duduk, aku mau bicara sebentar, bisa?" pinta Dira sedikit ketus.
"Ada apa bu, mau nambah lagi makanannya atau mau tuker yang lain?" kata Syah langsung dilototi tajam oleh Dira.
"Heheheeh canda bu, serem " pura-pura merinding.
"Serius Putra!!" tegas Dira sedikit teriak.
"Maaf Bu, jangan galak-galak," senyum Syah kepada Dira sambil menggaru tengkuk.
"Biar aku bicara duluan," tegas Syah memulakan bicara.
" Hmmm ya silakan"
"Aku mohon maaf atas segala yang berlaku kemarin, aku sadar akan posisiku, aku tidak pantas untukmu....aku----" jelas Syah singkat .
__ADS_1
"Aku apa Putt teruskan"
"Aku hanya bawahanmu, hanya OB, ngak pantas untuk mu aku ngak ada apa-apa, seharusnya aku membantah saja usulan bapak tetangga itu, oke aku akan segera men failkan pence----"
"Cukup!!!!!!! " bentak Dira memotong apa yang diucapkan oleh Syah.
"Maaf bu"
"huuuffff, apa sebegitu mudah kamu memutuskan ikatan suci ini Putra,"
"Putra, aku mohon padamu, kita jalani semua ini, mungkin ini takdir kita, aku terima kamu apa adamu, Kita Coba, tapi aku ngak tau mau mu gimana, itu terserah kamu, ini hanya usulan ku aja, maaf,"
"Jalani sebagai suami dan istri? A---ku mau dong, cantik segala, siapa saja mesti mau dong manis, "goda Syah namun dilototi tajam oleh Dira
"Astagfirruallahhh" kaget Syah mengusap dadanya takut melihat mata Dira yang menakutkan.
"Dengar Putra aku mohon hubungan kita dirahsiakan buat saat ini, atas alasan tertentu, ngerti"
"Ngerti Bu"
"Jangan panggil aku Ibu....aku bukan ibumu panggil nama aja" pinta Dira
"iya Dira"
"Kamu boleh keluar," ketus Dira
"Baik teima kasih bu ehh....Dira, heheheeh,"
Setelah keluar dari ruang Dira. Syah bersyukur karena Dira tidak meminta memutuskan pernikahan mereka.
"Alhamdulillah, ya Allah, bantu aku untuk menguatkan hubunganku bersama Dira yang baru saja kami mulai,"
Sebenarnya Syah memang telah menerima dengan apa yang terjadi, dan akan menerima pernikahan ini dengan rela hati.
Cuma yang paling dia takuti adalah hubungan yang tiba-tiba tanpa kenal maupun cinta ini bakalan hancur saat Dira ingin putus sepihak.
Namun Syah harus segera menyelesaikan segalanya, dia harus pertahankan ikatan sah ini.
"Apa pon akan terjadi, akan ku pertahankan pernikahan ini, bantu aku Ya Allah," batin Syah mulai ikhlas dengan pernikahan yang mendadak itu.
Setelah pertemuan singkat dengan istri CEO-nya yang galak, Syah menerima panggilan telepon dari mommynya.
"Hell-"
"Kamu di mana Syahhhhhhh, mommy nelipon kamu udah tiga kali, kamu mau ngelak dari mommy ya, slSyahhhhhhh "panggil Mommy.
"Assalamualaikum mommyku yang cantik imut,"
"Eh, Waalaikumusalam, wah wah wah, kamu untung jauh kalau ngak aku jewer kuping mu, saja kan"
"Heheheh mom, jangan gitu dong, nih aku lagi makan siang dengan teman ku di kan--.emm kafe," langsung sadar akan keceplosan ucapannya.
"Ermm, kapan kamu pulang"
"Aku udah pulang mom---ehhh wkwkwkwkwk" keceplosan lagi hampir ketahuan.
"Pulang kemana kamu, kamu iiiiih..,"
"Mom, aku udah dulu ya aku ada kerjaan yang harus aku beresin, udah ya, da da canntikkkkku"
Tut
Tut
Tut
"Astagfirullah nih anakkkkkkkk, aku belum habis bicara lagi, dia udah tutup, ya Ampunnn ni anakkkk, ehhhh bentar, kerja? Kerja apaan? Ahhhh udah ahhh pusing mikirin ni anakkk," penasaran mommy langsung mendail nombor Bima.
.
.
.
__ADS_1
👉👈ditunggu ya gaisss