
"Oo ii-tu, erm, dia bekerja di kantor ini juga," kata Dira gagap.
"Oiya?, Apa benar nak, di bahagian mana, paman mau ketemu dia, sekalian kenalan,"
"O--O--OB!!" mata Daddy Alex bulat karena o.
"Apa nak Dira, apa ngak paman salah dengar ya, OB????, yang benar Nak!!!!?????,"
"Iya, semua kerna mendadak paman," Dira menunduk malu dan takut kalau sesuatu akan terjadi.
"Mendadak??? Maksudnya gimana.....Boleh paman ketemu dia????," pinta Daddy Alex langsung Dira menganguk dan menyambung talian ke Laili.
๐"Lii, panggil Putra kemari,"
๐"Oh Tuan putra ya Bu, hmm Tuan Putra tadi bilang mau keluar sebentar, ngak tau kapan pulangnya ke kantor bu," jelas Laili mengubah panggilan Tuan sebagai perhormatan suami kepada atasannya.
๐"Ooo baiklah terima kasih Laili,"
"Maaf paman, mas Putra lagi ada kerjaan di luar, mungkin sore dia kembali, ooh ya. mungkin dia di kafe di depan kantor ku paman," ucap Dira.
"Wah, dia ada kafe, syukurlah ada usaha lainnya, tapi kenapa dia membuang masa bekerja disini nak??," DIra berpikir, benar juga kata paman.
'HHmmm itu....mmmm.... ya juga ya, aku pun ngak tau paman, hihihi," Dira seorang yang sangat mudah di perdaya, itu yang paman khawatir.
"Ya Allah nak Dira, aku benar-benar khawatir, siapa suami Dira ini, aku panasaran jadinya, aku akan tanya sama Don dan Bima, apa mereka tau!!," batin Daddy Alex.
"Esok paman kembali lagi, paman ingin bertemu dengan suamimu, paman mau lihat seganteng apa dia, yang membuat anak teman ku mulai suka," kata Tuan Alex yang bukan menyindir tapi hanya bicara.
"Iya maaf paman, besok aku suruh dia kemari saat makan siang nanti," balas Dira moga Tuan Alex tidak berkecil hati.
__ADS_1
"Paman pamit ya, Assalamualaikum," langkah kaki terus keluar ruangan penuh penasaran. Tuan Alex menyusuh asistennya menghubungi Bima dan Don.
"Waalaikumusalam, aaahhhhhh, lega," ucap Dira menyandarkan tubuhnya ke sofa.
Dira melirik jam di tangannya, jam 5 sore, sudah saatnya waktu pulang, Laili masuk untuk mengingatkan pertemuannya dengan dengan Arya sore itu.
"Oh ya kok aku bisa lupa ya," ucap Dira menepuk kening nya perlahan.
"Laili kamu boleh pulang, erm tolong saya hubungi Putra, beritahu bahwa aku ingin ketemu dengan Arya, aku sudah coba hubunginya namun ponselnya ngak aktif, tolong ya Laili," pesan Dira kepada Laili.
"Baik Bu Bos,"
"Terima Kasih,"
Setelah pertemuan dengan Tuan Alex, Dira terus menerus menelpon suaminya namun nihil. Ponselnya tidak aktif. Langsung Dira menghubungi Arya mengenai pertemuannya sore itu.
"Hello Ar, kamu di mana??"
"Aku akan kesana!!" jawab Dira ketus.
Arya yang duduk santai menunggu Dira dengan senyuman merekah sambil berkata..
"Kau akan ke neraka Adira Felly Putri!!!!, AHAHAHAHAH," ucap Arya penuh percaya diri.
10 menit berlalu, Dira melangkah masuk ke Cafe dengan gaya anggun seorang gadis yang sangat berwibawa. Tanpa berteman tanpa supir. Dia datang sendirian.
"Assalamualaikum" sapa Dira kepada Arya.
"Waalaikumsalam, hai Dira," Arya bangun dan terus mendekat dan menarik kerusi untuk Dira.
__ADS_1
"Gak usah sok baik Ar!!, cepat!! bicara aku ngak ada masa," tegas Dira malas meladeni Arya yang aneh itu.
"Relax lho Dir, jangan galak-galak gitu, kita minum atau makan duluan, aku yang traktir dong, dont worry," pinta Arya yang berbicara lembut yang membuat DIra merinding.
"Ada apa dengan dia nih," batin Dira mula merasa aneh.
"hmm, hanya minum ya, udah mau malam, nanti Buk yum khawatir,"
"Baiklah, ais jeruk boleh Dir?," tanya Arya.
"Hmmm," Arya mengangkat tangan guna memanggil pelayan kafe untuk mengambil orderan mereka.
"Oh ya Dir, setelah ini aku akan terus ke Korea di mana tempat aku study untuk aku kembangkan usaha aku di sana, dan aku ingin memohon maaf kepadamu kerna aku berdendam atas kematian kedua orang tua ku," Arya berbasa basi berpura-pura mengeluarkan air mata palsunya.
"Jadi ini semua dendammu, tak masuk akal Arya, kamu itu mau merebut hartaku yang bukan hartamu!!," menaikkan marah Dira. Saat ini juga pelayan membawa minuman mereka.
"Minum dulu Dir," Dira terdiam dan menyedut minuman yang baru di terimanya. Arya tersenyum.
"Maaf Dir aku di butakan dengan kebencian dan hartamu, dan juga kamu, kerna aku sentiasa melihat kamu selalu gembira, aku jadi iri DIr, maaf kan aku," saat ini Dira mulai rasa pusing.
"Kalau kamu benar-benar berubah, ya aku maafkan," Dira mulai sakit di kepala dengan pusing yang amat menyakitkan.
"Dir kamu kenapa .....Aku nyuruh kamu makan tadi malah kamu----, Dira Dira," panggil Arya langsung menghampiri Dira yang mulai pingsan.
"Hahahahahaha, aku sudah bilang kan sama kamu, jangan pernah bermain dengan aku, dendam tetap dendam!!!,"
๐"Hello bro, sekarang!!!"
.
__ADS_1
.