
Sejauh mana kita menghindari kehadiran dimana keberadaan kita pada ibu kita, tentu sekali hati seorang ibu dapat merasakan keberadaan kita. Jadi kita sebagai anak harus berwaspada mau membohongi atau menyatakan yang hal yang benar. Firasat seorang ibu.
...❤️❤️❤️...
Pak jojo yang menahan kesakitan akibat dipukul oleh perampok langsung menelpon pihak kepolisian. Semua perampok terus menghentam Syah, Syah yang memang jagoh bela diri memberi bogeman serta serangan terus menerus menghabisi semua perampok itu dengan tangannya sendiri.
Mommy Syintia yang masih dikejutkan oleh perampok itu pun bertambah kaget lagi dengan kehadiran anak semata wayang yang tiba-tiba hadir didepan matanya membantu dirinya.
Beberapa kali dia menggosok matanya untuk memperbaiki penglihatannya.
Adakah ini semua mimpi. Mommy yang lemah dan ketakutan masih memikirkan apa benar kewujudan anaknya itu. Masih tidak percaya langsung menghampiri supirnya yang cedera akibat dipukul.
"Pak--pak Jojo apa benar I--itu Syah, putra ku pak, iya kan pak," Tanya mommy Syintia masih tidak percaya.
"Aku ngak mimpi, iya kan pak," Mommy Syintia masih ragu-ragu.
"Sss, Sepertinya benar Nyonya, itu Tuan Muda, sssss," meringis Pak Jojo kerana luka di muka dan lengannya lebam akibat pukulan dari perampok tersebut.
"Iya benar Nyonya, eh Nyonya kenapa sih, duduk aja Nya???," Pak Jojo yang kesakitan coba melihat kondisi Nyonya Syintia yang memegang kepalanya.
" Yang benar kok Pak? Arrrgghhhhh sakittttttt," mommy coba berdiri namun dia pingsan dan tak sadarkan diri.
" Nyonya!!!!," panggil Pak Jojo coba menggoyang lengan atasannya.
"Mommy!!!," teriak Syah yang melihat mommy Syintia jatuh dan langsung berlari ke arah mommynya.
"Tu--tuan Muda, maaf kan bapak ngak becus menjaga Nyonya," pinta maaf dari Pak Jojo pada than muda nya.
"Pak sudah kita bawa segera mommy juga bapak ke rumah sakit, "
Mommy Syintia langsung tidak sadarkan diri. Hampir 10 menit, polisi tiba di lokasi di mana mommynya hampir dirampok.
Syah membantu polisi memborgol perampok tadi. Salah satu polisi memanggil ambulans dan membantu mommy juga pak Jojo dan di bawa terus ke rumah sakit berhampiran.
Tiba di rumah sakit, Syah mundar mandir gelisah dengan apa yang terjadi. Pusing. Pak Jojo di rawat ruang yang berbeda dan bisa pulang karena keadaan tidak terlalu parah. Tidak dengan mommy Syintia karena penyakitnya darah tinggi naik dan harus di rawat inap .
"Argggghhhh, gimana nihhh," gumamnya.
Syah terlalu syok dengan apa yang terjadi mendadak. Dia tidak tahu harus bagaimana. Lagi pula dia masih dalam penyamaran dan kabur dari perjodohan yang daddy inginkan.
Jika daddynya tau saat ini dia di mana, masalah baru akan datang dan bertambah rumit. Syah langsung menghubungi assintennya.
"Ba--Bannggg, tolong akuuu, " Saat ini Syah sangat lemah untuk berbicara.
"Heyyy--kamu kenapa.....kamu di mana Syah," takut Bima terus meminta lokasi dan saking terkejutnya dia saat mengetahui di mana Syah berada.
"Rumah sakit!!!!,"
__ADS_1
Bima langsung bergegas menuju lokasi di mana Syah berada. Tetapi nama Syah tidak ada di daftar pasien di rumah sakit itu, makanya dia langsung menelpon Syah lagi untuk memastikan.
"Syah di mana kamu, aku udah di receptionist,"
"Aku di lantai 3, kamar VVIP nomor 12, "
Setelah mendapat kabar itu, Bima terus berlari dan terkejut melihat Syah duduk bersandar sambil memeluk lututnya dengan kepala di lutut. Bima mendekati Syah dan bertanya.
"Syah!!??, Siapa yang sakit dan kenapa kamu di sini?" tanya Bima masih kerasa kaget pada Syah.
Syah tertunduk sedih lalu berkata ..
"Mommy bang" lalu menutup muka menahan tangis yang mulai turun. Melihat Pak Jojo yang menghampiri mereka lantas Bima terus bertanya.
"Apa yang terjadi barusan Pak Jojo? "
Pak Jojo terus menceritakan tentang kejadian yang menimpa ketika mereka baru pulang dari pertemuan bersama teman-teman arisan Nyonya Besar di kota ini.
"Ya Allah, jadi keadaan Nyonya gimana?"
"Belum tau Pak Bima, haruskah aku kabarkan pada Tuan Besar Pak?"
"JANGAN!! "serentak Bima dan Syah membuat Pak Jojo kaget memegang dadanya yang masih penasaran kenapa Tuan mudanya.ada di Indonesia.
"Ba...Baik Tuan Muda, Pak Bima," gugup Pak Jojo.
"Siapa keluarga pasien? "kata dokter tenang.
"Saya dok, saya anaknya," lantas dokter memberitahu kepada Syah keadaan Mommy yang tidak la serius.
Hanya benturan pada kepala dan masih lagi trauma. Dokter memberi kabar bahwa Mommynya akan sadar sebentar lagi.
"Makasih dok " ucap Bima terus menghampiri Syah dan berbicara serius.
Bima menyarankan pada Syah supaya hal ini tidak di lagi dirahasiakan pada mommy. Takut akan terlalu sulit kerana mommy telah tau keberadaan Syah dan kondisi kesehatan mommynya juga.
Syah perlu menjelaskan segalanya kepada mommynya.
"Tapi banggg," Bima melotot.
Setelah mendengar nasehat juga saranan Bima, Syah menguatkan hati serta menenangkan dirinya, pasti mommy akan marah seperti monster.
Syah memberanikan diri membuka pintu kamar. Dan mendekati mommynya di sisi ranjang. Lalu kaget melihat mata mama terbuka.
"Mmm--Mommy udah sadar?," Syah memanggil mommy dan memulakan tindakkan jurus mommy-mommy.
"Arrrrgggggghhhhhh sa sa sakkkkiiitttttt mommmyyy!!" mommy menjewer kuping Syah guna melepaskan geram.
__ADS_1
"Maaf mommy, tolong mommy sakiiitttt niii, mommy ammmpuuunnn"
"Jelasin semuanya, jangan ada yang kamu rahasia dan hindari lagi, ngerti, cepat ngomong!!?"
"I-I ya mom, tappi lepasin dulu dong, sakit tauk"
"Kok ketemu aku terus di jewer kupingku, sakit mom, ini udah merah, gimana nih, kurang sudah kegantengan ku," Syah cemberut dan mendapat jeweran di telinga sebelahnya pula.
"Mommmm, sakitttt, iya iya maaaf," mohon Syah pada mommy Syintia.
"Kamu itu membuat ku kesal tau," sedih mommy.
"Di peluk kok mom, aku lagi rindu ni, mom," pinta Syah memujuk mommy yang sedikit pun tidak menoleh ke arahnya.
"Mommm.....aduhhhh ngammmbek terus.....mommmm aku kangennn banget.., " lalu Syah menarik lengan mommy nya dan memeluk.
"Maaf mom, aku merindui mu," Syah memeluk dan menitiskan air mata rindu dan khawatir bercampur.
Mommynya tidak mungkin akan membiarkan anak kesayangannya tangis terus lalu dia membalas pelukkan anaknya. Air mata mommy membasahi pundak Syah.
"Mommy kangen banget, tegar kamu membohongi ku ya, "
" Ngak ah mom, ini semua salah daddy, aku ngak mau di jodohin, aku mah mau bebas, mau mandiri sekalian aku mahu punya kafe ku sendiri," jelas Syah namun masih dalam mood ngambek sama daddy.
"Hahahahaha, itu muka kayak ngak dapet toys kayak bocil aja!!, Ikut aja kata daddy mu, udah pantes kamu nikah, ermmmm.... kamu ngapain di kota B?, Mau kabur dari daddy?"
"Iya mom....hmmm...maaf mommy ku sayang, itu yang seharusnya...tapii---"
"Tapi apa Syah...Kamu jangan menakutkan aku, apa lagi yang kamu lakukan ha???!!!"
"Ngakk app----," ucapan Syah terpotong saat Bima masuk ke Kamar rawat mommy Syintia.
CEKLEK
"Bim?"
" Hai tan.."
" Hmmm.... Langsung aja Syah...tapi Apaan..." ucap mommy Syintia sambil matanya mengerling ke arah Bima membuat Bima susah menelan salivanya.
"Aa aku...aku.....aku coba jelasin semuanya...dan juga ada yang perlu mommy tau.....aku udah ni-nikah mom"
"Apa!!!??"
.
.
__ADS_1