
Sambil menggaru kepala yang tidak gatal sama sekali, Bima mengangguk walaupun tidak bisa dilihat oleh pemilik di dalam saluran telepon.
📞"Baik tuan besar, akan saya kabarkan pada tuan muda," balas Bima sengaja bicara formal dengan om nya.
TUT
TUT
"Pusing, pusing" ucap Bima sendirian memikirkan rencana selanjutnya.
Bima telah mendapat panggilan dari Tuan besar yang juga daddynya Syah, membicarakan pemasalahan yang di alami oleh Perusahaan Fellian.
Perusahaan Fellian yang di kelola oleh Dira yang sekarang di pantau oleh Bima tanpa sepengetahuan siapa pun. Lagi pula, saat ini sebenarnya Syah menyamar semua atas inisiatif Bima.
Ada kecurangan yang terlalu sulit di artikan. Siapa perilakunya masih dalam penelitian Bima. Namun saat dia memikirkan solution, tiba- tiba ponselnya bergetar lagi.
Bima menepuk jidatnya.
"Ya Allah, masalah apa lagi nihhh!!, apa mereka mempunyai instinct yang sama ya " gumam Bima sendirian.
" Angkat apa ngak, aduh, ngak di angkat nanti di omelin, arghhhh, angkat Bim," gumam Bima sendirian.
📞"Assalamualaikum Bim, lama sekali jawabnya, mau ngelak ya" Mommy Syintia terus menyoal.
📞"Waalaikumusalam tan, tanyala kabar ku dulu dong, baru nyoal lainnya,"
📞"Ah kamu, kamu itu harus sehat, bagaimana anakku, kapan sebenarnya dia pulang, kamu jangan rahasia apa-apa ya dengan ku,"
📞"Ya nanti dia pulang aku kabarin lho tan... sabar bentar lagi dia pulang kok bikin surprise dong tan,"
📞"Ada saja jawab mu, kamu dengan Syah sama saja, lagi nanya lagi bikin aku pusing, ingat ya, ingat!!, kalau ada yang kalian rahasia rahasia, kalian akan ku pintal leher kalian..ngerti!!" kesal Mommy Syintia lagi yang membuat Bima panas telinganya.
__ADS_1
📞"Ng- ngak akan tante, Aku lagi main petak umpet, hihi tapi tan ... itu jahat banget sampei ancam mau pintal-pintal segala" gigil Bima ketakutan.
📞"HAHAHAHAAH, biar kamu tau jangan pikir kata-kataku hanta dusta, Ya udah, Assalamualaikum,"
TUT
TUT
"Waalaikumusalam," balas Bima melihat ponselnya langsung menggeleng.
Mommy Syintia dapat merasakan ada sesuatu yang sengaja di tutup oleh anak semata wayangnya bersama ponakkannya. Ya lah, firasat seorang ibu dapat merasai setiap apa yang terjadi seperti anaknya seperti dekat dengannya.
"Fiiuhhhh....Aduhh, parah nih, ngeri banget, main pintal-pintal segala, demi kebahagianmu Tuan muda aku terima di pintal,"
Bima yang pusing dengan pekerjaannya, meneliti semua nya, dah mengambil ponselnya semula terus menghubungi Syah untuk bertemu.
Mereka bertemu di apartemen milik Syah. Bima membawa segala berkas yang terkait kasus perusahaan dan terus langsung ketemu sepupunya.
Satu jam lamanya dia tiba di pintu apartemen Syah. Membawa macam cemilan sepertinya mau tidur seminggu di apartemen Syah.
Belum sempat Bima duduk Syah sudah memberi beberapa berkas untuk diteliti.
"Ini bang," Syah langsung menyerahkan berkas-berkas bukti kecurangan dalam perusahaan yang di pimpin oleh Dira istrinya.
"Wow!!!...kerja yang hebat, jadi kamu udah tau siapa dalangnya?"
"Ngak, belum tau, cuma nya aku hanya ragu dengan paman Vino, dia kepala departmen keuangan kan? "
"Iya bener Syah, dia juga temannya armarhum ayah Dira," jelas Bima lagi.
"Teman?...Selidik dia, aku mau secepatnya," tegas Syah.
__ADS_1
"Ba baik, taapi, aku- , " belum sempat Bima habis bicara terus dipotong oleh Syah.
"Apa?"
"Mau nompang tidur sini, boleh ya aku capek bolak balik" pinta Bima malas untuk pulang.
"Ngak, urus semua kerja mu secepatnya" tegas Syah.
" Jutek amat, aku kan boleh kerjain di sini malah nyuruh pulang... "
"Ngak!!, Pulang sana!!, Aku males lihat muka kamu,"
" Serius ni, aku pulang ya, aku bangun nih...,"
" Hmmm, ada lagi nih infomasi... Mau tau ngak?, Tapi ada imbalnya,"
"Duh, apa an lagi nihhh?"
" Janji dulu, aku mau nompang rest, sekalian tidur, boleh ya ya ya, boleh la sepupuku yang baik lagi imut," membuat muka ala ala imut malah Syah mau muntah.
" Hmm...apa ...langsung cerita sihhh, aku capek nih,"
" Janji ya...."
"Hmmmm"
Bima menceritakan semuanya.
"APAaaa???!!!!,"
.
__ADS_1
.
.