
"Minggir kalian aku belum PUAS!!," pinta Syah yang masih dengan api kemarahan nya.
BURGH
Belum sempat Syah menghala satu pukulan lagi.....
"ANDREW SYAH PUTRA!!! SUDAH!!," teriak Tuan Alex dan Syah melepaskan Arya lalu Arya jatuh lemah di lantai dan di kawal oleh bodyguard hotel agar tidak kabur.
"Daddy??!!," ucap Syah kaget bersamaan dengan kehadiran Bima dan Om Don.
"Tuan Besar," ucap asisten Tuan Alex menunduk bersamaan dengan yang lainnya.
Arya yang terduduk lemah menatap terkejut saat memanggil nama OB itu dengan nama yang ia cukup kenal karena nama itu juga yang membantu dia dalam untuk menyelamatkan perusahaan nya yang arti kata lain yang sebenarnya Syah hanya mengambil semula hak Dira.
Arya tidak mampu berkata apa-apa malah menyesal pun tidak berguna, apa yang di rancang telah hancur.
...😑😑😑...
Di dalam kamar hotel.
Ketiga pria berbadan kekar dan bengis yang adalah pemilik kelab malam cukup terkenal di kota itu.
Di bayar dan alhasil mendapatkan uang berlipat kali jika servis gadis menarik cantik dan sangat memukau ini sangat bagus.
Melihat kecantikan alami yang di miliki oleh gadis di depan mereka membuat mereka tidak tertahan dengan api ghhhairah.
"Ti--tidak, ja--ngan de--dekat------, pa-naass, to-long aku massss Putra, di mana ka--mu, hisskk hikss hikss," tangis Dira pecah saat dirinya sudah tidak dapat menahan sesuatu yang membuatnya ingin melepaskan setiap helaian di tubuhnya.
"HAHAHAHAAHAHAH, sabar sayang akan kami bawa kau ke syurga," ucap salah seorang dan menghampiri Dira lantas mengusap lembut leher Dira dan Dira....
"Arrrrhhhhhhhhhhh," suara des sahan Dira membuat ketiga pria brengsek itu tidak sabar.
"hhuuuuuuuuuuuuuuuu, sungguh seksi.......," ucap salah seorang dari merekam
...🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️...
Di lobi hotel.
Kekacauan yang masih terjadi karena ulah dari Syah yang masih belum mengawal emosi. Dan bersamaan Syah masih kaget saat Daddynya muncul secara tiba tiba menjadikan dirinya lemah dengan perasaan yang bercampur takut, gelisah, terkejut dan pusing.
"Daddy??,"
"Saat ini bukan masanya untuk aku mendengar segala alasan mu, pergi selamatkan menantuku," pinta Daddy Alex.
"Menantu???," Pertanyaan dan keterkejutan Syah memutar di kepalanya.
"Apa daddy sudah tau semuanya," sebelum Syah mendengar penjelasan daddy Alex dia terus berlari.
__ADS_1
"Aahhhh sial," pikiran Syah mulai sadar, dia terus ke arah pintu lift berhampiran.
Ternyata orang suruhan daddynya telah pun berkerah untuk mencari keberadaan Dira dan langsung memberi tahu di mana kamar yang di bawa Dira oleh Arya dan temannya.
"Tuan Muda, nona Dira ada di kamar utara nomor 123 kami telah menangkap mereka yang coba melecehkan nona Tuan, hmm, namun nona tidak baik baik Tuan," lalu asisten Tuan Alex berbisik.
"AAPAA!!," Syah bergegas terus kekamar hotel di mana istrinya berada. Jantungnya tidak kalah hebat memompa laju.
...🤫🤫🤫...
Di luar pintu kamar terlihat pengawal dari pihak hotel bersama bodyguard menjaga keamanan di situ. Melihat Tuan Muda menghampiri..
" Tuan ...segalanya telah kami amankan, kami telah pindahkan nona ke kamar ini, maaf nona tidak sepertinya dibawah sadar tuan,"
"Di mana si bajingan-bajingan itu," bodyguard mengarahkan jari telunjuk ke salah satu pintu dan yes Syah langsung ke kamar itu.
Tanpa ba bi bu, layangan kaki dan tangan ke arah ketiga pria brengsek membuat ketiganya terduduk dengan muntahan darah membasahi lantai Kamar.
"Rasakan ini baru dikit, tunggu setelah ini," Syah yang memang jago bela diri menahan untuk tidak menghabisi mereka.
...👣👣👣...
Dira yang sudah dalam pengaruh obat perlahan helaian baju di lepaskan. Dia ditemani oleh dua karyawan hotel wanita.
" Ya tuhan nona, jangan di lepaskan bajunya," pinta salah seorang karyawan itu.
"A---ku gerah..... Tolong a-- ku....to--tolong----masss mana kamu," ucap Dira dalam keadaan separuh sadar.
" Sabar Nona, kita tunggu suami nona datang,"
"Siapa?" Tanya karyawan itu memastikan siapa diluar kamar hotel itu. Karena keadaan wanita itu tanpa sadar melepaskan semua sisa pakaian.
"Aku suaminya Dira....," balas Syah sedikit teriak.
CEKLEK
"Kenapa lama sekali, kasian nona ini," ucap Salah seorang dari mereka dibalik pintu dan mengarahkan temannya untuk menutup tubuh nona polos itu.
Dia mengangguk meng kode untuk segera keluar. Namun tertegun saat melihat sosok yang mereka kenali dan terkejut...
"Oh maaf Tuan Muda, Saya tidak mengenali anda, maaf saya pamit," segera mereka menunduk hormat dan keluar dari kamar hotel itu dengan langkah berganda.
"Terima kasih karena menjaga istriku," ucap Syah segera menemui istrinya yang sudah dalam pengaruh obat perangsang.
"Sayang.....," Panggil Syah lembut.
"Massss, hiks hiksss, bantu aku, panas banget," Syah yang kasian tidak tahan melihat keadaan Dira lalu menggendong Dira ke arah kamar mandi guna menghilangkan pengaruh obat itu dengan merendamkan dengan air dingin.
__ADS_1
"Sabar ya aku bantu kamu," Syah tidak tegar untuk melakukan hubungan intim karena kondisi Dira yang separuh sadar itu atau lebih tepat lagi bukan dengan kerelaan hati Dira sendiri.
Dalam hati Syah mengutuk dirinya karena hampir terlambat dan amat menyesali kalau benar-benar terjadi sungguh dia tak akan memaafkan dirinya.
Syah merendamkan Dira di bath tub yang berisi air dingin lantas Dira melepaskan selimut yang menutup tubuhnya.
DEG
Jatung berpacu. Syah terkejut tanpa ucap apa-apa. Naluri lelaki dia meronta melihat tubuh polos Dira. Tersadar. Cepat-cepat dia menepis nafsu yang mulai nakal.
"Di--Dira, a-aku keluar duluan ya, ka-kamu sendirian boleh kan," suara yang serak lembut dan gugup dari Syah membuat Dira terasa di pancing.
"Masss~~, sinih....pelukkkk..." pinta Dira manja yang membuat Syah terhipnos lalu menghampiri istrinya.
Tangan Dira menghulur agar Syah menggapai langsung ditarik oleh Dira dan Syah turut masuk ke dalam bath tub dan duduk di berhadapan Dira.
Dira mendekat ke arah Syah langsung memeluk Syah dan merapatkan kepalanya ke dada Syah. Syah membalas pelukan Dira dan menatap punggung Dira yang polos membangkitkan sesuatu yang tertahan sejak tadi.
"Dir~~,"
Dira mengangkat kepalanya terus mendekat kearah wajah Syah, tangan Dira mengelus lembut pipi Syah dan turun menyentuh bibir Syah.
Menegang. Syah memegang tangan Dira lalu dengan pantasnya Syah menarik tengkuk Dira.
CUP
Dira yang masih ada pengaruh obat itu terus membalas, mengecap, ******* dan meng absen setiap ruangan rongga mulut suaminya. Syah kaget.
"Wow," Syah berbicara setelah mereka melepaskan pagutan ciuman panas mereka.
Muka Dira merona merah saat kesadaran Dira kembali seketika. Syah tidak akan melepaskan Dira.
Syah yang sudah dalam api ke ghai rahan terus kembali mengecup bibir Dira tak kalah Dira juga membalas, Syah melepaskan bibir Dira lalu mendaratkan bibirnya ke leher Dira yang telah menatangnya, Syah tidak tinggal diam meninggalkan beberapa jejak tanpa berpikir.
"Aarrrghhhhhhh .....," dess ahan demi des ahan Dira keluarkan membuat Syah sudah tidak kuasa lagi untuk menahannya.
"Kita tidak akan melakukan disini," ucap Syah.
"Kita lanjutkan di kamar, ayo sayang," dengan pipi merona Dira hanya menunduk malu. Syah mengendong DIra tanpa melepaskan pandangannya pada Dira yang dia inginkan saat ini.
Dengan perlahan Syah merebah istrinya dan kembali ******* bibir Dira yang telah bengkak karna ulahnya saat tadi yang membuat bibir Dira semakin seksi dan tidak mudah untuk dia hindar.
Tanpa mereka sadari, mereka telah pun menjalani kehidupan suami istri seutuhnya walau Dira dalam keadaan separuh sadar.
Mereka melakukan sehingga subuh menjelang. Tidak mereka sadar akan apa terjadi saat pagi menjelang.
.
__ADS_1
.
.