
"Akhirnya," ucap Syah saat tiba di mansion Dira.
"Assalamualaikum," Ucap Syah memberi salam di depan pintu masuk yang di sambut oleh buk Yum sendiri.
"Walaikumusalam, nak Putra, udah pulang."
"Ya bu, Dira mana Buk," Tanya Syah.
"Cie cie... yang lagi nyari istri..... heheheh....wahhhh udah mulai kangen ni, hihihi"
"Buuuu" kesal Syah pura-pura.
"Ada di atas, sepertinya lagi mandi" balas bu Yum sambil tersenyum.
"Ooooo, ibu pula.... lagi ngapain," tanya Syah saat duduk di sofa ruang tamu sekadar istirahat sebentar.
"Mau masak untuk makan malam nanti,"
"Wahhh Seru ni!!!!, yuk aku bantu," ucap Syah santai terus berdiri dan menuju ke arah dapur.
"HAH!!!, tunggu nak, iskk....ngak usah dong, biar ibu aja," kaget buk Yum melihat Syah yang bersemangat untuk membantunya.
"Ngapain kaget gitu bu?, ngak pa pa kok, biar aku masak ibu lagi bantuin ya,"
"Hahhh!!, Kok gitu,"
"Iya dong buk, biar aku aja masak, gampang buk, gini, pasti ssssuuuuuuppppeeeerrrbbbbb, hahahhaah,"menaikkan jempolnya.
__ADS_1
"Beneran?"
" Iya beneeerrrrrr dong"
"Ada ada aja kamu nak, yuk kita kedapur nanti telat masak nya," ajak ibu Yum segera ke arah dapur.
Saat ini mereka sudah berada di dapur, Syah melihat-lihat di kulkas dan mengeluarkan bumbu yang cocok dengan apa yang ingin dia masak.
"Menurutmu kita mau masak apa ya Tuan Muda, hihihi," buk Yum mulai bercanda.
"hahaaha, ibu ihhhh, nah ini buk, bumbunya, kita masak terong goreng sambal, ikan lele bakar sama air asem(pedas masem manis) dan sup sayuran"
"waduh bikin ngences ni Tuan Muda,"
"hahahaah yuk kita mulai!!!"
"Buuk...Bukkkbbukkkk!!!!, kok bengong,"
"oh....ngak ahhh, ibu cuma kaget kok kamu dengan tangkasnya mahir di dapur,"
"ooooo hahahahah, aku udah biasa, saat aku belajar di luar negeri, aku punya teman berlainan negeri, Malaysia, Singapura dan Thailand, jadi masakan begini mah gampang buk, kami sama-sama kuliah di bidang kuliner dan semua jenis masakan aku tau buk, oooopppppsss ," Buk Yum melongo tidak percaya dan Syah menepuk mulutnya yang banyak bicara kayak ibu- ibu rumah tangga.
"Ya Allah Bukkkkkk aku keceplosan.," Buk Yum masih tidak percaya hanya berkedip mata saking kagetnya.
"Buk Buk, aduh buk kok kayak patung, bBBUUKKK!!!!," Syah menepuk pundak buk YUm dengan sedikit keras.
"Allahuakhbar, nak, kaget ibu,"
__ADS_1
"Ibu tolong aku jangan bikin kepo ya, hihi, buat sementara ini,"
"Sudah ku duga, kamu itu bukan calang-calang orang, gaya mu, tingkah mu, oke tapi ada bayaran setiap rahasiamu nak, bisa ngak di bayarin," cengir Buk Yum menaikkan alis matanya.
"hihih, seberapa mau mu Buk,"
"Sombong ni Tuan Muda, bercanda dong, ahahahah,"
"Udah, yuk siapin semuanya,"
"Siap bos!!"
Tanpa buang masa langsung mereka memulakan aktiviti mereka.
Setelah 1 jam Syah menyibukkan diri di dapur dengan ketangkasannya. Tanpa mereka sadari, ada sosok yang melihat keakraban Buk Yum dan Syah. Dira baru menyedari Syah seorang yang ramah dan mahir memasak.
"Mungkin dia sudah biasa memasak" kata Dira berkemungkinan.
"Ooooohhhh, sepertinya benar ya dia yang masak selama ini" kagetnya saat dia teringat semua makanan dia makan selama ini.
"Hmmmmm"
.
.
.
__ADS_1