Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
14


__ADS_3

Saat kepergian Syah, Bima langsung mendekat walau tau akan akibatnya. Mommy Syintia yang keheranan menaikkan sebelah alis matanya.


"Aku curiga, kamu ada sembunyikan sesuatu ya dari aku, bilang cepat!!," tegas Mommy Syintia. Jari Mommy menunjuk kearah muka Bima.


"Hehehehe, itu " Bima cengengesan sambil mengusap tengkuk.


Dengan terpaksa Bima langsung menceritakan segalanya yang selama ini dia yang merancang tak termasuk nikah itu di luar kuasa nya. 


"Apa kamu udah tau siapa sebenarnya calon istri yang mau di jodohin sama Syah malah kamu sembunyi darinya gitu?"


"Iya tan, aku selidik semua, aku mah cari tau semuanya, lalu aku pikir biar Syah sendiri jatuh cinta, malahhh kebalik hahahaha, tak ku sangka Allah sayang dan permudahkan urusan ku, hehehehehe," jelas Bima kepada mommy Syintia.


"Kamu bisa di andalkan... hahahahaha, ngak pa pa lah, janji Syah udah nikah sama anak teman om mu itu, benar gila kamu Bim"


"Iya benar, Eh, ngak la sampai gila tan, hahahahahahah,"


"Hahahahahaahah,"

__ADS_1


"Tante mau aku panggil dokter ngak, ngakak mulu, aku sungguh rasa merinding amat tan" ucap Bima santai malah.....


"Aaaawwwww, tannnnn, sakit tannnn, Ammpunnn," langsung telinga Bima di jewer tanpa ampun.


"Lagi ngaco kamu, pergi Kamu aku mau istirahat.. ntar aku lapar aku manggil PAk Jojo aja,"


"Iya tan, permisi, selamat beristirahat Nyonya Syintia" canda Bima langsung keluar tanpa menoleh karena pasti di lototi oleh tantenya.


Bima dapat pujian dari tantenya. Namun hal itu tidak di ketahui oleh Om nya karena masih di rahasiakan oleh Bima. Bima bersama Pak Jojo beristirahat di ruang sofa di luar kamar rawat itu. 


Berselang beberapa menit, mommy mendapat panggilan dari suaminya yang mengatakan besok sore dia akan pulang dan meminta Pak Jojo menjemputnya di bendara.


Setelah itu, Syah pamit pulang ke apartemennya. Membereskan semua pakaian yang harus di bawa esok kerumah istrinya dan juga pakaian ganti. 


Langsung Syah merebah kan tubuhnya di atas ranjang. Merasa lelah dengan segala yang menimpanya dalam masa satu hari. Hanya beberapa detik Syah terus berada di alam mimpi.


Sedang di sisi lain, tepatnya diruang kamar Dira, dia terbayang gimana saatnya dia bersama pria lain yang tidak ia kenali tinggal seatap malahan sekamar dengannya. Langsung tidak terpikir olehnya dalam masa terdekat ini dia memiliki suami. 

__ADS_1


Dia menatap langit di kamarnya untuk jangka masa waktu yang lama. Sangat sulit baginya untuk memejamkan mata. Sampai dia tertidur tanpa selimut.


...🌻🌻🌻...


Pagi yang begitu dingin setelah hujan deras kemarin membuat semua makhluk masih terlena di bawah selimut. 


Tak terkecuali Dira . Lantas pagi itu Dira malas untuk bangkit dari tidurnya. Saat dia terjaga dia melihat keliling kamar lalu berhenti menatap sesuatu dan berkedip matanya melihat benda asing yang berada di kamarnya.


"Koper?? Milik siapa??"  ucap Dira sangat terkejut bila terdapat koper kecil di kamarnya.


Memikir sejenak langsung sekilas melihat keadaan dirinya lalu menutup mata dan wajahnya dengan tangan.


" Ya Allah jam berapa ya?," ucapnya Dan Pipi Dira seperti tomat yang masak ranum karna malu. Dira hanya memakai dress tidur satin yang nipis sebatas paha tanpa dalaman.


"Malu ahhhhh..," langsung Dira ke kamar mandi guna sekalian bersiap untuk kekantor.


Setelah melakukan rutinitas di kamar mandi. Dira bersiap dengan pakaian formal kantor layaknya seorang CEO. Sungguh berkarisma. 

__ADS_1


.


__ADS_2