
Di mobil, Bima sebagai pengemudi, Om Don duduk di samping Bima dan Tuan Alex di kerusi penumpang yang masih dalam penasaran dengan apa yang terjadi.
Gusaran, ragu, panik, semua bercampur.. terlihat di wajah mereka.. siapa??? Mereka itu kedua pria berbeda usia iaitu si Bima dan si Don. Khawatir tahap tertinggi. Mengerikan melihat wajah bos besar mereka.
Senq asisten Tuan Alex menaiki mobil lain yang turut mengikuti mobil yang di naiki oleh atasannya. Mereka siap sedia dengan segala kemungkinan.
Sepertinya akan ada sesuatu yang akan terjadi di luar duga. Seno menghubungi beberapa bodyguard untuk siap sedia.
Setelah Bima mula menancap gas, Tuan Alex mulai bersuara serak menahan kemarahan yang memuncak.
"Jelaskan.... apa yang terjadi Don," tanya Tuan Alex kepada temannya merangkap asisten peribadi Dira.
"Ermm, itu--," gugup Om DOn melirik seketika Bima dan BIma mengangguk memahami maksud Om Don.
"Begini Lex," tanpa embel-embel Tuan karna mereka bicara santai saat di luar kantor.
"Dira dalam bahaya, Arya sepupunya Dira lah yang menjadi punca segala pemasalahan dalam perusahaan Lex, aku belum mengabarimu karna permintaan mereka. Lagipula perusahaan sudah kembali pulih," jelas Om Don singkat.
"Jadi? Ini maksudnya apa, Arya masih berdendam?? dan..... yang menghubungimu bukankah tadi itu suara anakku yang masih di luar negeri, atau kalian?? Bima!! apa semua ini olah mu??," tanya Tuan Alex masih bingung dan penasaran. Banyak persoalan yang berada di benaknya.
"AAA---Ku, hmm," Bima yang mengedali mobil terus gugup dan....
"SSSRREEEEETTT," rasa takut pada pamannya masih berleluasa, sampaikan kurang fokus pada jalan hingga hampir menabrak mobil yang berhenti saat traffic light kembali merah.
"AstaqfiruAllah......Bima, tenang .. kamu fokus, biar aku jelaskan semuanya," pesan Om Don panik dan Bima mengangguk.
" Maaf," sahut Bima.
__ADS_1
"Huuufff, begini Lex," Don mulai bicara.
Om Don mencerita kesemuanya, dari awal Syah datang ke kota itu, tujuannya dan juga kesemua tanpa sedikit pun tinggal. Termasuk pernikahan dadakkan antara Syah dan Dira. Itu bukan rencana Bima. Tapi takdir sebaliknya memudahkan urusan orang tua Syah.
Tuan Alex terdiam seketika. Bima yang panik dengan situasi yang tegang ini hanya melihat dari pantulan wajah pamannya yang serius dan tegang.
Saat fokus mengendali Bima mendapat panggilan dari salah seorang orang suruhannya. Om Don mengambil benda pipih itu dan terus menekan layar hijau dan meng loudspeaker kan ponsel itu.
📞"Hello"
📞"Ya teruskan,"
📞" Saya sudah menemukan di mana Nyonya muda bos,"
📞"Katakan cepat!!,"
Bima melajukan mobilnya dengan bantuan orang-orangnya yang berjaya melacak ke beradaan Dira.
"Jadi ini planing kamu Bima, yang menuruti kemahuan Syah tanpa mengabariku terlebih dahulu,haa!!,"
"Ma-Maafkan aku Paman, aku terpaksa," jawab Bima gugup memohon maaf.
"Jadi Syah sudah menikah?, dengan Dira??, gadis yang sepatutnya aku jodohkan untuk Syah??" pertanyaan dari Tuan Alex yang tegas ....lagi membuat kedua insan di depannya semakin gugup dan takut.
"IIi---Iya," serempak mereka menjawab kerana gugup.
"Temui Dira cepat kemudian pastikan dia dalam keadaan selamat dan tidak ada sebarang lecet sedikit pun!!, ngerti??," tegas Tuan Alex mulai gelisah kerna keadaan yang sungguh panik lalu menghubungi asisten nya yang ada di mobil belakang.
__ADS_1
📞"TUan," sahut Seno menerima panggilan.
📞"Kalian pergi ke hotel Armanda dan cepat selamatkan menantuku Dira, Kamu tau kan apa yang harus kamu lalukan, selamat kan menantuku Dira dan update segalanya nanti, aku menyusul kemudian," jelas Tuan Alex lalu mematikan talian dan melihat mobil asistennya melaju memotong mobil yang Bima kemudi dan di ikuti oleh 2 mobil lagi. Ya bodyguard Tuan Alex. Mereka terus melaju.
Om Don dan Bima saling berpandangan dan tersenyum. Mereka kerasa sedikit lega.
Dalam masa yang sama mereka juga mengabari keberadaan dira kepada Syah.
Namun lain pula di dalam pikiran seorang pria usia paruh baya namun tampan yang berkuasa itu. Walau dalam keadaan panik masih berpikir untuk menghukum mereka yang langgar perintahnya..
"Apa kalian ingat kalian boleh menghindari ku dengan apa yang kalian lakukan, Kalian bertiga aku hukum setelah semua selesai, ingat BERTIGA !!!! " senyuman mereka memudar. Lalu mereka fokus ke jalan.
"Cepat bereskan....aku mau segera selesain, Si Riaya apa namanya itu perlu di habisi!!, CEPATTT!!," emosi tuan Alex memuncak kerna memikirkan kondisi serta keadaan Dira yang berada hotel. Ya...kenapa di hotel.
"Moga Baik Baik aja Dira, ya Allah gusti lindungi menantuku," gumam Tuan Alex khawatir.
Perasaan takut dan khawatir mereka sudah pun berleluasa di otak mereka. Berpikiran negetif yang mungkin akan berlaku susah di hindar.
Gelisah, apa Syah sudah menerima chat lokasi tempat di mana Dira di bawa.
Kegelisahan makin tidak dapat dibendung lagi. Mereka bertiga diam membisu di dalam mobil. Mereka berdoa di dalam hati semoga Dira di lindungi.
.
.
.
__ADS_1