Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
38


__ADS_3

Usai melakukan rutinitas mandi. Tanpa adegan ++seperti yang di janjikan oleh Syah. Mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka dengan segara memakai pakaian yang telah di sediakan oleh Bima sebentar tadi.


Ya mereka asisten terbaik yang sudah siap dengan semuanya tanpa perintah dari atasannya yang juga sepupunya.


Bima ada memberitahu bahwa daddy Alex mahu ketemu mereka berdua sore nanti bersama dengan Om Don. Sejenak Syah berpikiran...


Dira yang telahpun menghubungi secraterynya sebentar tadi memaklumkan dirinya tidak ke kantor dan mengambil cuti. Juga segala urusan buat sementara bakal di urus oleh Om Don.


" Aku perlu berterus terang setelah makan siang sebelum ketemu daddy.....huuuuuhhhh," jantung Syah mulai gak nyaman dengan kemungkinan yang akan terjadi sebentar lagi.


" Apa yang kamu ngomelkan mas....,"tanya Dira penasaran.


" Sinih sayang," pipi Dira mulai merona masih belum biasa dengan kata sayang dari suaminya.


"Duh kamu bikin gemas dong sayang," lagi dan lagi Syah menggoda istrinya.


"Masss iihhhhhh, aku malu,"


" Udah jangan malu, itu panggilan ku buatmu, Kamu ngak suka?? Apa mau nukar yang lain, honey, darling, mannjaa, atau----,"


"Ngak ah a--aku suka," ucap Dira menunduk malu.


"Gemes Aku lihat Kamu, Kamu juga boleh panggil Aku sayang atau ayang atau yayang, hihihi, " sambil tangannya memicit hujung hidung Dira yang gemas.


Saat mereka bersantai tanpa permisi perut Dira mulai berbunyi riang😁.


"Opst Maaf mas, Aku laper," Saat ini Dira menutup wajahnya dengan bantal yang ada di sofa berhampiran.


" Hahahahah, maaf buat kamu lelah sayang sampaikan aku lupa sarapan pagi, bentar ya aku nelpon,"


Tidak sampai 30 menit makanan mereka telah terhidang di ruang tamu kamar hotel tersebut. Dan di tata cantik seperti mereka berhoney moon.


"Mas kok banyak sih, kita makan cuma berdua aja Kan, mubazir" tanya Dira.


" Sila Tuan Nyonya,"


"Terima kasih,"


" Tuan Nyonya???, Masss... Kenapa mereka ber embel -embel gitu sih mas...,"


" Biarin.... Kita makan dulu...setelah ini Kita bicara," balas Syah santai dan Dira seperti tertanya-tanya.


" Yuk kita makan katanya tadi laper....,"


"Tapi...., Ini kebanyakkan," ucap Dira.


"Udah di Coba dulu makannya, belum di coba malah di omelin terus,..hemmmm bentar, kalau makanan ini habis.... gimana...kamu harus kasi Aku hadiah...hihi," Syah mulai mengoda istrinya.

__ADS_1


"Iiihhhhh, hadiah apaan, mengada-ngada" Dira Udah tau arah di mana omongan suaminya, langsung duduk dan terus dengan makanannya.


"Hahahahahah, jangan galak-galak dong sayang," tawa singkat dan langsung merebut piring Dira.


"Mas...... Kenapa lagi sih, Aku laper," kata Dira manja.


"Huhhhh, kalau kayak ginih Kita ngak usah makan, Kita makannya di situ aja, hmmmm," goda Syah lagi jarinya menunjuk ke arah ranjang pertempuran mereka dan percuma saja Syah di cubit di pinggang nya oleh Dira.


"Mas!!," 


" Iya, hihi, aku suapin...sinih.....Aaaaa," Syah mengarahkan tangannya ke mulut Does.


"Duhhhh...Bagus, anak pinter," Dira yang sungguh bangga mempunyai suami yang selalu romantis dan memanjai dirinya. Sungguh siapa saja tidak jatuh cinta. Iya kan😍.


Pihak hotel menyediakan makan siang dengan layanan terbaik untuk nyonya muda mereka guna memohon maaf atas kesalahan dan  kecuaian mereka.


...💝💝💝...


📞" Hello bang Kamu di mana, aku sudah selesai makan nih, Aku mau kita bicara dulu sebelum kita ketemu daddy,"kata Syah kepada Bima.


📞" Hmmm, bentar aku sama om Don ke kamar mu,"


📞" Hmm," balas Syah singkat lalu mematikan sepihak.


" Kamu nelipon siapa mas??,"tanya Dira melihat ke arah suaminya."


"Kamu rasa siapa ya yank," 


"Duh males aku meladeni kamu, di tanya malah di tanya lagi, eeeeeee," gemas Dira lantas bangun dari duduknya namun tangannya di capai oleh Syah dan ditarik duduk semuladi sebelah nya.


"Canda sayang, duh...ngambek ya, makin cantik nih, istri siapa ya, hihi,"


"Mas ihhhh ngak lucu dong,"


"Hahahahaha, iya iya dong, hahaha, sinih aku mau bicara penting dan sebelum itu aku mohon maaf dulu," Syah mula bicara serius membuat Dira penasaran seperti apa yang mau Syah bahas.


"Sepertinya penting aja nih mas, aku jadi merinding sih, apaan dong, jangan macam-macam," takut Dira melihat pandangan serius dan tegas menbuncah di wajah suaminya.


"Maafkan aku Dira, aku telah merahasiakan idintitas ku yang sebenarnya jauh sebelum aku datang ke Kota ini," ucapan Syah membuat Dira heran.


"Hmmm??,"


"Aku ....sebenarnya ......hmmmmm.... namaku Andrew Syah Putra.....,"


" Ya tahu kok....kenapa dengan namamu.... Hmmm...," Sambil kedua tangan Dira di usap lembut dan mencium penuh kasih sayang oleh Syah dan langsung berkata....


" Dira .... Jangan motong .... Dengar ya.... Namaku Andrew Syah Putra Alex Armanda....," Dira kaget lalu menutup mulutnya yang ternganga dengan tangan kanannya.

__ADS_1


"Massss Putra ...... anak paman Alex..... Maksudku Tuan Alex.... Bentar Aku....hmmmm.... Mas..... kamu---- Syah?? Kamu tau gak... Kita ini.....duh gimana ya....Aku nih-----," kegugupan Dira di potong dengan panggilan telepon dari Om Don.


Syah pula melihat Dira yang gugup turut merasa aneh karena Dira tidak langsung bertanya lanjut tetapi hanya menyebut nama Daddynya. Syah mendengar percakapan Dira bersama Om Don. Ada juga menyebut nama Daddynya dan Syah semakin heran dengan raut wajah Dira yang masih gugup ketika menyebut nama Daddy nya.


" Apa kena mengena daddy dengan Dira ya, kok sepertinya ada sesuatu di antara mereka," batin Syah sudah memasang sikap waspada kerna mungkin Ada sesuatu yang di luar jangkaannya.


Saat Syah ingin menghampiri Dira, satu panggilan masuk berhasil menghentikannya...


📞" Hello bang, apaan??,"


📞" Sudah selesai makannya Syah, Tuan Besar mau ketemu,"


📞" Duh sepertinya ada gunung merapi akan meletus nih bang, kamu juga ikut dengan ku juga...iya Kan,"


📞" Hahahahahah rasakan,"


📞"Kamu bang yang mulai semuanya, bukan salahku sendirian,"


📞"Tapi, ini semua ide Kamu, Kamu juga harus berada dekatku,"


📞" Iya dong iya, Kita doakan ngak bakalan terjadi sesuatu yang sadis hahahahahahah,"


📞" Banggggggg bimmmmmm," teriak Syah bersamaan ngakak Bima hingga Syah kesal dan cemas lalu mematikan panggilan.


" Mas .....kenapa??," Tanya Dira menepuk pundak Syah lantas membuat Syah hampir melepaskan ponselnya.


" Ya Allah maaf mas, napa kaget gitu, siapa yang nelpon kamu sih mas," Tanya Dira lagi.


" Bang Bima yang nelpon, hmmm daddyku mau ketemu di kantornya, sebentar lagi dia jemput Kita di lobi,"


"Se---sekarang mas, a--aku takut mas, daddy mu tau ngak siapa aku mas," gugup Dira tak menyangka suaminya adalah pewaris tunggal Armanda yang ingin di jodohin oleh orang tua nya.


" Ngak!!! Hanya saja namamu, tapi malam kemarin sepertinya sudah menjelaskan kepada daddy, mungkin itulah sebab nya daddy mau kita bertemunya,"


" Mas!!! Kamu belum jelaskan mengapa kamu kabur dari keluargamu dan memilih untuk ke Kota ini,"


" Hmmm itu, hmmm, a----ak---aku kabur dari perjodohan," ucap Syah lalu mengusap mukanya. Dira melihat wajah suaminya lantas tersenyum tidak di sangka jodohnya memang untuk mereka...mau jauh kemana pergi akan tetap bersatu.


"Duh, kasian mas main kabur- kabur segala tapi kayaknya ngak jadi Kan, hahahahah malah di pergok bapak-bapak tetanggamu, NIKAH PAKSA!!!," saja menekankan perkataan itu Dan menghambur pelukkan mesranya kepada suaminya.


" Nih Udah pandai main peluk-peluk duluan nih, kamu juga pintar juga meledek ku ya..hmmm," Langsung membalas pelukan istrinya dan mendaratkan ciuman di kening Dira.


"Mas bentar lagi mesti Ada kejutan yang akan kita terima," gumam Dira sendirian.


.


.

__ADS_1


👉👈jangan lupa like komen gift😁💃


__ADS_2