Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
13


__ADS_3

Jam menunjukkan 0000 WIB, kejadian yang membuat Syah hampir pitam, orang yang disanyangi, dicintai dari lahirnya dia, mengalami sesuatu yang membahayakan di depan matanya. 


Mommynya hampir saja dirampok, dia sungguh menyesal kalau ada sesuatu yang buruk terjadi pada mommy nya itu.


Segala tentang keberadaan dia di Indonesia, di bantu oleh Bima yang seharusnya di rahasiakan demi dia dan perusahaan cabang hasil usaha daddy dan temannya. Itu yang di beritahu oleh Abang sepupunya Bima. 


"Bim kamu?," kaget mama.


"Maaf tante, sungguh aku terpaksa kerna dia," lalu menunjukkan jarinya ke arah Syah lalu Syah hanya menajamkan matanya dan memberi pukulan di lengan pada Bim.


"Apaan aku sih" kesal Syah melipat tangannya sambil melotot.


"Sudah duduk kamu Bim, jangan pada kemana-mana" tegas mommy Syintia kepada Bima. Bima menelan salivanya karena tau akan ada banyak omelan yang akan dia dengarin. Tahan saja telingamu🤣.


"Mom, aku ada satu lagi yang sangat penting dalam hidup mati ku mom," ucap Syah dan mommy melihat kesungguhan dari bicara dari anak kesayangnya.


"Hah? Hidup mati, apaan sih kamu," heran mommy mulai jantungnya deg degan.


"Iya maaf mommy ku sayang, aku akan jelasin semuanya...


"Apaan ini, jangan macam-macam kamu Syah" panik mama.


"Sebenarnya itu... a---ku udah ni-nikah," gugup Syah.

__ADS_1


"Apa!!!??" Kaget mama matanya membulat besar melotot kearah anaknya dan berakhir ke arah Bima yang menutup sebahagian mukanya dengan tangan.


"Kamu jangan main-main Syah, kamu nolak perjodohan malah kamu terus nikah, eh!!! nikah dengan siapa kamu!!!, apaan kamu sih Syah, kamu saja ya mau bikin mommy pusing lagi, Bim jangan bilang kamu tau semua ini,"


"Maa ---Maafkan sekali lagi tante, tapi perkara nikah ini tidak main-main tan," jelas Bima.


"Mom semua terjadi dengan mendadak," jelas Syah lalu Bima menceritakan dari awal terjadinya nikah dadakan itu.


"AstaqfiruAllah.... Jadi kamu pura-pura menjadi karyawan OB di perusahaan istri kamu, Bim?" kaget mommy lalu menutup mulutnya yang melebar. Bima meng iyakan.


"Iya mom," menunduk dan mengaru tengkuk yang tak gatal.


"Ck ck ck,"


"Mommy sudah ah, ngakak mulu.... arghhh aku pulang dulu, lagian udah larut malam, esok aku harus bangun awal"


"Iya Iya hahahahah, mengapel,menguci, mengelap, bikin kopi-----,"


"MOOMMM,!!!!" kesal Syah melihat Mommy nya mengakak terus.


"HAHAHAHAHAHAHAH, " tawa mommy keras dan bernasib baik kamar rawat mommy kedap suara.


"Bagus kamu Bim, biar rasa dia jadi OB, hahahahahahah," Bim hanya tertawa sambil menutup mulut karena takut dengan tatapan Syah yang kesal.

__ADS_1


"Mom aku pulang, besok aku harus bangun pagi-pagi,"


"Iya Iya harus urusin istrimu, hehehehheeh," terus saja mommynya menggoda anaknya. Bertambah kesal Syah.


"Udah ahh mom, besok siang aku kemari lagi, bang Bim aku pulang duluan, kamu tolong jagain mommy ku,"


"Baik Tuan Muda, hehehehe,"


"Cieeee yang udah punya istri," goda mommy Syintia.


"MOM!!!!," kesal Syah lalu terus ke luar dari kamar rawat mommynya dan kedengaran sisa tawa dari mommynya sebelum menutup rapat kamar rawat itu.


Saat kepergian Syah, Bima langsung mendekat. Mommy Syintia yang keheranan menaikkan sebelah alis matanya.


"Aku curiga, kamu ada sembunyikan sesuatu ya dari tante, bilang cepat!!," tegas Mommy Syintia. Jari Mommy menunjuk kearah muka Bima.


"Hehehehe, itu " Bima cengengesan sambil mengusap tengkuk


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2