
"Kalau kamu benar-benar berubah, ya aku maafkan," saat ini Dira mulai sakit di kepala dengan pusing yang amat menyakitkan.
"Dir kamu kenapa .....Aku nyuruh kamu makan tadi malah kamu----, Dira Dira," panggil Arya langsung menghampiri Dira yang mulai pingsan.
"Hahahahahaha, aku sudah bilang kan sama kamu, jangan pernah bermain dengan aku, dendam tetap dendam!!!," Ucap Arya dengan perasaan dendamnya.
Dia menghubungi seseorang yang bisa diandalkan dalam urusannya.
📞"Hello bro, sekarang!!!"
...🤐🤐🤐...
Tuan Alex mundar-mandir, gelisah tak menentu. Ya kekhawatiran Tuan Alex membuat dirinya berpikir, bagaimana dia tidak mengetahui segalanya. Orang bawahannya di mana?. apa mereka tidak bekerja?.
Tuan Alex mulai rasa takut jikalau anak temannya di pergunakan sebagai alat dan ada yang mengambil kesempatan dari kekayaan Felio temannya yang merupakan ayah kepada Dira.
"Arghhhhh, di mana Bima dan DOn, aku sudah membayar mereka untuk mematai Dira, apa mereka makan gaji buta!!," tegang Tuan Alex mengomel sendiri dan menunggu kehadiran Bima dan Don.
"Kok kelamaan," tanya Tuan Alex lagi kepada Assistennya.
"Sebentar lagi mereka datang Tuan Besar," kata Sero asisten nya tenang.
"HHmmm," Tuan Alex hanya berdehem dan menunggu di kerusi kebesarannya di Perusahaan Armanda yang memiliki cabang hotel ternama, Hotel Armanda yang berdiri megah.
TOK
TOK
TOK
Assitent Tuan Alex langsung ke arah pintu ruangan kantor dan membukanya. Terpampanglah muka kedua orang yang telah di upah untuk menjaga Dira dan mematai Dira. Dengan muka pucat dan ketakutan mereka terus menghampiri meja Tuan Alex yang lama menanti kedatangan mereka dengan penuh emosi.
"Se---Selamat So--sore Tu---tuan Besar ," gugup mereka di saat melihat wajah Tuan mereka yang tidak bersahabat.
"HHmmm," Tuan Alex Hanya menjawab singkat.
__ADS_1
"Kalian tau Dira sudah bernikah????!!!!!," tanya Tuan Alex ketus tanpa memandang kearah kedua pria yang tampan walau berlainan generasi lantas mereka terkejut saling berpandangan.
Sepertinya mereka sudah dapat merasai ketegangan dari seorang yang cukup berpengaruh di hadapan mereka.
"I---iituu," kata Bima gagap dan menyenggol siku Om Don berharap membantunya.
"Kalian sudah saling ,mengenal??? ," tanya Tuan Alex kepada kedua pria itu kembali.
"Jawab!!!!," bentak Tuan Alex.
'I--iya Tuan," jawab mereka gugup.
"Apa yang kalian sembunyikan ..ha??, aku mau kalian jelaskan sekarang!!, "
"A--aku-- ," belum sempat Bima mulai bicara ponsel nya berdering.
"Berisik!!, matikan ponselmu!!," Saat melihat benda pipih itu, Bima terkejut.
"Syah??," gumam Bima yang masih di dengari oleh Tuan Alex.
"Ngak tahu tuan, Saya pamit sebentar saya jawab dulu panggilan ini," pinta Bima..namun...
"TUNGGU, LOUDSPEAKER!!!," bentak dari Tuan Besar langsung mengikuti arahan tanpa memikirkan apa yang akan berlaku setelah ini.
"Ta--tapi," saat melihat mata dan wajah tuannya yang gerun Bima menurut.
"Baa-baik," dengan terpaksanya Bima meletakkan hujung jarinya dan menolak ketepi lalu menekan loudspeaker seperti keinginan Tuan Alex. Bima bersama Om Don menelan saliva dan keadaan mereka kelihatan amat pucat.
📞"Hello bang.......bang.....kamu dengar ngak!!," Panggil Syah cemas.
📞"Hel--hello, hheemmm," berdehem guna menghilangkan gugupnya setelah di senggul sikunya oleh Om Don yang berada di sebelahnya.
📞"Assalamualaikum Tuan Muda, kebiasaaan kamu..... Mau ngapain,"
📞"Walaikumusalam, maaf, Om Don ada di situ ngak??, aku nelpon dia kok ngak di angkat ya," Bima bersama dengan Om Don kaku dengan tatapan Tuan Alex yang sepertinya gunung merapi yang akan meletus saat itu juga.
__ADS_1
📞"A--Ada ini, kenapa Syah, aku serahkan padanya ya" kata Bima santai tapi menahan rasa ketakutan yang selepas ini akan mereka hadapi.
📞"Hmmm, hello ya Tuan Muda, ada apa, maaf saya--- ," belum sempat Om DOn habis bicara Syah memotong.
📞"Om, Dira ada ngak hubungi om, Dira ngak pulang lagi, aku ngak punya nomor setiuasaha dia, kantor sudah ngak ada orang, aku masih di cafeku, Buk yum bilang Dira belum pulang, aku coba banyak kali call Dira tapi ngak di angkat juga.OOOOMMMM dengar ngakkkk!!!," Cemas Syah lagi.
📞"I--ii--iya bentar aku hubungi Laili, jangan putuskan panggilan ini dan aku loadspeaker," Don mengambil ponselnya dan melihat banyak panggilan dari Syah dan DIra bergantian. Dan Om Don terus menghubungi Laili.
📞"Hello Laili, kamu tau kemananya Bu Dira?!!,"
📞"Iya sebelum pulang tadi dia pesan pada saya bahwa dia mau ketemu dengan Pak Arya di cafe Q, dia juga sudah hubungi Pak Don juga Tuan Putra namun kalian tidak menjawab,"
"AAPAAAAA!????," kaget Bima, Om Don dan Syah serentak membuat Tuan Alex tak kalah kaget.
"Apa semua ini, siapa Putra oh dialah suami Dira, lalu apa kena kena memgena dengan Syah, Arya pula,..ihhhhhhssssss," pusing kepala Tuan Alex bisik hatinya.
📞"Terima kasih Laili," ucap Om Don.
📞" Bagaimana kalian bekerja, mana orang-orang mu, sudah ku katakan... pantau semua kegiatan Dira, kemanapun dia pergi, apa kalian tidak mendengarku," Jelas Syah geram dengan emosi yang memuncak
📞"Tuan Muda Ma-maaf kan saya-" rayu Om Don.
📞"Sudah!! suruh bang Bim melacak di mana Dira sekarang, aku segera menuju ke cafe Q, pastikan orang-orang kita temui DIra secepatnya"
📞"Baik Tuan Muda," Syah mematikan sepihak. Dan......
"APA SEMUA INII!!!!," bentak Tuan Alex.
"MAaf kan kami Tuan, Arya amat berbahaya saat ini, kita perlu selamatkan Dira, setelah ini kami akan cerita kan semuanya," Jelas Om Don dan Bima mengangguk tanda benar.
"Aku ikut!!, tegas Tuan Alex.
" Hah!!," Mereka tidak diberi pilihan hanya mengangguk. Lalu Asisten Tuan Alex menghubungi seseorang untuk datang membantu mencarik keberadaan Dira.
"Baik Tuan Besar, " tanpa membuang masa, mereka bergegas ke pantai lobi Dan mengambil Mobil milik Om Don.
__ADS_1
Bersambung.....