
"TOK TOK TOK," pintu kamar ruang Dira di ketuk.
"Masuk," Dira bersuara.
"Maaf bu ganggu, ada Pak Arya ingin ketemu," ucap Laili saat pintu di buka.
"Hmmm, benarkan dia masuk,"
"Mau apa lagi dia??," gumam Dira malas meladeni sepupunya.
"Silakan Pak," ucap Laili kepada Arya.
" Makasih Laili sayang, kamu makin cantik," ucap Arya mengoda sekreteris Dira itu.
"Hm, makasih Pak," ucap Laili menggeleng dan menunduk hormat.
Arya melangkah masuk ke ruangan Dira, Arya melihat keliling kamar ruangan itu. Dia kagum.
"Hai Dira, lama ngak ketemu, kamu bagaimana keadaamu, sihat?,"
"Erm...ngak jumpa lagi bagus.... ada apa kamu kemari, Ar?,"
" Saja, mau ketemu sepupu kesayangan,"
"Mau muntah, langsung ke pokoknya aja Ar, apa mau mu?,"
"Sombong!!, oke, aku mau kau menjadi investor di resto yang akan aku bangunkan di kota xx"
"Hahahahahah ....sudah ku duga ada mau nya,"
"Berkasnya nanti aku bawa, aku cuma mau ketemu bentar sama kamu, susah banget ya mau ketemu,"
" Sudah!!, Ngak usah banyak bicara...serahkan semua berkasnya mengenai restoranmu pada sekreterisku, nanti aku lihat dan sila keluar dari ruanganku,"
" Tenang kok dir, aku baru aja mau melepaskan rinduku,"
"Rindu endas mu!!, udah sana keluar, aku malas ngeladeni mu,"
"Oke oke, tapi aku mau cepet ya, aku ngak mau tunggu,"
"Emmm," Dira langsung mengetik di laptop tanpa melihat Arya.
"Sombong amat kau ya Dira, lihat nanti aku akan ambil alih perusahan mu dikit demi dikit, kita liat," batin Arya terus keluar ruangan Dira dengan perasaan geram.
Putra yang sedang mengepel lantai tidak sengaja memerhati gerak geri curiga dari seseorang yang dia tidak kenali.
Di saat ini dia mula menyelidik kasus yang melibatkan perusahaan Dira yang bekerjasama dengan perusahaan daddy nya sejak lama.
__ADS_1
Putra adalah Syah. Syah mengubah identitas karena salah satunya adalah untuk mengaburi mata daddynya. Syah kabur ke kota lain.
Pada waktu yang sama, Syah juga membuat janji kepada temannya yang memiliki masalah keuangan karena tidak bisa melunasi hutang.
Flashback...
"Assalamualaikum Syah, ini kamu, beneran kamu???," Tanya Fadli yang masih menunggu jawaban.
"Waalaikumusalam, iya, kamu siapa??,"
"Ya Allah, aku Fadli, kamu ngak ingat sama aku," Syah terkejut saat melihat keadaan wajah temannya itu, penuh dengan luka memar dan bengkak.
"Beneran???, Tapi kok wajahmu kayak gini, kenapa sih Fad, aku jadi ngak kenal sih," tanya Syah penasaran.
"A---ku--," Fadli memulakan bicara namun di potong oleh Syah yang meminta untuk ke kafe yang berdekatan.
"Kita ngobrol disini, lagian kamu ngak itu sepertinya baru lepas bertinju, hahahaha,"
"Iya dong," Fadli menggaru tengkuk.
"Nah terus ceritanya, ngapain begini kayaknya,"
"Aku memiliki hutang yang banyak Syah, aku meminjam uang pada rentenir, baru bentar tadi mereka mengerjain aku, karena meraka meminta semula uang mereka, tapi aku ngak punya uang, ya terus aku dibelasah, dan mereka memberi masa satu bulan untuk melunaskannya," jelas Fadli memulakan curhatnya.
"Ya Allah gimana boleh jadi gini sih," tanya Syah terkejut karena Fadli bukan lah orang miskin.
"Yang sabar ya Fad, apa rencanmu??,'
"Aku mau jual kafeku dan pulang ke kampung bersama mamaku, itu pilihan terakhirku,"
"Fad, aku sedia membantumu, kemari nombor hp mu, nanti Kita berurusan ya,"
"Terima kasih kau terlalu banyak bantu aku,"
"Ya sama-sama, aku pulang dulu ya teman, nanti aku call kamu,"
Temannya yang dia kenal semasa SMA telah bangkrut dan ingin menjual kafe yang dia miliki di kota ini.
Temannya juga sering diganggu dan hampir dibunuh. Sehingga Syah segera menyelesaikan semuanya.
Pada saat yang sama, dia juga diberitahu oleh asisten pribadinya bahwa ada masalah di perusahaan tempat mereka bekerjasama. Sepertinya ada korupsi.
Benar-benar tidak di sangka, di mana kafe dan perusahaan teman daddynya yang bergabung itu dekat sekali dengan perusahan tempatnya dia bekerja. Sangat keberuntungan banget.
Jadi sekarang Syah harus bekerja sebagai OB di perusahan itu yang di kelola oleh seorang gadis manis yang bernama Dira.
Semua dilakukan tanpa sepengetahuan daddynya.
__ADS_1
"Aku akan selidik," batin Putra langsung ke bilik persalinan untuk menghubungi asisten nya Bang Bima.
"hello bang sayang,"
"Assalamualaikum, kebiasaan kamu,"
"Waalaikumusalam, maaf bang, hahahahah,"
"Mau apa kamu anak kecil,"
"Aku udah besar ya bang, jauh lebih ganteng dan gagah darimu, hhhahahhah"
"Udah candanya,"
"iya iya, hahahahah, gini bang, aku udah target seseorang kayak nya mencurigakan, jadi aku mau bang Bim kirimkan seseorang untuk menyelidiki dia"
"Baiklah tuan muda ku," canda Bima malah di ketawai oleh Syah.
"AHahahha, terima kasih asisten ku sayang, aku tutup dulu, nanti kamu kabari semula"
"hahahah iya,"
Syah/Putra kembali dengan mood cool mood seorang OB. Membereskan semuanya kerjaannya.
Setiap langkah kakinya selalu di perhatikan oleh semua karyawan di kantor itu.
"Ganteng banget ya aku, hahahahahah," gumam Syah dalam hati terus menuju ke pantry sambil membawa alat mengapel.
Setelah sore tiba. Syah terus membereskan sisa kerja nya dan turun ke lobi langsung terus ke tempat parkir motornya.
Tidak disangka dia melihat Dira menaiki mobil sendirian. Mereka bertemu pandangan tapi Dira dengan cepat mengalihkan padangan.
"Bu bos, sungguh cantik kamu, tapi kamu sungguh galak," gumam Syah hanya menggeleng melihat gelagat atasannya.
"Ahhhh aku udah terlambat nih kayaknya," Syah mengambil hp nya.
📞Hello, Fad, aku rasanya tiba di rumahmu dalam satu jam lagu, maaf ya datang kemalaman.
📞Ngak pa pa bos, buat apa saja bisa, hihi,"
📞Ada saja kamu, aku tutup ya Fad,"
Ketika Syah sedang mengendarai sepeda motornya sendirian, tanpa sengaja dia bertemu mobil yang sama dengan mobil Dira di traffic light yang sama.
"Mau kemana dia???,"
.
__ADS_1
.