Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
20


__ADS_3

Setelah 1 jam buk Yum dan Syah bergaduh bersama dengan peralatan dapur. Tanpa mereka sadari, ada sosok yang melihat keakraban Buk Yum dan Syah ketika itu.


Sangat bernasib baik, apa yang dibicarakan mereka tidak didengari oleh Dira.


Dira baru menyedari Syah seorang yang mudah ramah. Dan terlebih terkejut mahir dalam memasak.


"Jadi benar selama ini dia yang masak untukku, tapi kok mahir banget seperti koki" gumam Dira langsung masuk ke dapur ingin membantu.


Mereka terkejut dan bersamaan menoleh karena merasakan ada seseorang menghampiri mereka.


"Emmmmm enak baunya, udah siap??, ada yang perlu ku bantu" tanya Dira lembut membuat jantung Syah semakin parah memompa.


"Udah siap semuanya nak, tuh pangeran ganteng yang nyiaping semua nak" balas buk Yum menyeringai.


"Hahahah ganteng banget ya Buk, aku naik mandi dulu ya, bau asem nih, hihihi"  langsung syah mendekat ke arah Dira terus mendaratkan ciuman di pipi Dira. Dira melotot terkejut. Saat ini Syah sudah berlari arah tangga menuju ke kamar mereka untuk segera mandi.


"Iiiiihhhhh MAASSSSS!!!" teriak Dira kesal.


Dira malu lalu menutup mukanya. Buk Yum menggoda terus.


"Cieeeeee yang lagi di sayang- sayang ama suami," ledek buk Yum sengaja membuat Dira bertambah malu.


"Apaan Buk, eeeeee,"


"hhihihihi" Buk Yum terus menata makanan yang baru saja di masak tadi di meja makan beserta piring dan jus jeruk di bantu oleh Dira.

__ADS_1


Berselang 15 menit, Syah turun dengan pakaian santainya, kaos putih dengan celana pendek warna abu-abu.


Dira melihat tertegun saat Syah menuruni tangga, tanpa berkedip. Mulutnya melongo.


"Tutup mulut tu Dira hihihihi" ledek buk Yum sambil menutup mulut nya agar tidak ketawa melihat majikannya terdiam mematung.


"Apaan sih buk"


" Pangeran ganteng datang dari lantai dua, kan bu Dira, hahahahahaah," ledek Buk Yum lagi dan lagi.


" Bukkkkk," malu Dira menunduk menutup wajahnya yang memerah.


" Udah Ayo makan, bukkk jangan diledek terus istriku.." ucap Syah tersenyum senang.


"Hihihi peeeess," bu Yum menaikkan tangan membentuk 'v'.


"Mas ini cukup?"


"Iya cukup terima kasih, nanti aku mau nambah aku kabarin"


"hmm, iya mas"


Hanya mereka berdua di meja, Buk Yum memberi masa untuk mereka berduaan. Ada rasa gembira di hati Buk Yum dan terharu. 


Moga kekosongan hati Dira dapat dipenuhi dengan kasih sayang dari orang yang dia cintai dan membuka hati untuk mencintai suaminya.

__ADS_1


"Mas"


"Hmm, sejak kapan kamu pandai masak?"


"Tuan Google membantuku, heheheheh," sambil membentuk V di jari Syah. Syah tau Dira akan menyoalnya karena melihatnya di dapur tadinya.


"OOO, tapi kayaknya kamu lebih mahir dari tuan google kok, aku saja ngak pernah ke dapur," malu Dira lalu menunduk mengunyah makanan nya.


"Ngak pa pa istriku, aku ngak perlu kamu yang masak, tenang aja, heheheh, biar aku yang akan masak untuk istriku permaisuri hatiku yang aku sayang" sambil menoel hidung Dira yang lama di angurin .


"Ihhhh mas Udah terus makannya jangan ngengombal terus...ihhh"


"Apanya...Hanya dengan mu aku ngengombal kok, tapi ini benar ya yank" Syah mendekat lalu berbisik lagi.


"Masss," malu Dira membuat jantungnya langsung berdetak laju.


"Hahahahaha, Cepat makannya sayang, aku tunggu kamu di kamar"


"Ke kenapa di kamar mas, ma--mau apa?" Gugup Dira susah payah menelan sisa makannnya.


"Hahahahaha aku mau makan kamu, haaauuummm, hahhahahhah" ucap Syah membuat gaya cakaran macan terus meninggalkan Dira mematung menatap kepergian suaminya.


Buk Yum melihat hanya menggeleng kepala sambil tersenyum melihat pasutri baru itu.


.

__ADS_1


.


__ADS_2