
"Kamu ngomong apa sayang, aku ngak dengar, coba yang jelas...," Pinta Syah mengoda istri manisnya.
"A--Aku cinta kamu," menunduk dan semakin malu dengan apa yanng barusan dia katakan.
Syah menarik lengan perlahan dan mengikis jarak dengan memeluk terus mendaratkan ciuman singkat di kening istrinya. Syukur kasih sayang cintanya di balas.
Lama mereka berpelukan dan tersadar saat hujan mulai turun. Berlari terus ke dalam kamar.
Lanjut kasmaran pasutri di kamar kini mereka kuasai.
Menuntaskan hasrat kerinduan, kasih sayang, mencintai keduanya menyelam ke dasar lautan kasmaran.
Saling bertautan, saling bekerja, saling menuju ke puncak. Melepaskan kenikmatan bersama.
Mereka rebah saat masing masing lelah dan usai menuntaskan nikmat dunia dan di selimuti rasa syukur.
"Terima kasih sayangku, cup cup cup,"ucap Syah di sulami ciuman.
Dira yang kelelahan hanya senyum membalas ucapan suaminya. Syah kembali memeluk istrinya langsung larut dalam mimpi bersama.
💤💤💤
Kedinginan pagi membuat wanita yang bernama Dira terbangun, melihat wajah pria yang telah mengajar arti cinta dan mengisi sepenuh hatinya dengan cinta darinya.
Dira mengusap lembut pipi Syah. Menyaluran rasa iba namun tersenyum dengan tingkah suaminya yang suka jahil padanya.
Dihukum oleh daddynya. Kasian namun apakan daya, lihat aja nanti.
"Puas melihatku...," kaget Dira mengigit jarinya.
"Mass iihhhh,"
"Hahahahaahhaha, lagi kamu gemesin banget gitu sampe gigit jari napa, cup cup cup,"
"Mas aku belum mandi...."
"Yuk kita mandi bareng,"
"Tap-----," belum sempat Dira berkata syah sudah mengendong Dira ala bridal style.
"AAAAAaaaaaaaaa masss," kaget Dira berteriak.
...💋💋💋...
"Mas mau kemana nih, kantor atau cafe??," Tanya Dira penasaran.
"Dua -dua, aku masuk dengan aman jadi keluar juga dengan aman di kantormu, terus aku ke cafe lihat data kewangan karna aku akan buka lagi cabang cafe di kota V,"
"Wahhhh udah maju nih kayaknya, hmmm, tahniah mas, Aku dukung apa yang kamu lakukan, eh bentar..., jadi perusahaan daddy mu itu, kata kamu, akan mewarisinya," mikir Dira.
__ADS_1
" Hahahahahha, Kamu jangan pusing, nanti kita akan bicara setelah semuanya selesai,"
"Hmm, masss, Aku ngak ke kantor tapi Aku Ada yang perlu, aku izin keluar bentar, nanti aku update apa-apa ya ya mas," pinta Dira agar Syah memberi izin.
" Ya istriku yang manis, nanti kamu sama siapa, sendirian atau sama Om Don,"
" Aku di jemput Om Don, hati-hati ya mas," ucap Dira saat Syah mulai ke arah pintu.
" Iya sayang, cup cup cup," kaget Dira lalu penepuk dada suaminya.
" Ihhhh masss ngak bilang-bilang mau cium, main nyosor aja, kaget tau," kata Dira di balas tawa oleh suaminya.
" Hihihi, dahhh sayang, Assalamualaikum," lambai Syah terus ke motor nya dari pakai mobil macet.
" Waalaikumusalam,"
Sepantas kilat Dira ke kamarnya bersiap untuk segera bertemu mommy Syintia.
Buk Yum yang melihat telatah anak yang di rawatnya hanya menggeleng sahaja. Sungguh dia cukup gembira dan bersyukur dengan kehidupan Dira sekarang.
Buk...buk...aku mau ketemu sama mertua ku hihi, mau ikut ngak, aku kenali juga, hmmmm mau," kata Dira sedikit manja.
" Ngak ah, pergilah lagi tuh di tungguin sama Don, hati-hati Don bawa menantu orang nih," canda Buk yum sambil menggoda Dira.
" Apaan buk ihhhhhh,"
" Iya buk, daaaahhhh,"
...😘😘😘...
Saat tiba di toko butik ... Kelihatan mommy Syintia sibuk dengan pilihan dress yang wowww.
"Untuk siapa itu ya, cantikkkk," gumam Dira menghampiri mommy.
" Assalamualaikum mom," Dira menghampiri dan menyalami mommy lembut.
" Waalaikumusalam mantuku yang cantik manis, sinih, neng ini aku kenalkan, Dira mantuku, cantik Kan,"
"Dira tante," senyum Dira.
" Tante Juni,...Wahhhh wah manisnya, eh bentar bukan kah dia pemilik perusahaan di tengah Kota itu neng Syin," tanya Juni.
" Iya, benar, wahhh pintar cari mantu ya,"
" Ahahahahahha, ya itu semestinya, alhamdulillah, udah kenalannya nih coba di pake, mommy milih khas untuk kamu," tanpa bantahan Dira membawa pakaian pengantin itu ke arah fitting room dan hasilnya....
"Mom....," Mommy Syintia kaku. Terpersona oleh mereka kecantikkan dari bidadari eh menantunya itu.
" Ya Allah cantikkkk, tapi nihhh apaan ya.... hahahhahaha," ucap neng Juni pada Mommy Syintia menunjukkan arah hujung jarinya pada tanda ciptaan anak nakal nya.
__ADS_1
" Ya Allah ..... anak nakal itu," Dira yang pastinya baru saja sadar akan olah suaminya di lihat oleh mertua juga teman mommy nya langsung malu dan terus menutup mukanya.
"Hahhaah, Nak Dira jangan malu ya, kami juga wanita seperti mu, hahahahah," Dira mengangguk malu dan Mula bersuara.
"Mom, boleh aku buat permintaan," mohon Dira perlahan namum di dengari keduanya.
" Apa sayang ada yang kurang sila utarakan... Ini acara mu, acara besar kamu sayang,"
" Aku sepertinya mau mula berkerudung," kaget kedua nya namun tersenyum senang.
" Alhamdulillah syukur, boleh aja sayang, Kita ubah dikit aja,...tapi dress yang sama....boleh kan sayangku,"
" Makasih tante mommy," mereka senyum membalas dan sambil berbincang Dira ke dalam menukar semula baju lalu duduk bersebelahan mommy.
" Neng jas anakku ikut potongan yang lama, dia masih yang sama ngak berubat hahahahah, juga suamiku, warna kemeja anakku samakan baju Dira serta jasnya,"
" Baiklah neng Syin, jadi tiga hari lagi ya kan, fuhhhh kayaknya ngak tidur Aku nih," Dira kaget mengapa tiga hari lagi. Bukankah.....
" Iya setelah itu kamu boleh istirahat ya bu Juni hahahahah," tawa Mommy Syintia.
" Kejam kamu, sungguh hanya buat kamu, kalau tidak Aku ngak bakalan bantu, Tau,"
" Hahahhaahha itu yang Aku sayang Kamu Jun, sayang banget, hihihi, ya udah sana kerja ya, nanti Aku mau lihat gaunnya bikin wow... ngerti,"
" Iya Nyonya besar,"
" Kita pamit ya, semoga bergadang bu Juni, daaaahhhh," Juni hanya senyum dan membalas lambaian temannya.
"Mommy, apa benar lagi beberapa hari," tanya Dira penasaran.
" Iya benar sayang, mommy ngak mau tau, kamu harus pujuk suamimu, Kita bikin dia pingsan,"
" Hihihi, mommy aku takut, ngak pa pa apa ya mommy sama daddy buat rencana gini," tanya Dira masih penasaran apa yang berlaku.
" Ngak bakalan kenapa-kenapa, kamu jangan khawatir Dir, mommy mu tau apa seharusnya, anak itu nakal banget, jadi ini balasannya,"
"Iya mom," Dira mengerti dan turut sahaja arahan mertuanya sambil tersenyum.
.
.
.
like
komen
😘
__ADS_1