
" Mau lagi?," tanyah Syah yang tidak mampu menahan melihat bibir milik istrinya.
" Ng--" Syah terus membekam bibir Dira melalui beberapa menit dan terus Dira mendorong dada Syah karena nafas yang tersekat.
Dengan nafas ngos ngosan.
"Masss," lalu Dira terus memukul dada Syah perlahan.
"Hihihi, seksi banget tu bibir, ngak tahan Aku, ermmm mau lagi ngak," Syah yang tidak mampu menahan kenikmatan bibir Dira yang sudah menjadi candu itu hanya menarik tengkuk istrinya. Tapi...
" Ngak!!!!," Langsung Dira menarik selimut dan menutupi hingga Paras mulut.
" Hahahahahahah, oke oke, yuk tidur...," Syah mematikan lampu kamar dan meninggalkan lampu kecik di tepi kasur.
Tanpa peduli penolakan Dira saat Syah memeluknya. Syah semakin mempereratkan pelukannya. Lama kelamaan Dira menjadi pasrah Dan terlena. Tak lama Syah juga lena dalam mimpi indah mereka.
... 🥰🥰🥰...
Pagi yang dingin setelah hujan deras malamnya. Syah bangkit dari tidurnya. Melihat Dira yang masih pulas dengan tidurnya langsung Syah membenarkan selimut Dira dan mengecup singkat bibir Dira. Syah langsung terus ke kamar mandi guna melakukan rutin nya.
Setelah selesai mandi Syah melangkah perlahan meninggalkan Dira yang masih di lena. Jam baru menunjukkan angka 5. Langsung Syah ke lantai bawah menuju ke dapur, ruang baru yang dia gemar di dalam rumah agam Dira.
Dengan hati-hati dan perlahan Syah menghampiri Buk Yum yang masih membungkuk di depan kulkas.
"Buk!!!"
"Allahuakhbar!!!!!," Kaget buk Yum.
"Hahahahah maaf Buk, sengaja," canda Syah kepada orang yang telah banyak jasa dalam hidup Dira.
"Ya ampun nak Putra, eh maaf Tuan Muda, kaget ibuk, nasib ibuk ngak ada riwayat sakit jantung,"
"Issk apaan Buk, ngak usah la manggil aku ber embel- embel Tuan gitu Buk,"
"hahahaha, canda nak Put.... buruk tau ngak cowok ngambek, hahahahah oh ya....Nyonya dimana Tuan Muda, masih di dalem selimut ya, hihihi,"
"Hahahaha Lagi tidur, sssssssttttttttt biarin dia, yuk kita masak buat bidadari hatiku,"
"Untung nak Dira, masnya rajin ke dapur, rasanya dunia kebalik heheheheh,"
" Bukkkkk, bilang apa barusan,"
" Ngakkkkk,......Yukkkkk maaasaaaakkkkk!!!"
"Weeeeee semangat ini ibuk"
"Semangat lah ,ibu udah ada temannya di dapur, Tuan muda lagi, hahhaha, mau bikin apa nak?"
"hahahaah Iya iya, kita masak nasi goreng sea food aja, simple, oke ngak?"
__ADS_1
"Oke Tuan Muda," Syah senyum dan menggeleng dengan gelagat BUk Yum yang mudah ramah dengannya.
Setelah acara candaan mereka, Syah terus bergaduh dengan alatan dapur, setelah selesai mereka langsung menyajikan masakan mereka ke atas meja makan.
"Udah sana Mandi.... tuh gih bangunin ratu hatimu, nanti telat ke kantor, biar ibu yang meletakkan piring dan minuman di meja,"
"Siap komandan!!"
" Hahahahahah Ada Ada saja ni anak,"
CEKLEK
Syah melihat ranjang telah rapi dan mencari keberadaan Dira. Mendengar suara air keran yang mengalir di kamar mandi langsung Syah duduk di sofa mengambil ponselnya lalu mengotak ngatik ponselnya sambil menunggu Dira keluar dari kamar mandi.
5 menit setelah Syah menunggu, Dira keluar, Syah tertegun, matanya membesar dengan susah payahnya menelan saliva saat melihat keindahan alami dari seorang bidadari yang tiba-tiba hadir.
Dira keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk dari paras dada hingga atas lutut. Dira tidak menyadari akan kehadiran Syah disitu. Lalu perlahan Syah menghampiri dan memeluk dari arah bekalang pinggang Dira dan Syah meletakkan kepalanya di atas pundak Dira . Lalu berkata..
"Astagfirruallahhh" kaget Dira dan memerah malu karena dirinya yang tidak sadar memancing suaminya.
"Hmmm....Wangi..."
"Ma- ma -massss," Dira gugup dan berusaha melonggarkan pelukan namun Syah semakin erat memeluknya.
"Jangan bergerak, diam bentar," Syah menghirup dan mengecup di bahu , leher dan menghisap sehingga meninggalkan jejak pemilikkan.
"Kamu cantik banget Dira sayang," Syah mencapai handuk Dira dan langsung lari ke kamar mandi sambil menyeringai.
"MMMaass mmmeeeesssummmm," langsung Dira mengambil semula handuknya yang terlepas dari tubuhnya.
" Hahahahahah," terdengar gelak tawa Syah di dalam kamar mandi.
Setelah acara godaan dari Syah. Dira sepantas mungkin bersiap. Malu mahu berdepan dengan suami OB nya.
Dira siap dengan baju kantor dan menyediakan pakaian kerja Syah. Dira langsung turun ke lantai bawah perlahan menuruni anak tangga langsung terus ke ruang makan. Melihat ada buk Yum.
"Assalamulaikum ibu, pagi Bu,"
"Waalaikumusalam sayang, ayo makan nak, di mana nak Putra?"
"Masih di kamar mandi,"
"Ini teh nya nak,"
"Makasih bu, tunggu mas Putra bu,"
"Cieeeee yang lagi tunggu suami, hihihi,"
"Ibuuuuu!!!,"
__ADS_1
"Heheheheh," Buk Yum melangkah meninggalkan ruang makan dan terus ke dapur.
"Hem, ada yang nunggu suami ya istriku,"
"Ngak ada," balas Dira acuh sangat malu karena terpaksa menutup menggunakan foundation hasil olahan suaminya di lehernya.
"Ngambek ya," langsung menoel hujung hidung Dira.
"Udah ngambeknya, nanti aku makan kamu di sini, mau?!!!"
"Ngak mana ada aku ngambek, weeee" ucap Dira lalu mengeluarkan lidah tanda ejekkan.
"Hahahah, jaga-jaga macan jangan di goda," ucap Buk Yum lalu meninggalkan mereka berdua.
" Aaaaaauuuummmmmm," suara Syah meniru suara macan.
Dira malas meladani Syah dan malah Dira langsung mengambil makanan untuk suaminya. Mereka langsung makan dengan memulakan bicara.
"Mas masak?"
"Ngaklah aku hanya bantuin Buk Yum,"
"Ngelak lagi kamu, aku tau dong ini masakan kamu mas, aku kenal masakan ibu,"
"Wleee" balas Syah.
"Udah udah dong nak Dira, memang mas kamu yang masak ibu cuma nolong, kalau beradu mulut ntar sampai sore ngak abis," ucap BUk Yum sambil menepuk pundak Syah yang tidak mahu kalah.
"Awww,....uhuk uhuk, Buk," Syah keselek lalu meminum air yang dihulur oleh Dira sambil dira tersenyum mengejek.
"hehehehehe"
Ketika mereka sedang sarapan, seseorang muncul. Om Don dengan wajah serius.
"Assalamualaikum," ketus.
"Waalaikumusalam Om, kemari om, sarapan duluan, mas aku ke dapur dulu ya, buatin minuman untuk om Don,"
"Iya sayang, hiihihi," langsung tangan Dira menepuk pundak Syah.
"Apa khabar om,"
"Baik Tuan Muda," langsung Om Don menunduk hormat. Syah terkena lagi, ngak Buk Yum malah Om Don pula.
"Uhuk uhuk, Syah kembali keselek."
.
.
__ADS_1