
Jelas sekali Arya tidak mengetahui bahwa hotel yang dia berada sekarang adalah hotel yang telah banyak membantu perusahaan hotel milik Dira. Paling tepat adalah hotel Fellian di bawah kelola Hotel Armanda milik Tuan Alex.
Arya bersama asistennya membawa DIra menuju ke hotel yang mereka rancangkan. Menuntun Dira yang separuh sadar itu kedalam lift tanpa para karyawan serta pelayan hotel curiga.
"Ahhh, sungguh merepotkan," ucap Arya yang langsung mengangkat tubuh Dira setelah mereka sampai ke lantai yang mereka tuju. Terus mereka tuju ke arah kamar hotel yang mereka telah rancang dari awal.
"Hai teman-teman!!, bagaimana semuanya," ucap Arya.
"Segalanya sudah siap Bos, kami telah memasang perakam video di setiap penjuru dan itu mereka yang akan bersama dengan nona cantik itu," jelas orang suruhan Arya yang siap sedia bekerja demi upah yang lumayan banyak dengan semua kegiatan jahat Arya yang ingin merosakkan hidup Dira dengan cara yang menjijikkan.
"Hahahahaahah, aku akan bayar bonus buat kalian jika semua sudah selesai, "Arya mengakak tanpa berpikir bahwa tidak semuanya mudah untuk membuat jahat.
Arya membaringkan tubuh Dira di atas kasur.
"Kita tunggu dia sadar, setelah itu, paksa dia minum air ini, dan tunggu ia beraksi, pasti ia seru, hahahahahahahah," senang Arya karna niat jahatnya berhasil.
"Baik bos," ucap ketiga orang suruhan dan bayaran nya secara bersamaan dan menunjukkan senyuman senang.
Dira membuka matanya namun saat dia ingin duduk, kepalanya masih pusing dan melihat ruangan yang sepertinya bukan ruang kamarnya membuat dia panik lalu ingin segera bangkit.
Saat dirinya duduk datanglah ketiga pria yang berbadan tegap menghampirinya. Dira semakin takut dan mengingat kembali bagaimana dia boleh berada di tempat asing ini.
"Ya Allah.... A--aku di mana, siapa kalian, apa mau kalian,??," gugup Dira. Dira coba ingin bangun namun tiba -tiba datang seorang yang dia kenali.
"HAHAHAHAHAHAH, hai Dira, gimana rasanya bila kau ngak ada siapa-siapa yang datang membantu, HAHAHAHAHAHAHA, aku rasa dunia ini cukup adil, karna aku akan buat kau juga menderita seperti diriku," tawa keras dari Arya yang puas setelah berjaya memperdaya sepupunya.
"Apa lagi mau mu Arya, aku sudah lepaskan kamu dari pentas hukum, malah kamu balasin aku begini Ar, sampai hati kamu buat aku begini setelah aku membantu mu," jelas Dira menangis karena selepas ini entah apa akan jadi padanya.
"DIAMMM!!, aku ngak mau dengar apa-apa!!.....kalian tunggu apa lagi,.....," teriak Arya.
"Mari kita mulai, Ayo minum air dulu ya cantik, kasi kuat!!, hahahahaha, ayo di minum," kata salah seorang pria memaksa Dira meneguk air minuman yang telah di campur sesuatu.
"hhmmmpppp hmmppppp," Dira menutup rapat mulutnya.
"Buka mulut mu!!,.... buka cantik, kamu mau aku paksa ya cantik, cepat buka mulut mu, kalau tidak aku yang buka mulutmu pakai mulutku, hihihihi," langsung Dira menyerah dan hanya berdoa akan ada yang datang membantunya.
Dalam hatinya hanya ada satu nama. Putra. Dira menangis semahunya menyebut nama Putra.
__ADS_1
"Diam aku kata Dira, kau menyebut nama si OB tak guna itu, hahahha apa ada dengannya, uang, harta, hahhhaah, makan minum kau pun jauh banget dari mampunya, hahahaha, lihat sekarang di mana dia, ngak ada kan, jadiiii DIAMM, dan kau nikmati sahaja malam
ini dengan ke indahan dunia, hahahahaahah," teriak Arya yang semakin membuatnya semangat untuk menguasai kesemua aset yang Dira miliki.
"Siap semua gaissss, aku tunggu di lobi.... habis rekaman hubungi aku, hahahahahaaha, nikmati ya sayangku," Arya bangkit menarik dagu Dira kuat lalu di tepis oleh Dira yang sudah mulai kurang kesadaran.
"Wow, masih sadar ya, hahahahha... da dah Dira jumpa nanti, semoga menikmati," dengan gerak kaki santai Arya keluar dari kamar hotel dengan senyuman yang sangat melebar.
...😁😁😁...
Syah kaget saat mengetahui di mana lokasi Dira berada dan dia langsung terus menuju ke hotel tersebut.
Saat tiba di Hotel Armanda milik keluarganya, dia di buat terkejut oleh semua karyawan karena mereka tidak mengetahui jika anak dari atasan mereka sudah pulang dari studynya dan tiba-tiba mereka di datangai oleh pria tampan calon atasannya.
Mereka terdiam kaku dan langsung salah seorang kepala hoteliers datang menegur tuan Muda anak dari atasannya.
"Tu--Tuan Muda, ada yang bisa kami bantu," ucap kepala hoteliers dan tunduk homat dari beberapa karyawan di bahagian reseptionist dan bertambah terkejut apabila asisten Tuan besarnya juga datang dengan nafas ngos ngosan.
"Maaf TUan Muda, kami datang membantu," kata Sero.
Syah yang terkejut membalik tubuhnya ke arah suara yang tiba-tiba menyapanya. Pikiran Syah tidak menentu langsung mengangguk. Terus melihat-lihat kesemua arah dalam hotel tersebut.
Syah malas menanyakan apa-apa, Dalam pikirannya hanya satu ... Selamatkan Diranya.
"Kalian ada lihat tidak seseorang yang mencurigakan masuk ke hotel ini, nona," asisten daddynya memulakan pertanyaan.
"Tolong cepat buat kerja!!, Ini soal hidup mati mengerti!!," Syah berteriak membuat semua karyawan terkejut.
"Sa--ya akan segera melakukan siasatan," pantas semua karyawan membantu melihat list nama daftar oderan yang mencurigakan
Dengan dirinya gelisah dan panik langsung tak berkata dan semua orang-orang suruhan telah pun berkeliaran mencarik keberadaan Nyonya Muda mereka di setiap kamar hotel tanpa sisa.
Ada yang menuju ke kamar di mana CCTV di tempat kan. Meneliti setiap pengunjung keluar masuk hotel dan kamar inap.
Syah yang tidak sabar lalu terus melewati asisten daddynya dan melihat seseorang yang baru sahaja keluar dari lift.
Tanpa menunggu lagi Syah berlari dan melayangkan bogem nya kearah wajah yang masih dengan senyum jahilnya.
__ADS_1
BURGH
BURGH
BURGH
"SIALANNNNNNNN KAU!!!!!!!," ngumpat Syah pada Arya yang terkejut karena olah seseorang yang dia hanya mengenal pria itu sebagai OB di perusahaan Dira.
BURGH
BURGH
Lagi-lagi dan lagi Arya dikeruyuk oleh Syah tanpa ampun. Namun Arya tidak melawan lalu berkata.
"HAHAHA, kamu siapa, ada apa??, kamu cari Dira ya, HAHAHAHAHAAHAH, dia lagi bersenang-senang, wanita ****** tetap ******,"
"KURANG AJAAARRRR!!!!!,"
BURGH
BURGH
"SIAPA KAMU MAU MENILAI ISTRIKU SEPERTI ITU!!," Arya kaget dengan teriakan Syah namun selepas itu dia kembali tertawa.
"Hahahahahahahah, suami Dira seorang OB di perusahaannya, emang benar??, hahahaha memang cocok, dua-dua bodoh," emosi Arya tak kalah marah terus merendahkan Dira dan Syah.
"KAU BRENGSEK!!!!!!," emosi Syah sudah tak terkawal namun segera di cegah oleh orang bawahan daddynya.
"Tuan Muda, tuan, sudah tuan bisa membunuhnya!!," panggil asisten daddynya untuk segera berhenti memukul dan coba menarik menjauh dari orang yang ingin dia habisi.
"Minggir kalian aku belum PUAS!!," pinta Syah.
BURGH
Belum sempat Syah menghala satu pukulan lagi.....
"ANDREW SYAH PUTRA!!! SUDAH!!," teriak Tuan Alex dan Syah melepaskan Arya lalu Arya jatuh lemah di lantai dan di kawal oleh bodyguard hotel agar tidak kabur.
__ADS_1
"Daddy??!!,"
.