Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
16


__ADS_3

"Bang Bima mari, kita harus segera menyelesaikan masalah yang terjadi di perusahaan istriku sebelum terlambat, sebelum itu kamu mencari tahu tentang Arya Kesutma sesegera mungkin,"


"Cieeeee istri" saja Bima menggoda Syahm


"Bang!!"


"Yang sesuai dengan perintah Tuan Muda,"


"Hemm, nanti kita akan terus ke apartemenku, kita harus bicara disana, moga jalan gak macet, aku gak mau telat, karna saat makan siang aku harus ketemu istriku, ngerti?"


"Iya Iya bawel,"


Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke apartemennya. Syah menunggu kedatangan asistennya Bima. Bima mampir sebentar kerumahnya untuk mengambil laptopnya dan berkas-berkas yang diperlukan.


Tanpa membuang waktu, Syah mengambil laptop lalu memeriksa salinan file kerjasama terkait pria yang datang ke perusahaan Dira baru-baru ini. Salinan itu terkait investor baru di restoran baru yang akan di kembangkan.


Tidak lama kemudian Bima datang membawa banyak cemilan untuk mereka makan sambil bekerja nanti. 


TOK


TOK


TOK


"Assalamualaikum tuan muda ku, maaf telat, aku mampir beli cemilan di pinggir jalan,"


"Waalaikumusalam, hemm, makan makan makan itu emang kamu bang, ayo cepat kita langsung selesaikan masalah ini, aku ngak mau Daddy ku pusing dengan masalah sepele ini,"


"iya iya"

__ADS_1


"Oh ya bang, adakah Dira punya musuh?,"


"Ngak tahu, aku rasa bukan musuh cuma mau kekuasaan dan uang mungkin,"


"Hemm, bang kamu cari tahu siapa Arya Kesutma, aku ingin mencari tahu siapa dalang hilangnya data keuangan yang hilang selama hampir setengah tahun dan siapa yang ada sebaliknya. Juga apa motifnya!!?"


"Baik"


Selama hampir 2 jam mereka meneliti semua masalah yag terjadi di perusahaan hotel yang cukup terkenal yang di kelola oleh Dira atas usaha sama perusahaan Daddynya. 


Ada banyak pertanyaan yang masih di benaknya belum dijawab. Akhirnya...


"Syah lihat ini"


Bima menunjukkan semua data tentang siapa Arya Kesutma. Arya adalah sepupu dari pihak ibu Dira. Memiliki perusahaan di kota J, tetapi perusahaan itu memiliki masalah yang membutuhkan dana yang banyak.


Arya juga telah menghantar seseorang untuk menggelapkan uang perusahaan dan menghasut investor untuk mundur dari perusahaan dengan cara mendiskreditkan perusahan hotel Dira.


"Jadi dia lah dalangnya, hmmmm, sepertinya ada perkara lain selain dari perusahaan" pikir Syah.


"Apa Syah" tanya Bima penasaran.


"IRI"


"Gimana iri sama sepupu sendiri, bikin aku pusing saja Syah"


"Itu nanti kita cari tau, sekarang apa harus kita lakukan tuan muda"


"Hmmm aku ada ide"

__ADS_1


"Apa?"


"Apa kata kita mulai dengan mengambil alih perusahaan dia di kota J dan kita biarkan dia gerak mengambil perusahaan Dira dengan caranya, tapi itu dengan pantauan orang orang kita,"


"Apa kamu gila Syah, perusahaan Dira jadi taruhan?"


"Hahahahahaahah, mari kita mulai permainan ini..."


"Hemm Baik Tuan muda, oya, ini Syah...aku udah ketemu siapa yang membantu di sebalik melakukan niat jahat pada perusahaan..." belum sempat Bima berkata Syah sudah memotong.


" Siapa???!!!,"


" Om Affan dengan bawahannya Raden"


" Sudah ku duga,"


Bima terus menerima arahan dari Syah dan segera untuk menyeret kepala bagian keuangan langsung menyuruhnya segera mengundurkan diri dari perusahaannya. 


Semuanya di bawah pengawasannya. Hal ini harus diteliti apa sebabnya mereka harus membantu sosok pria jahat yang ingin merebut hak milik perusahaan itu.


Pada saat itu juga Syah memerintah Bima menyuruh bawahannya untuk terus menangkap kepala bagian setelah Pak Affan dengan sendirinya keluar dari perusahaan.


Bima segera memerintah bawahannya membawa ke tempat ke persembunyian dan mengontrolnya secara ketat sampai masalah ini selesai. 


Arahan selanjutnya oleh Syah adalah bahwa setiap orang yang bekerja sama dengan Arya harus di beri pelajaran dan pengawasan.


"Akan ku habisi kamu dengan caraku, serakah kau Arya!!!" Teriak Syah lantas mengepal tangannya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2