
"Oh ya mom, aku mau nanya dari mana mommy tau Syah di kota ini, setahu aku si Bima itu menyimpan rahasia Syah dengan becus sekali, ya kan, hingga aku pun ngak terbau rencana mereka,"
"oooh itu, aku masa itu di rampok sampaikan masuk ke rumah sakit di sini, oppssss, keceplosan," kata Syintia kelepasan langsung menepuk mulutnya dan Lee kaget saat itu.
"APAAAA!!!???,"
Di balik pintu yang sudah pun di buka oleh seseorang yang amat berkuasa kedengaran bersuara tinggi hingga gelas minuman yang di pegang Syintia terlepas.
"Dad---daddy??," mommy Syintia bertambah kaget saat kedengaran suara bariton dari sang suami.
Daddy masuk dan mendekat kepada istrinya.
"Kenapa kamu rahasiakan hal ini sayang, gimana kondisi kamu waktu itu??" tanya Alex khawatir pada istrinya.
"A---ku Baik Baik aja...cuma kaget....A--aku cuma ngak mau kamu khawatir, kamu waktu itu di luar kota dan rencana ini juga untuk membantu anakku juga, hihi," jelas Mommy membuat daddy Alex penasaran.
"Kenapa??," daddy penasaran.
"Karena masa itu Syah sudah pada menikah, maksudku baru aja, sumpah aku ngak Tau juga sama kaya Kamu," kata mommy Syintia.
"Iya tapi kamu tau kan dia bernikah dengan siapa," tanya Tuan Alex lagi pada istrinya.
"Iya namun setelah Syah pulang aku sudah diberi tau oleh Bima semuanya daddy, Syah juga ngak tahu siapa Dira itu yang sebenarnya," jelas Mommy Syintia membuat daddy Alex bingung.
"hmmmm sepertinya kamu juga harus aku hukum sayang, hahahahah," balas daddy dengan senyum semuringah dan melepaskan tawanya tiba tiba. Membuat mommy Syintia merinding. Dan daddy membuka bicara.
"Sero kumpul mereka semua tepat jam 15.00 di ruangan ku, termasuk kamu sayang, hahahahahaha," bunyi sepatu milik Tuan Alex telah berlalu dan mommy Syintia juga Sero berpandangan.
"Sepertinya bos kamu butuh obat See," mommy Syintia menepuk bahu Lee dan bangkit keluar dari ruangan asisten suaminya itu terus melangkah mengikuti langkah suaminya.
"Sepertinya begitu mom, hihihi," Lee bersiap membereskan ruangnya menunggu kehadiran orang-orang yang penting dalam hidup atasannya.
__ADS_1
"Moga ngak terjadi apa-apa, bikin penasaran aja si bos," Sero menggeleng kepala malas memikir apa yang akan berlaku selanjutnya.
✌️✌️✌️
Di hotel.
"Selamat siang tuan muda, nyonya muda," Dira dan Syah melewati receptionist, semua karyawan tunduk hormat pada mereka berdua.
"Siang," balas Syah ketus tanpa senyuman. Namun Dira hanya tunduk masih malu dengan kejadian yang menimpanya.
"Jangan tunduk begitu, kamu istri kepada anak pewaris tunggal Armanda!!," jelas Syah berbisik penuh kewibawaan di depan para karyawannya dan memaksa Dira untuk mengangkat muka nya.
"Tapi--,"
"sssttttt," Syah merapatkan jarinya ke mulut Dira.
"Setelah ini akan ada banyak yang akan kita harus hadapi bersama, cabaran dan dugaan hidup kita , huhhh, daddy mau bertemu dengan kita jadi kita harus siap!!, aku masih gusar Dir, apa akan terjadi setelah ini, tolong kuat kan aku," pinta Syah pada Dira istrinya yang masih ragu-ragu akan apa yang mungkin akan terjadi.
"Kok tenang aja kamu yah ni kita lagi mau ketemu sama orang tua ku, hmm?," tanya Syah heran melihat Dira yang seperti nya ada sesuatu disembunyi.
"Mas mahu aku kek mana, gementer gitu, heheheh, kan ada kamu yang sentiasa akan ada denganku," balas Dira tenang.
"Hhhmmmm iya iya, seperti kebalik ya, kok aku yang gugup gitu, bukan kamu!!?," heran Syah langsung membuat Dira terseyum dan ketawa kecil.
"Huhhhhh,!!" Syah menarik napas lalu menghembusnya kuat sementara itu Dira hanya menggeleng sambil tersenyum melihat tingkah laku Syah yang seperti takut dimarahi ortu karena bolos sekolah.
Hal tersebut telah di maklumkan melalui panggilan telepon dari Om Don sebentar tadi dan menyuruh Dira tenang dengan apa yang daddy memberi hukuman kepada anak semata sayangnya itu.
"Kamu ihh aku ngak bercanda, daddy ku galak tau, serammmm," mengingatkan kejadian kemarin saat wajah merah dan mata merah persis mbak kunti terus Syah menggedik ngeri.
"Iya dong mas, aku juga mohon maaf setelah apa yang berlaku, sungguh aku ni amat merepotkan,"
__ADS_1
"ihhhh jangan berkata macam-macam lagi, kamu ngak pernah merepotkan aku, sejak kita nikah sampai saat ini,"
"Ayo nanti kita terlambat, daddy makin galak, aku benar-benar gugup,"
"Iya mas, yuk," ucap Dira langsung tanganya di gandeng suaminya.
Bima dan Om Don telah pun menunggu mereka, seperti biasa Dira di layan bagai ratu yang seromantis mungkin Syah lakukan, membuka pintu dan menahan kepala Dira dari terbentur di pintu.
Kelakuan begitu dapat di lihat oleh asisten peribadi masing-masing dan mereka lantas tersenyum bahgia melihat bos mudanya melayan ISTRI nya.
"Yuk bang, nanti kita telat dong, jam berapa pertemuan ku dengan daddy,"
"Maaf tuan muda, nyonya muda, kita semua akan mengadap sultan yang lagi galak, oh ya ibu negara juga ada sekalian pertemuan, hihihi,"
"WADUHHH........," kaget Syah membuat Syah bertambah grogi saat mendengar.
"Siapa Ibu negara mas," tanya Dira penasaran.
"Hmmm aaa ituuuu....,"
.
.
.
jangan lupa guyss like komen yah✌️
sekalian gift/tonton iklan(ads)
terimakasih
__ADS_1