Office Boy Itu Suamiku

Office Boy Itu Suamiku
37


__ADS_3

Masih di kota B di kamar kantor ruangan perusahaan besar Hotel Armanda.


"Seno, hubungi Bima, Don, dan Syah juga istrinya untuk menemuiku," jelas Tuan Alex ketus kepada asistennya.


"Baik tuan, permisi," ucap Seno terus keluar ruangan.


Setelah kejadian semalam, Tuan Alex tidak bisa tidur dengan lena, masih dalam mood kagetnya. Pusing dengan kasus baru yang menimpa saat ini.


"AAArrrrghhhhhh kenapa aku harus pusing, aku juga yang mau anakku nikah, tapi bukan begini caranya... waduh makin pusing," kondisi tuan Alex serius. Hanya harus di tenangkan oleh kesayanganya. Siapa lagi....


📞"Assalamualaikum, Syinn.... Dimana yank... aku pusing," Tanya Tuan Alex.


📞"Waalaikumusalam, kenapa nih suamiku tercinta, apa masalah bertambah rumit, apa kamu udah ketemu menantuku, oooppppsssstttt," mommy Syintia santai langsung menutup mulutnya karena keceplosan dirinya.


📞"Menantu!!????Apa semuanya ini Syin... daddy jadi makin pusing,"


📞"Aku sudah otw sayang tunggu aku di situ, aku jelasin semua nya, karna aku juga baru aja tau...nanti kita ketemu ya sayang...dadah... santai dong sayang jangan pusing ya daaaaaaa," jelas Mommy tersenyum santai.


"Sepertinya aku harus benar benar istirahat sementara menunggu, sungguh masalah hanya sepele, aku malah bertambah pusing dengan olah anakku sendiri, ya Allah apa salahku kemarin- kemarin,"


Tuan Alex merebah kan tubuhnya di atas sofa dan merebahkan kepalanya bersandar sambil memijit kepalanya setelah memakan obat. Lena .


...❤️❤️❤️...


Kembali ke kamar hotel. Syah dan Dira pasutri yang baru menjalani hidup berdua saat ini tenggelam dalam satu selimut.


Sejuk nyaman, harus dong ada AC😁, melihat kedua manusia yang berpelukkan mesra tanpa sadar mereka melalui malam yang indah penuh kenikmatan yang membawa mereka ke surga dunia.


Jam menunjukkan angka 10. Namun mereka masih lagi berada di bawah selimut menutupi tubuh polos keduanya. Lelah dengan kegiatan baru yang mereka cipta bersama.


Beberapa menit...


Salah seorang dari mereka terjaga. Kedipan mata cantik seorang wanita yang menatap redup langit langit kamar yang sungguh asing baginya. Dira ya wanita itu sadar dari tidurnya namun masih mengumpul segala ingatannya.

__ADS_1


Saat mengingatkan kembali ingatan dari saat pulang kerja hingga lah dirinya menyerah pada eh no no tapi dirinyalah yang memulakan.


DEG


Tersadar. Sepantas kilat Dira menutup mukanya saat mengingat segalanya. Kenakalan dirinya yang menggoda manja di setiap pergerakan yang di buat olehnya.


"Ya Allah, malunyaaaaaaa," gumamnya perlahan.


Dengan perlahan Dira coba untuk bangkit melepaskan rengkuhan lengan kekar yang memeluknya. Perlahan namun...


Mata Syah terbuka perlahan menyedari lengannya di sentuh lembut oleh tangan seseorang. Menoleh melihat empunya tangan yang lembut itu.


DEG..


"Cantik," gumamnya melihat istri cantiknya kaget.


Jantung mereka berpacu laju saat mata mereka bertemu.


Hanya sebentar.


"Morning kiss😘," ucap Syah tersenyum santai dan kembali melabuhkan dirinya.


Dira baru sadar. " Masssss ihhhhhhh jorokkkk," teriak Dira.


"Hahahahaha manis sayang," Dira terus memukul dada Syah dengan bantal dan tanpa dia sadar selimut yang menutupi aras dadanya melorot ke pinggang.


Mata Syah membulat dan coba menelan salivanya namun payah. Syah menahan dirinya untuk menerkam, memikirkan keadaan Dira yang masih sakit atas ulahnya. Tuh kapan kapan boleh.


"Udah pandai menggodaku ya sayang," tidak tahu di mana mau dia letak mukanya karena malu lantas dira menutupi mukanya dengan selimut.


" Hahahahahahha, sudah sayang jangan malu, ngak usah ditutupi segala Aku udah ngeliat semuanya, apa mau lagi hmm sayang,"


"Maaassssss, ihhhhhhh," Syah masih dengan tawanya.

__ADS_1


"Iya iya maaf ya sayang, Aku mohon maaf Dir karna aku lambat datang menyelamatkan mu, juga maaf mengambil nya tanpa kamu sadar," ucap Syah sangat serius sambil memegang kedua tangan Dira.


Dengan pipi merona merah Dira coba berbicara santai menutup degupan jantungnya yang memompa dengan kelajuan tinggi.


"Ma--mass, ngak usah begitu, lagipula aku adalah istri kan istrimu," Jelas Dira lalu senyum menahan malu.


"Terima kasih," Sahut Syah mencium punggung tangan Dira lembut penuh cinta.


"Yuk mandi sayang," Syah bangkit langsung mengangkat Dira ala bridal style.


"No no, masssss aa-- aku malu,"


" Ngak usah malu,"


"Tapi Aku bisa sendiri......,"


"Iya iya baik, aku siapkan air hangatnya, " Saat Ini Syah mengintip Dira yang kesusahan untuk berdiri. Melangkah.


" Awwwwww, iiiisssssssttttttt, sakittttttt," rengek Dira sendirian.


" Hihi Aku udah bilang, biar aku gendong, malah ngak mau," tanpa aba aba Syah terus mengangkat Dira.


"Tap-----,"


Dira malu namun secara auto kedua tangannya memeluk leher suaminya.


Meletakkan Dira ke dalam bath tub yang berisik air hangat. 


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2