Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 10 Asrama Kampus


__ADS_3

🌺 Bulan Juli🌺


Lien Wei yang sibuk belajar dan mengurus bayi di rumah sehingga lupa waktu. Suatu ketika Lien Wei melihat kalender yang terpajang di dinding. Ada lingkaran merah yang merupakan tanda mau masuk kuliah.


Lien Wei melingkari tanggal itu sejak bulan Januari setelah diterima menjadi mahasiswi di universitas itu.


*Gawat sebentar lagi masuk kuliah aku harus beli baju kampus, lensa kontak untuk mataku, sepatu, dan alat makeup. Aku harus kelihatan cantik, agar Richard terpesona kepadaku. Setelah itu dia kubuat patah hati.


*Kata hati Lien Wei.


Lien Wei menitipkan Yuwen Kepada mamanya, Asi sudah dipompa dengan alat pompa asi dan dimasukkan di dalam botol. Lien Wei pergi ke mall untuk membeli kemeja dan celana jeans terbaru.


"Ma, saya titip Yuwen. saya sudah siapkan 2 botol ASI, saya akan beli botol lagi agar ASI bisa disimpan di lemari es, saat saya pergi kuliah setidaknya ada Simpanan." Kata Lien Wei.


"Iya hati - hati di jalan ya." kata Mamanya Lien Wei.


Lien Wei membeli 3 Softlens warna coklat, beserta cairan pembersih softlens dan tetes air mata. Lien Wei tidak memakai kacamata saat kuliah nanti tapi memakai kontak lensa. Lien wei juga membeli masker, bedak, lipstik dan perawatan tubuh yang lain.


Lien Wei belajar memakai make up yang tidak mencolok seperti wanita lainnya. Lien Wei juga membeli 2 macam sepatu, sandal santai. Lien Wei membeli 3 map binder dan isi kertas binder, juga alat tulis.


Lien Wei turun dari taksi dan membawa banyak tas belanjaan. Lien Wei merasa haus dan minum air sebanyak mungkin. Lien Wei membongkar belanjaannya itu dan mencuci semua pakaian yang dibelinya.


"Lien Wei, kamu makan dulu. Nanti kamu sakit." Kata Shou Yen.


"Tadi saya makan siang dengan roti isi sayuran alias hotdog." kata Lien Wei.


"Mana cukup roti hotdog menjadi ASI. Ayo minum susumu dulu, agar bisa produksi ASI." Kata Shou Yen.


Lien Wei langsung minum susu yang telah dibuat oleh ibunya. Lien Wei juga makan nasi dan sayur yang telah disiapkan oleh mamanya.


Lien Wei bergegas menjemur pakaian yang telah direndam pewangi tadi.


Akhirnya pekerjaan cuci - mencuci selesai. Tinggal persiapan lainnya.



🌺Sehari sebelum kuliah🌺


Lien Wei sudah memasukkan pakaian untuk kuliah ke dalam koper.


Lien Wei mau persiapan pergi kuliah di Taipei. Lien Wei memfoto bayinya yang sudah berumur 7 bulan. Lalu diletakkan di dalam dompet.

__ADS_1


Lien wei sedang sibuk memompa ASI dari tadi pagi dimasukkan dalam botol - botol kecil hingga 10 botol. Lalu botol - botol ASI disimpan ke dalam lemari es.


Lien Wei sudah memberikan ASI selama 7 bulan, Kini mamanya Lien Wei yang merawat cucunya.


"Apakah kamu sungguh - sungguh berniat balas dendam kepada Richard, hanya membuat dia jatuh cinta lalu kamu meninggalkan dia, kamu jangan bermain api." Kata Lien Wei.


"Mama tahu sendiri kan, mengapa selama ini aku bangkit dan rajin belajar. Saya tidak mau mundur. Aku tak ingin dia bebas begitu saja. Dasar laki - laki yang tidak bertanggung jawab." Kata Lien Wei.


"Yuwen, Nanti video call tiap hari sama mama ya anakku sayang." kata Lien Wei kepada bayinya.


Lalu Lien Wei membawa koper dan tas ransel, pergi ke Universitas Tung Taipei diantar oleh papanya Lien Wei dengan mobil.


Mobil mereka lalu melaju dengan kecepatan sedang.


"Mulai masuk kuliah kapan?" Kata Papanya Lien Wei.


" Besok Senin pa, Saya hari ini pergi ke Asrama putri dan memberikan surat pengantar untuk mendapatkan fasilitas kamar single." Kata Lien Wei.


" Kalau kamu butuh uang bilang papa, kamu sudah bayar kuliah sendiri dengan dibantu beasiswa 50%. apakah kebutuhan lainnya tercukupi?" Kata Papanya Lien Wei


"Jangan kuatir, saya ada bunga deposito pa. rencana saya depositokan dan kumpulkan bunganya, setelah terkumpul 100 juta akan kukembalikan kepadanya saat dia tahu identitas saya dan bayiku pa." Kata Lien Wei.


Akhirnya mereka sampai di Universitas Tung Taipei. Mobil mereka langsung masuk ke belakang kampus. disitu ada asrama putri.


Tok....tokk.....tok. suara pintu diketuk.


"Ya, Silahkan masuk." Kata Bu Chen.


Lien Wei dan Pak Aliang masuk ke dalam kantor.


"Ada yang bisa saya bantu." Kata Bu Chen.


"Saya mau memberi surat pengantar dari Pak Rektor pak Hochun." kata Lien wei.


Bu Chen menerima amplop itu, dan membaca surat pengantarnya.


"Oh, kamu mahasiswi yang cerdas itu ya, Pak Hochun sudah cerita kepada saya. Lien Wei ayo ke atas. Saya sudah siapkan kamarnya." Kata Bu Chen.


Mereka mengikuti Bu Chen yang sedang menunjukkan jalan.


Kamarmu paling belakang sendiri, biar tidak terganggu jika di dekat tangga. Ini kuncinya. Kata Chen.

__ADS_1


Papanya membantu mengangkat koper dari tangga, dan ditarik melewati lorong asrama.


Akhirnya Lien Wei membuka kamar itu.


Kamar itu isinya kamar mandi dalam, tempat tidur single. Jendela pojok sungguh enak bisa lihat taman dan di sisi lain bisa lihat ke arah pintu masuk asrama depan.


"Papa pulang dulu ya. Kamu harus bisa jaga diri ya." Kata Papanya Lien Wei.


Lalu Lien wei merangkul papanya sambil meneteskan air mata.


Pak Aliang lalu keluar dari kamar. Lien Wei memanggil papanya.


"Ayo kita cari makan siang." kata Lien Wei.


Mereka pergi makan siang di kantin asrama. Ternyata banyak mahasiswi yang sedang makan juga.


Mereka pesan makanan yang ada di dalam etalase kaca. Lalu membayar dengan uang.


Sebenarnya sudah disediakan makan 3 kali sehari untuk mahasiswa yang tinggal di asrama. Tapi kartu mahasiswa baru dapat Senin.


Lien Wei makan dengan papanya.


"Bagaimana pa dengan makanan di sini, apakah enak?" Kata Lien Wei.


" Lumayan enak, mamamu kalah nih." kata Papanya Lien Wei.


"Namanya saja universitas swasta terkenal." Kata Lien Wei.


"Papa pulang dulu, kamu hati - hati ya. ini ada uang untuk kamu." kata Pak Aliang.


"Terimakasih pa, atas segalanya selama ini." Kata Lien Wei sambil memeluk papanya.


Lalu papanya Lien Wei pulang dengan mobilnya.


Lien Wei sudah merubah penampilan dengan tidak memakai kacamata, jadi suka dandan.


Walaupun sibuk belajar tapi juga harus menjaga penampilan.


Lien Wei memakai masker yang dioles. sambil menunggu kering. Lien Wei menata pakaian di lemari dan buku - bukunya di rak meja belajar.


Berbagai macam camilan sudah dikeluarkan dari koper pindah ke dalam lemari. baju - bajunya sudah dimasukkan dalam lemari.

__ADS_1


Lien Wei mandi dan istirahat siang karena kecapekan. Sampai besok pagi.


Terimakasih telah membaca novel ini, Jika suka tolong beri like, vote dan komentar. 🙏😀


__ADS_2