Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 16 Patah hati


__ADS_3

♥️ Nonton Bioskop♥️


Jam 5 Sore, Lien Wei sudah bersiap - siap untuk pergi bersama Nicky untuk nonton Bioskop. Setelah memeriksa tas, Lien Wei ingat dengan peringatan pak Rektor agar jangan sampai di bawah B+.


Lalu Lien Wei mengambil kertas kado dan menulis kata -kata motivasi dengan spidol.



"Lien Wei Kamu pasti bisa, Dapat nilai B+ sampai A." Kata Lien Wei dengan agak keras.


Sebagai kata motivasi. Lalu kertas kado itu ditempel di dinding di atas meja belajarnya.


Lien Wei lalu mendapat telepon dari Nicky.


📲" Halo, Lien Wei, saya sudah di bawah."


Kata Nicky.


" Ya, aku tunggu saya turun." kata Lien Wei.


Lien Wei mengambil tasnya dan turun ke bawah menemui Nicky. Richard dan bodyguard nya mengawasi asrama putri dari jauh di dalam mobilnya. Richard tidak bisa tenang di rumah memikirkan Lien Wei.


Richard melihat Lien Wei keluar dari halaman asrama putri dengan Nicky. Richard hatinya merasa sakit ingin rasanya menculik Lien Wei. Tapi ingat mamanya akan ambil bayi Lien Wei.


Nicky membukakan pintu mobil untuk Lien Wei. Lien Wei lalu masuk ke dalam mobil dan merasa bahagia. mobil mereka pergi ke mall dan mobil Richard mengikuti mereka.


Setengah jam kemudian mereka sampai di mall, Nicky turun membukakan pintu untuk Lien Wei yang terlihat cantik. Mereka masuk ke mall. Richard dan bodyguard memakai masker penutup wajah dan jaket mengikuti Lien Wei dan Nicky.


"Pak Jang, kamu antri di belakang mereka. pesankan tiket yang sama duduk di belakang mereka." Kata Richard.


Nicky dan Lien Wei didepan loket, mereka memilih nonton bioskop yang romantis "Cinta tak terbalas" di no E7 dan E8.


"Kami mau nonton film "Cinta tak terbalas" di no E7 dan E8." kata Nicky lalu memberikan 2 lembar uang kepada Penjual tiket.


Lalu Pak Jang memesan tiket.


"Saya juga mau pesan dua tiket yang sama dengan pasangan tadi, kursinya di belakang mereka." Kata pak Jang


"Berarti film "Cinta tak terbalas" no F7 dan F8, pak, harga 299 NT$ dikali 2 orang totalnya 598 NT$. " kata penjual tiket.


Pak Jang mengeluarkan selembar uang kertas 1.000 NT$. Lalu Pak Jang mendapatkan uang kembaliannya.

__ADS_1



Richard melihat Lien Wei dan Nicky sedang saling memandang di depan pintu masuk bioskop.


Pak Jang lalu memfoto Lien Wei dan Nicky dan mengirimnya kepada Nyonya Veronica.


Karena Nyonya Veronica telah memerintahkan memfoto kegiatan Lien Wei dan Richard. Nyonya tahu Pak Jang harus menemani Richard kemanapun juga.


📱"Nyonya ini foto Lien Wei dan Nicky sedang nonton bioskop, Richard mengikuti mereka berdua nyonya." isi pesan Pak Jang.


Akhirnya pintu bioskop di buka, mereka masuk ke dalam bioskop. Mereka duduk di kursi masing-masing. Richard dan Pak Jang duduk di belakang Lien Wei dan Nicky.


Film bioskop di putar, Filmnya sungguh menyedihkan seorang pria patah hati merelakan wanita yang dicintainya menikah dengan orang lain.


Pak Jang mendengar suara pilek pada Richard, Pak Jang melirik melihat Richard menangis dan menutup hidungnya dengan sapu tangan. Pak Jang merasa iba kepada tuan mudanya.


Film yang diputar malah seperti mengisahkan tentang Richard. Ternyata banyak penonton yang pilek, hampir semua wanita menangis bahkan wanita di sebelah Pak Jang.


Pak Jang ingin melihat Lien Wei yang duduk di kursi depan, apakah menangis juga?


Lalu Film berakhir. Richard segera memakai masker penutup wajah lagi. Lalu para penonton keluar.


"Tuan, kita pulang saja lebih baik tidur di kamar. Daripada makin sakit hati tuan." Kata Pak Jang.


"Pak Jang, apakah ini balasan dari Tuhan kepadaku karena menyakiti hati wanita dan anaknya." Kata Richard.


Antar aku ke Club di mana papaku bekerja, akan kutunjukkan anaknya menjadi rusak di depan papaku.


Richard dan Pak Jang keluar dari mall menuju ke Dragon Club. Papanya pemilik banyak Club, kebetulan hari ini papanya ada di kantor Dragon Club.


Richard lalu masuk ke dalam Dragon Club semua anak buah menghormati Richard.


Richard lalu minta 1 botol Wine dan meminumnya. Richard membuat keributan dengan berteriak "Aku benci hidupku tak ingin aku lahir di keluarga ini."


Lalu anak buahnya melaporkannya kepada pak Johny Wang. Pak Johny Wang melihat putranya berteriak seperti itu dan menariknya.


Pak Jang merekam Richard sejak tadi juga melanjutkan merekam peristiwa ini.


Pak Johny menyuruh kedua anak buahnya menyeret putranya masuk ke dalam kantornya. Pak Jang mau ikut masuk untuk merekam. Pak Jang dilarang masuk oleh Pak Johny. Pak Jang mematikan rekamannya lalu mengirim video itu ke hp nyonya Veronica.


"Kenapa kamu mabuk, hah." kata Pak Johny sambil menampar anaknya.

__ADS_1


" Papa, kau menampar putramu yang minum barang jualan papanya." kata Richard.


" Kenapa kamu tidak bisa melupakan Angela, apa wanita - wanita cantik kemarin kurang mengobati hatimu." Kata Pak Johny.


"Papa, saya mencintai Lien dan bayiku." kata Richard sambil mabuk.


"Apa, sejak kapan kamu tidur dengan wanita lain di saat pacaran dengan Angela." Kata Pak Johny.


Lalu Richard tertidur di sofa kantor.


"Panggil Pak Jang ke sini." Teriak Pak Johny kepada anak buahnya. Lalu anak buahnya memanggil Pak Jang masuk ke dalam kantor.


Pak Jang ketakutan dengan Pak Johny yang besar badannya banyak tato di hampir seluruh tubuhnya dan tangannya.


"Apa yang terjadi dengan Richard, siapa Lien dan bayinya? tanya Pak Johny.


" Ini foto - foto dan rekamannya Pak. Kalau foto alamat wanita itu dan bayinya ada di hp tuan muda." Kata Pak Jang.


Pak Johny mengambil hp Richard, ternyata sandi sidik jari, Hp nya di tempelkan di Jempol Richard, lalu sandinya terbuka.


Pak Johny melihat foto yang berisi dokumen - dokumen dari pendaftaran kuliah, foto Mamanya Lien Wei (nenek bayi) menggendong bayi dari kejauhan.


Lalu pak Johny melihat rekaman video dari hp Pak Jang yang sudah terkirim ke istrinya.


Pak Johny mengeluarkan hpnya dan menelepon seseorang.


"Cepat pergi ke Huanlien, alamat kukirim lewat SMS, buat tes DNA apakah bayi itu Cocok dengan Richard." Kata pak Johny.


"Apakah Pak Johny mau menculik bayi untuk di tes DNA." Kata Pak Jang.


"Tidak, ada cara tersendiri." kata Pak Johny kepada Pak Jang.


"Ayo bawa Richard pulang ke rumah." Kata Pak Johny kepada para anak buahnya.


Richard dibawa oleh 4 orang anak buahnya Pak Johny Wang. Dimasukkan ke dalam mobil bersama bodyguard nya yaitu Pak Jang.


Pak Jang membawa tuan muda pulang ke rumah, sesampainya di rumah Richard digendong oleh para Bodyguard di rumah.


Richard lalu dimandikan oleh para pelayan dan tidur di ranjangnya.


Terimakasih telah membaca cerita ini, Jika suka tolong beri like, Vote dan komentar 🙏.

__ADS_1


__ADS_2