
Richard melepaskan pria itu, sehingga pria itu berlari menjauh. Richard, Lien Wei dan teman - teman menghampiri kotak pengumuman. Lien Wei kaget melihat foto dan judulnya " Tempat Rahasia para siswa pacaran di kampus saat hari Valentine."
Richard melihat foto yang terpasang di papan pengumuman. Richard menjadi amat marah, matanya mengeluarkan aura kemarahan. Dia langsung mencabut foto itu dan merobeknya menjadi 2 dan membawa foto itu.
"Nicky keluar, kamu ada di mana?" Teriak Richard.
Lalu para mahasiswa yang ingin dapat nama dari Richard menyeret Nicky ke hadapan Richard.
"Lihat foto ini, Mengapa kamu berani merayu istriku hah?" Teriak Richard dan merobeknya.
"Istri, hah. Kamu mendapatkan Lien Wei dengan curang. Dasar Mafia Hukum." Kata Nicky yang juga menyimpan marah.
Richard langsung meninju muka Nicky. Nicky juga meninju muka Richard. Richard meninju perut Nicky. hal itu berulang- ulang bergantian selama 2 menit. Lien Wei hanya berteriak ingin melerai mereka tapi takut kena tinjuπ€ππ€
Akhirnya mereka berdua merasa lelah, Richard duduk dan mulai mengancam Nicky.
"Aku akan hancurkan usaha orang tuamu, jadi kamu tidak bisa sombong." Kata Richard.
Lien Wei yang tahu kekuatan Richard dan papanya mulai takut Nicky akan terpuruk.
Lien Wei mendekati Richard dan memohon.
"Jangan, jangan kau lakukan itu. Aku mau lakukan yang kau minta hingga kamu tidak marah. Ini semua salahku bukan kesalahan Nicky. Kumohon lepaskan dia, kamu boleh menghukum aku." Kata Lien Wei.
"Tawaranmu begitu menarik, kamu harus terima hukuman dariku." Kata Richard sambil menarik tangan Lien Wei masuk ke dalam mobil.
"Pak Jang, jangan masuk dulu. Aku mau bicara dengan Lien Wei." Kata Richard sambil menutup pintu mobil.
"Kamu harus terima hukuman dariku ini. Kamu harus melayani aku di atas ranjang. Itu kewajiban seorang istri." Kata Richard.
"A....A...Aku ... merasa Canggung dan berdosa. Aku ingin kita resmi menikah di hadapan Tuhan. Baru aku tidak merasa berdosa." Kata Lien Wei.
"Baik, ayo. Aku akan Telepon papaku." Kata Richard.
*Aduh bagaimana ya, hatiku belum siap. Tuhan ampunilah dosaku ini yang terseret di lembah hitam. Gara - gara minuman yang memabukkan aku terjebak di sarang mafia.
Apalagi aku jadi budak nafsunya harus melayaninya seperti wanita murahan. Aku ingin Tuhan merestui kami dulu.
*Kata hati Lien Wei yang ketakutan bila disuruh melayani.
__ADS_1
Richard selesai menelepon papanya untuk memohon bantuan persiapan pernikahan di tempat ibadah.
"Ayo pulang ke rumah untuk bersiap - siap, Papaku sedang mengurus surat - surat." Kata Richard.
Richard membuka kaca jendela mobil, dan tangannya melambai kepada Pak Jang sebagai kode untuk pulang.
Pak Jang masuk ke dalam mobilnya dan mengantar mereka pulang. Richard yang terlihat emosi hanya diam saja. Lien Wei yang ketakutan jika terjadi sesuatu dengan Nicky.
Sesampainya di rumah, Richard segera mandi karena penampilannya sudah berantakan. Lien Wei mengambil kotak obat untuk mengobati lukanya Richard.
*Siapa ya yang mengobati Nicky? batin Lien Wei yang kuatir dengan Nicky.
Richard keluar dari kamar mandi, lalu memakai kaos warna hitam dan celana selutut.
"Richard kuobati lukanya dulu." Kata Lien Wei.
"Obat itu berwarna coklat, aku tak mau. Tunggu nanti malam saja. Hari ini kita harus berdandan untuk pernikahan di tempat ibadah. Kamu cepat mandi." Kata Richard.
"Baju pengantin pakai apa?" Tanya Lien Wei.
"Dulu waktu kita menikah, sudah beli 3 baju pengantin terserah pakai yang mana, juga 3 cincin pernikahan." Kata Richard.
Penata rias sudah datang dan sedang menunggu di ruang tamu.
"Tuan penata rias sudah datang." Kata Pelayan.
Richard keluar dari kamar menuju ke ruang tamu terlihat seorang wanita umur 35 tahun membawa kotak make up.
"Saya minta di make - up dulu, buat luka di mukaku ini tidak terlihat." Kata Richard.
"Baik Tuan." Kata wanita itu.
Penata rias itu sangat pintar membuat beberapa lapisan foundation dan concealer pada luka. Wajah Richard jadi terlihat sempurna lagi dan tidak terlihat lukanya.
"Saya beli 2 botol itu, buat menutupi lukaku saat kuliah besok." Kata Richard.
"Maaf tuan luka anda harus segera diobati, ini hanya sementara saja untuk pesta pernikahan tuan. Tuan muda bisa tutup lukanya dengan plester." Kata Si penata rias.
Lien Wei keluar dari kamar dan menghampiri mereka dan duduk di sofa.
"Saya sudah siap dirias." Kata Lien Wei.
__ADS_1
"Sayang, aku siapkan baju pengantin kita." Kata Richard.
Lien Wei cuma memberi kode jempol, rambut Lien Wei sedang disisir dan diikat. Setengah jam kemudian Lien Wei telah selesai di make up. Lien Wei masuk ke kamar Yuwen untuk menyusui anaknya.
Lien Wei merasa dadanya sudah tidak penuh lagi, Yuwen diletakkan di box bayi. Lien Wei masuk ke dalam kamarnya dan melihat Richard sudah terlihat tampan Memakai jas pengantin.
"Sayang, kamu terlihat cantik sekali. Ini ada 3 tas gaun, kamu buka resleting tasnya. Kamu pilih yang mana?" Kata Richard.
"Aku coba dulu ya, bantu aku pakai gaunnya ya. Ini terlalu besar." Kata Lien Wei.
Richard membantu Lien Wei memakai gaun dan mencari ukuran yang pas. Akhirnya Lien Wei mendapat ukuran yang tepat. Richard memastikan resleting terpasang sempurna.
Richard mendekati, memeluk, dan mencium bibir Lien Wei.
"Ingat kamu harus menerima hukuman dariku, kamu harus melayaniku." Kata Richard.
"Tapi hukumannya cuma hari ini saja, syaratku masih berlaku. Kamu harus mendapatkan nilai B untuk semester ini." Kata Lien Wei.
"Kalau begitu aku harus melakukan banyak ronde hari ini dan kamu tidak boleh menolak." Kata Richard.
Tiba - tiba ada suara ketukan di pintu kamar. Richard membuka kunci kamar dan menarik pintunya.
"Tuan muda, semuanya sudah siap. Tuan besar sudah menunggu di ruang keluarga." Kata Pak Kent Chen, tangan kanan Pak Johny Wang.
Richard dan Lien Wei keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke ruang keluarga.
"Lien Wei apakah kamu siap menikah di gereja dekat komplek rumah? Apakah kamu yakin pasti dengan Richard?" Tanya Pak Johny Wang.
*Ya bagaimana lagi, daripada Richard akan menghancurkan Keluarganya Nicky. Richard terlihat posesif kepadaku.
*Kata hati Lien Wei.
"Ya pa. saya yakin untuk menikah dengan Richard." Kata Lien Wei.
"Ayo kita berangkat sekarang." Kata Pak Johny Wang.
Richard yang terlihat bahagia menggandeng tangan Lien Wei berjalan keluar. Babysitter menggendong Yuwen yang telah memakai jas dan meletakkannya di trolley bayi.
Babysitter dan Yuwen di mobil tersendiri dengan beberapa Gengster. Bu Jiao menahan tawa membayangkan para Gengster ikut masuk ke dalam gereja.
Terimakasih telah mampir ke cerita ku. Minta Like dan vote dong.π
__ADS_1