Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 53 Pindah Kamar


__ADS_3

"Kak, jangan marah ya. Mana wajahmu yang menyenangkan itu." Kata Kelly.


"Makanya, kamu harus bantu aku membuat mereka berpisah." Kata Eddy.


Semua tamu menikmati dinner mereka dengan santai dan gembira kecuali Eddy Chen yang makan dengan perasaan patah hati.


Richard pernah mengalami perasaan patah hati dengan seperti Eddy mengikuti Lien Wei dan Nicky kencan di bioskop, kampus, dan perpustakaan.


*Aku pernah sakit hati melihat Lien Wei dengan orang yang dicintainya yaitu Nicky. Apakah aku akan mendapatkan hukum karma atau tabur/ tuai karena merebut Lien Wei dari Nicky dengan cara menikah paksa juga? Aku mulai takut kehilangan Istriku.


* Kata hati Richard.


Akhirnya setelah satu jam perjalanan, kapal berhenti di tempat berangkat tadi yaitu di dekat menara Eiffel. Mereka berdua keluar dari kapal terakhir kali.



Mereka berdua dan bodyguard mampir di kios makanan kecil, Snack di dekat Eiffel tower memang lebih mahal. Mereka beli croissant dan Macarons sambil menikmati Eiffel tower yang sedang bercahaya.


😒😭😒😭


Eddy Chen dan rombongan pergi ke night Club. Eddy mengobati hatinya dengan mabuk, Kelly Chen merasa kasihan melihat kakaknya / kokonya depresi. Eddy dari kecil keinginannya selalu dituruti bila nangis.


Tiba - tiba mamanya Kelly Chen dari Hongkong menelepon dengan video call untuk tanya kabar anak - anaknya.


πŸ“½οΈ "Halo, Kelly sayang. Bagaimana kabar kalian? Kamu sudah bertemu dengan Richard. Apakah kamu suka dan jatuh cinta kepadanya? Kabarnya Richard menikah dengan wanita jelek dan kampungan.


πŸ“½οΈ "Ma, jangan bilang istri Richard jelek dan kampungan, lihat Ko Eddy mabuk karena jatuh cinta sama istrinya Richard. Saya lebih tertarik menjodohkan Eddy dengan Wei - Wei." Kata Kelly Chen.


πŸ“½οΈ "Wei - wei itu seperti apa sih kok jadi rebutan. aduh bukannya jadi besan kok malah jadi permusuhan 2 putra kami." Kata Nyonya Han


πŸ“½οΈ "Apakah mama mau Eddy jadi gila dan depresi di tengah kekayaan keluarga? pilih mana Richard yang jadi gila atau putra mama yang gila." Kata Kelly.


πŸ“½οΈ "Aduh makanya kamu yang bakal mengisi kekosongan hati Richard biar tidak gila juga. Kamu harus punya cara dan ide memisahkan mereka. Apakah kamu mau punya Koko gila juga." Kata Nyonya Han.


πŸ“½οΈ "Baiklah ma, saya akan pikirkan caranya. aku mau antar koko ke Residence." Kata Kelly


Eddy di gendong di belakang punggungnya para bodyguard bergantian. Kelly tidak pernah melihat kakaknya mabuk. Kelly membeli bloody Mary dari bartender untuk mengurangi rasa mabuk.


Eddy sampai di apartemen malah muntah - muntah di kamar mandi. Kelly memberikan segelas air putih untuk cairan dan segelas bloody Mary. Eddy lalu tertidur dengan pulas.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


Richard dan Lien Wei bergandengan tangan berjalan melewati toko coklat Henri Le Roux, merupakan nama seorang desainer chocolatier kelas dunia.


"Ayo kita masuk ke dalam toko untuk membeli coklat, aku ingin mencoba coklat di sini." Kata Lien Wei.


"Ayo kita masuk, mereka membeli macam - macam coklat." Kata Richard.


"Di etalase kaca coklat dipotong kotak kecil seperti kue."


"Di rak ini ada yang bentuknya telur paskah dan diberi kotak dos dengan merk Henri Le Roux." Kata Richard.


Lien wei melihat banyak coklat berbentuk telur paskah yang bawahnya dihiasi ombak biru muda jika dipecahkan maka akan keluar coklat berbentuk ikan dan kerang. harga sekitar 57 € atau Rp. 1.000.000,-.


"Nona, saya mau beli 2 coklat telur. karya seni yang indah kita ingin mencobanya. juga 2 kotak kecil yang harganya 11,8 €." Kata Lien Wei.


"Totalnya 137,6 Euro." Kata Pelayan toko.


Lien Wei memberikan uangnya dan tips kepadanya. Pelayan memasukkan coklat itu ke dalam kotak. Mereka sampai di restoran Pizza, mereka menikmati pizza asli Paris.


Setelah kenyang mereka kembali ke Residence. Richard berbisik kepada Pak Jang yang bisa berbahasa Inggris. Pak Jang menghampiri Resepsionis.


"Saya minta 2 kamar tidur dengan kamar mandi sendiri. Apakah sudah ada?" Kata Pak Jang


"Ada tuan, tadi sore tamunya sudah keluar. Kamar ada di lantai lima. Anda harus menambah uangnya, karena harga lebih mahal."


Receptionis memasukkan Kartu dan menekan harganya di alat EDC. Pak Kwang memasukkan pin kartu dan keluarlah bukti pembayaran.


"Ini kunci cardlock kamar. nanti harap dikembalikan kunci cardlock yang lama ." Kata Resepsionis.


"Merci." Kata Pak Jang.


Pak Jang menunjukkan kuncinya, Richard langsung tersenyum bahagia.


"Sayang, kita pindah kamar lebih atas lagi." Kata Richard.


Mereka mengemasi barang mereka dan tas trolley mereka dibawakan oleh bodyguard. Eddy tidak tahu mereka sudah pindah di kamar atas, karena sedang mabuk.



"Ayo, kita berendam mandi air hangat bersama. Aku gak mau mandi sendiri." Kata Richard.


"Kamu ini selalu minta mandi bersama sih. terserah Kamu kalau tidak mau mandi, biar aku saja yang mandi." Kata Lien Wei

__ADS_1


Lien Wei mengambil shampo dan mau masuk ke kamar mandi tapi ditahan Richard.


"Kamu tak boleh mandi jika kita tidak mandi bersama, aku minta dimandikan." Kata Richard.


"Aduh, Aku ini mau cepat tidur. Kalau kita mandi bersama kamu minta aneh - aneh. Baiklah kita masuk bersama." Kata Lien Wei.


Mereka saling memandikan dan saling mencuci rambut di dalam bathtub. Mereka akhirnya berxxxx dengan berbagai gaya. bahkan gaya berdiri di bawah shower air hangat.


Mereka sudah bermain basah - basahan di kamar mandi selama 2 jam. Richard minta lanjut berxxxx di tempat tidur. Akhirnya mereka lelah dan menyelesaikan permainan panas mereka.


Lien Wei ke kamar mandi untuk mandi lagi dan memakai piyama. Lien Wei memakai krim malam di wajah.


"Apa itu Wei, aku minta dong biar tambah tampan." tanya Richard.


Lien Wei menghampiri Richard di atas ranjang dan memberi krim malam di wajah Richard. Richard merasa geli diolesi krim malam di wajah. Mereka kemudian tidur saling berhadapan dan berpelukan.


πŸ’“ Keesokan harinyaπŸ’“


Eddy Chen bangun pagi dan melihat adiknya Kelly Chen tidur di sofa. Eddy memijat kepalanya karena pusing akibat Hangover atau mabuk.


Kelly Chen kemudian bangun dan menelepon ke Resepsionis untuk diantarkan sarapan ke kamar. Kelly Chen minta menu sarapan penghilang rasa mabuk.


Kelly Chen memberi Eddy minum bloody Mary pereda mabuk khas Paris saat beli di bartender tadi malam.


Bloody Mary Racikannya terdiri dari vodka, jus tomat, tabasco, garam, merica, lemon dan saus worcester.


Pelayan hotel mengetuk pintu. Kelly membuka pintu kamar hotel dan pelayan membawa meja dorong berisi sarapan.


Eddy yang sedang duduk di ranjang melihat menu sop ayam, roti sandwich panggang. Eddy dan Kelly sarapan bersama dalam diam.


setelah menghabiskan sarapan mereka mau mendengar alat penyadap suaranya. Alat penyadap suara tidak berfungsi karena baterai sudah habis dan butuh diisi ulang/ charger.


Pak Kwang kirim lagi alat penyadap. kali ini berbentuk kancing. sudah di charge penuh kan baterainya.


"Tadi malam saya mendengar mereka membawa keluar tas mereka, Saya kejar ke lantai dasar dengan tangga diam - diam kok tidak ada. Kamar mereka kosong, tuan muda." Kata Pak Kwang.


"Sialan, kamu bodoh." Kata Eddy dengan melemparkan sendok ke arah Pak Kwang.


**BERSAMBUNG**


__ADS_1


Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Minta like, vote dan komentar.πŸ™


Author sudah malas dan menyerah menulis novel. tunggu ada mood, setelah banyak dukungan.


__ADS_2