
🌺 Perjalanan🌺
Keesokan harinya, Matahari bersinar terang, alarm hp sudah berbunyi mereka akhirnya bangun pagi.
"Yenyen bangun, sudah pagi, Ayo sarapan." Kata Lien Wei sambil menggoyangkan badan Yenyen.
Lien Wei segera bangun dan masuk ke kamar mandi, berikutnya Yenyen yang mandi.
Mamanya Lien Wei sudah mempersiapkan sarapannya. seluruh keluarga berkumpul untuk sarapan.
"Ayo anak- anak saatnya sarapan, sudah siap nih." Kata mamanya Lien Wei.
"Kak Mayleen kenapa kamu belum mandi?"
Tanya Yenyen yang sebenarnya ingin menyapa Mayleen.
"Aku tidak pergi kerja karena hari Sabtu libur." Kata Mayleen.
Mamanya Lien Wei bekerja sebagai penjahit di butik, hari Sabtu tetap masuk kerja. Jadi ingin cepat - cepat sarapan.
Akhirnya mereka selesai makan, mamanya Lien Wei harus tetap bekerja di hari Sabtu.
Sedangkan papanya Lien Wei dan Mayleen kerja di perusahaan perbankan jadi hari Sabtu libur.
Lien Wei dan Yenyen bersiap - siap untuk pergi ke kota Taipei.
"Papa, Mama, Cece may. saya dan Yenyen pergi dulu ya." Kata Lien Wei.
"Om, Tante dan Cece Mayleen, saya pergi dulu, jangan kuatir Lien Wei aman." Kata Yenyen.
"Jangan lupa titip salam buat papa, mamamu ya Yen." Kata Mamanya Lien Wei.
"Papa mau antarkan kalian ke terminal bis, dan antarkan mamamu ke butik."
Lalu mereka naik mobil pak Aliang, mobil berhenti di Terminal bis.
"papa dan mama Kami pergi dulu ya." kata Lian Wei
"Om dan Tante, Yenyen pulang dulu ya." Kata Yenyen.
"Oh ya Yen, Tolong beri oleh - oleh ini untuk mamamu ya." Kata mamanya Lien Wei kepada Yenyen
"Ini juga kado untuk pesta ulangtahun, masa kamu datang ke pesta tidak bawa kado." kata mamanya Lien Wei kepada LienWei.
Lalu Lien Wei dan Yenyen keluar dari mobil.
Mereka berjalan menuju ke bis yang ber AC.
Lien Wei memilih tempat duduk yang jendelanya menghadap ke laut yang biru.
Mereka menikmati pemandangan pantai selama perjalanan selama 2,5 jam.
__ADS_1
" ingin rasanya pergi bergandengan tangan dengan pacar di pinggir pantai, duduk di atas pasir putih itu." Kata Lien Wei.
" Kalau aku ingin memakai baju prewedding dengan calon suami di pantai. Lalu difoto dan dicetak ukuran besar, lalu dipigura. dipajang di kamar." Kata Yenyen.
🌼 Taipei🌼
Bis yang mereka tumpangi telah sampai di terminal di kota Taipei. Mereka oper dengan bis dalam kota.
Mereka menunggu bis penuh selama 1jam menuju daerah rumah Yenyen di pertokoan jalan besar.
Lien Wei dan Yenyen turun dari bis yang berhenti di depan toko milik Yenyen. Toko XieXie yang menjual macam - macam roti dan kue.
"Papa, mama saya ajak Lien Wei nih. Nanti malam ada pesta ulangtahun Fung -Fung." Kata Yenyen.
"Halo keponakan Tante yang pintar dan manis. apa kabar?" Kata mamanya Yenyen.
"Saya baik -baik saja, ini ada oleh - oleh dari mama buat om dan tante." kata Lien Wei.
Mamanya Yenyen menerima kantong plastik berisi buah - buahan.
"Permisi om dan Tante saya numpang di sini dulu." Kata Lien Wei.
"Sudah anggap saja ini rumah mu sendiri.
Silahkan Naik langsung ke atas untuk mandi dan makan siang." Kata mamanya Yenyen
"Terimakasih Tante." kata Lien Wei.
Mereka masuk ke dalam dan naik ke loteng untuk istirahat dan makan siang.
kita saling memijat kaki dan punggung bergantian." Kata Lien Wei.
Lien Wei memijat punggung Yenyen, lalu Yenyen memijat Lien Wei.
Lalu mereka pergi mandi bergantian. Setelah itu mereka makan siang berdua.
"Ayo kita tidur siang dulu untuk mengumpulkan tenaga." Kata Yen Yen.
"Kita pilih gaun apa yang kita pakai nanti." kata Yenyen.
Mereka memilih gaun - gaun di lemari Yenyen.
Lin Wei memih gaun yang berlengan berwarna pink panjang selutut.
Yenyen memilih gaun tanpa lengan warna kuning."
"Banyak sekali gaunnya, apakah kamu sering ke pesta." kata Lien Wei.
" Iya, aku sekolah di SMA swasta yang siswanya anak - anak orang kaya. setiap bulan selalu saja ada pesta ulangtahun. masa gaun pesta sama terus." kata Yenyen.
"Pergaulan juga menghabiskan banyak uang juga ya. Saya tidak perduli dengan penampilan." kata Lien Wei.
__ADS_1
"Saya perduli dengan penampilan, kalau kamu terlihat tidak keren maka teman - teman akan menjauhimu. Apakah kamu kuat jika tidak punya teman." Kata Yenyen.
"Saya sudah cerita kan, penolong saya saat dibully adalah Nicky." Kata Lien Wei.
"Akhirnya Nicky tidak memilihmu menjadi pacar, tapi memilih temanmu yang cantik, apalagi ketua cheerleader yang pasti terkenal."Kata Yenyen.
"Ah sudahlah, aku tak mau mengingatnya lagi. Membuat hatiku tambah terluka." Kata Lien Wei.
"Makanya ubah penampilanmu, bercermin, dan pakai bedak, lipstik, dan ganti kacamata mu." Kata Yenyen.
"Ayo kita tidur, kepalaku pusing dan lelah. kita tidur siang dulu." kata Lien Wei.
Mereka tidur karena kelelahan hingga jam 5 sore. Mereka dibangunkan oleh Mamanya Yenyen.
Yenyen dan Lien Wei ayo bangun, katanya ada pesta nanti jam 6." Kata Mamanya Yenyen.
"Aduh gawat bisa terlambat nih, aku mandi dulu setelah itu kamu Lien Wei." Kata Yenyen.
Yenyen keluar dari kamar mandi lalu bergantian dengan Lien Wei.
Tiba-tiba Papanya Yenyen mendapatkan telepon.
"Sahabatku kena serangan Jantung dirawat di rumah sakit luar kota ini kabar dari tetangganya." kata Papanya Yenyen.
"Mama, papa mau pergi ke luar kota, mungkin pulang besok pagi. Sahabat papamu kena serangan jantung. dia sebatang kara tidak punya saudara. Kamu berangkat naik taksi ya ini uang untukmu" Kata Mamanya Yenyen.
Lalu Lien Wei keluar dari kamar mandi.
Loh kemana om dan Tante. Yen....kok sepi Toko di bawah sudah tutup gelap." Tanya Lien Wei.
"Mereka pergi ke rumah sakit di luar kota, sahabat papa sebatang kara, tidak ada yang mengurus. Kita pergi pakai taksi." kata Yenyen.
"Saya pakai gaun dulu ya. ajari aku dandan." kata Lien Wei.
"Ayo kita cepat, Aku dandanin kamu biar cepat." Kata Yenyen.
"kamu pintar dan cepat merias wajah." Kata Lien Wei.
"Kamu bisa melepaskan kacamata mu ini. Kita tidak sempat beli contact lens tadi." Kata YenYen.
"Biar kupakai kacamata saya." kata Lien Wei.
"Halo taksi tolong datang ke toko kue XieXie." Kata Yenyen sedang menelepon taksi.
"Saya pakai sepatu apa, jangan sepatu hak tinggi." kata Lienwei.
"Sepatunya ini saja, biasa tidak pakai hak." Kata Yenyen.
10 menit kemudian, taksi sudah datang. Mereka bergegas naik taksi menuju ke rumah Fung- Fung.
Orang tua Fung - Fung lagi pergi ke luar negeri. jadi Fung - Fung merasa bebas mengatur pestanya.
__ADS_1
Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Jika suka beri like, vote dan komentar.
🙏🏻🙂