Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 6 Hamil


__ADS_3

🌺Pagi hari🌺


Lien Wei bangun pagi dan mengambil gelas plastik lalu ke kamar mandi. Lien Wei merasa mual - mual tiap pagi. Setelah itu rasa mual hilang.


Lien Wei melakukan test kehamilan sesuai petunjuk. Tes yang akurat adalah setelah bangun tidur.


Lien Wei menunggu hasil test selama 5 menit sambil mandi. Lalu keluar hasilnya yaitu garisnya ada 2 yaitu positif.


Lien Wei lalu berpakaian sambil menangis, badan terasa lemas.


Tiba-tiba Mayleen menggedor pintu kamar mandi karena takut telat berangkat kerja.


"Lien Wei cepat keluar, jangan lama-lama di dalam, aku mau pergi kerja" kata Mayleen.


Lalu Lien Wei keluar dari kamar mandi, Mayleen masuk tidak sengaja menyenggol peralatan mandi Lien wei hingga jatuh semua.


Mayleen melihat ada alat testpack terjatuh.


"Lho, ini kan alat test kehamilan, tanda positif. kamu hamil Lien?" kata Mayleen.


Ibunya yang sibuk memasak di dapur jadi kaget mendengar teriakkan Mayleen.


"Coba mama lihat, .... Ternyata kamu hamil, dengan siapa Lien?" Tanya mamanya dengan nada marah.


Lien Wei langsung menangis dan menceritakan kejadian 2 bulan yang lalu saat pesta ulangtahun di Taipei dengan pria yang merupakan putera dari mafia & konglomerat.


Mamanya Lien wei lalu menelepon Yenyen dengan marah - marah karena tidak menjaga Lien Wei dengan benar.


Pak Aliang yaitu papanya Lien Wei hanya shock, tidak bisa tidak tega memarahi Putrinya. Pak Aliang merasa hal ini bukan kesalahan putrinya.


"Saya akan pergi ke Taipei untuk bertemu kepada pria yang berbuat kurang ajar kepada putriku." Kata Shou Yen.


"Saya akan mengantarmu sampai di terminal, sekalian pergi ke kantor." Kata Pak Aliang


Akhirnya mobil Pak Aliang telah sampai di terminal bis. Shou Yen naik bis yang telah hampir penuh.


Mamanya Lien Wei lalu pergi ke Taipei dengan bis selama 3,5 jam.


🌺 Taipei🌺


Akhirnya bis berhenti di tempat pemberhentian bis, Shou Yen turun dari bis dan menyebrang di zebra cross.


Shou Yen berjalan ke sekolah tidak jauh dari tempat pemberhentian bis tadi.


Shou Yen melihat sekolah yang besar itu dan menghampiri pos security untuk mencari Richard di sekolahnya.

__ADS_1


"Maaf bisakah saya bertemu dengan siswa bernama Richard kelas 12." Kata Shou Yen kepada Security.


"Maaf nyonya kelas 12 libur karena selesai ujian Nasional." Kata Security.


"Maaf kalau begitu pak." Kata Shou Yen.


Lalu Mamanya Lien Wei ( Shou Yen) pergi ke rumah Yenyen untuk mencari tahu di mana rumah Rumah Richard.


Shou Yen naik bis lagi, 15 menit kemudian sampailah di rumah toko kue XieXie.


"Halo kakak, ada apa tiba - tiba ke Taipei. Apakah akan bertemu dengan Richard anak mafia itu. Hati - hati kak, saya kuatir dengan keluarga kakak." Kata mamanya Yenyen.


"Saya tidak takut mati jika masalah harga diri putri saya. Tadi saya pergi ke sekolah ternyata libur setelah ujian Nasional. Mana Yenyen saya ingin bertemu dengannya?" kata Shou Yen.


Lalu Mamanya Yenyen pergi ke atas untuk memanggil Yenyen. Mereka berdua turun ke bawah untuk menemui Shou Yen.


Shou Yen melihat Yenyen datang lalu bicara dengan agak marah.


"Yenyen, kamu harus bertanggung jawab juga, tunjukkan kepada Tante di mana rumah Richard." Kata Shou Yen.


"Saya takut Tante jika dibunuh oleh ayahnya Richard, atau usaha papaku dibuat bangkrut." Kata Yenyen.


"Kamu tak perlu antar sampai depan pintu gerbang, kamu bisa sembunyi di tempat agak jauh." Kata Shou Yen.


"Yenyen, turuti kata tantemu. Kita naik mobilku saja, kita lihat dari jauh." Kata mamanya Yenyen.


Mobil sudah masuk ke kompleks perumahan besar dan mobil parkir di depan taman perumahan itu.


"Tante di seberang taman ada pagar hitam yang besar, itu adalah rumahnya Richard. hati - hati Tante ada bodyguard." kata Yenyen.


"kak, kamu harus bicara yang lembut dan sopan kepada security, kalau marah - marah Richard tidak mau keluar lho." Kata Mamanya Yenyen.


Lalu Shou Yen berjalan melewati taman, dan berdiri di depan pintu gerbang. Shou Yen menekan tombol bel rumah. Lalu keluarlah security.


"Anda mau mencari siapa, nyoya? " Tanya security.


"Saya mau mencari tuan Richard, ada masalah dengan teman sekolahnya." Kata Shou Yen.


Richard yang sedang bermain basket di halaman rumah. Security menghampiri tuan muda yang sedang bermain basket.


"Tuan muda ada seorang ibu dari teman sekolah tuan sedang mencari tuan muda." Kata Security.


Lalu Richard berjalan menghampiri pagar dan keluar.


"Ada perlu apa ya, Nyonya mencari saya." kata Richard.

__ADS_1


"Ayo kita bicara di taman," Kata Shou Yen.


Lalu Richard mengikuti nyonya Shou Yen duduk di taman.


bodyguard yang menjaga keselamatan tuan muda mengikuti Richard dengan jarak setengah meter.


Ibu Shou Yen berhenti di bawah pohon yang rindang. Richard ikut berhenti. Bodyguard menjaga dengan jarak 1,5 meter, Karena tidak mau menguping.


"Ada apa Nyonya kok sepertinya rahasia?" Tanya Richard.


"Kamu telah menghamili anak Tante saat pesta ulang tahun." Kata Shou Yen.


"Apa dia hamil, kan saya sudah ganti dengan cek 100 juta. Nyonya bisa gunakan uang itu untuk menggugurkannya." Kata Richard.


"Enak saja, kamu sudah menodai kesucian putri saya." Kata Shou Yen.


"Tante, bisa memaksa saya untuk menikah dengan putri nyonya yang jelek itu, tapi putri anda akan kusiksa tiap hari. Apa Tante mau? Kata Richard.


Shou Yen lebih takut jika anaknya disiksa.


"Baiklah saya akan gugurkan bayi itu, kamu jangan mencarinya." Kata Shou Yen.


Shou Yen kembali ke dalam mobil dengan marah.


Yenyen dan mamanya tidak berani bertanya jika muka Shou Yen terlihat marah sekali.


Mereka sampai di rumah toko Kue "XieXie.


mamanya Yenyen memberikan segelas minuman air putih. dan menunggu Shou Yen mencurahkan isi hatinya.


"Saya akan gugurkan bayi itu." Kata Shou Yen.


"Jangan kak. ingat Karma, itu sama saja membunuh, kita akan dihukum Tuhan. Bayi itu hadir karena kehendak Tuhan. Tetangga saya menikah puluhan tahun tapi tidak dikaruniai anak. Kuatkan hatimu itu adalah cucumu." Kata Mamanya Yenyen.


"Baiklah saya akan membesarkan cucu saya, mungkin ini adalah takdir. Aku harus ikhlas menjalani ini semua." Kata Shou Yen.


"Minum dan makan siang dulu. Kamu butuh tenaga untuk makan." Kata mamanya Yenyen.


Mereka makan siang bersama hingga kenyang.


"Ini oleh - oleh roti strawberry untuk Lien Wei, ada roti coklat, keju, nanas. untuk seluruh keluargamu." Kata Mamanya Yenyen.


Lalu Mamanya Yenyen mengantar kakaknya yaitu nyonya Shou Yen ke terminal bis antar kota.


Shou Yen pergi naik bis memilih tempat duduk yang jendelanya menghadap ke laut yang biru.

__ADS_1


Terimakasih telah mampir membaca novel ini, jika suka tolong beri like, vote dan komentar. 🙏😀


__ADS_2