
Saat Richard mengucapkan ancaman bunuh diri, Mike langsung mengalihkan pembicaraan.
"Ini lihat foto pernikahan kalian. Kukirim di Hp mu buat profil WhatsApp kalian berdua." Kata Mike.
"Jangan dijadikan profil WhatsApp, Nanti mama nya Richard tahu. Saya belum siap Melihat dia kecewa mengijinkan putranya menikah dengan orang lain." Kata Pak Johny Wang.
"Kalau begitu kukirim di group kita, jadi profil group Naga langit." Kata Mike.
"Richard dan Lien Wei, Papa punya rencana. Papa akan menanamkan saham untuk Lien Wei agar dapat mengembangkan bisnisnya.
Anak buahnya papa sudah mendapatkan koki hebat, sales, pekerja yang bisa membantu membuat camilan. Besok pagi mesin - mesin pembuat kue kering akan datang." Kata Pak Johny Wang.
"Apakah papa ingin agar Lien Wei tidak dipandang rendah oleh mama? Saya dan teman - teman akan bantu Lien Wei biar cepat sukses." Kata Richard.
"Lien Wei kamu harus buat nama perusahaan, nama merek makanan dulu. bahan - bahan makanan yang dibuat. Produk makanan harus diperiksa dan disetujui oleh Departemen of health dan diuji oleh Industrial Development Bureau (IDB)." Kata Pak Johny Wang.
"Pa, saya rencananya juga menjual barang lewat online. Jika sudah berkembang aku akan membuat website untuk barang online." Kata Lien Wei.
"Biar barang jualan kita lengkap kita bisa jualan barang impor." Kata Richard.
" Jangan barang dari Hongkong dan China, karena sudah dikuasai oleh konglomerat yang anaknya akan dijodohkan dengan Richard." Kata Pak Johny Wang.
( Tahun 2018 Taiwan ingin meningkatkan negaranya dengan cara memproduksi barang sendiri. Taiwan ingin produk makanan, kesehatan, kecantikan sesuai standar kesehatan tanpa bahan berbahaya)
"Kalau begitu kita beli produk kecantikan, baju dari Korea Selatan. Tapi aku tak bisa bahasa Korea." Kata Lien Wei.
(Tahun 2018 Barang impor yang lolos masuk di Taiwan adalah barang dari Korea Selatan dan Selandia baru karena dari bahan yang aman, itupun hanya karena Sumber Daya Alam Taiwan terbatas. Apalagi kebutuhan akan tissue terpaksa harus impor. Taiwan fokus sebagai negara pengekspor bukan pengimpor, Bahkan Taiwan memproduksi Whiskey sendiri.)
"Kent, Besok kamu harus mendapatkan orang yang bisa bahasa Korea dan beri satu penjaga untuk menemaninya selama perjalanan di Korea." Kata Pak Johny Wang.
__ADS_1
"Papaku pernah mengurus surat impor barang. Kita bisa minta bantuan papaku. Semua barang impor harus sesuai aturan Bureau of Foreign Trade ( BOFT ). Kata Mike.
"Lien Wei aku juga menanamkan saham untuk perusahaan kita. Kita buat perusahaan yang mengandung nama kita. Bagaimana kalau nama Rilien cooperation yaitu Richard dan Lien Wei." kata Richard.
"Benar juga Lien Wei, Mamanya Richard tidak mungkin menghancurkan perusahaan anaknya. perusahaan dibangun dari oleh kalian berdua, sehingga sulit untuk mengatur pembagian harta. juga bila tahu papa yang menanam saham untuk kalian, maka mamanya Richard tidak bisa mengancam menghancurkan perusahaan kalian." Kata Pak Johny Wang.
"Mamaku sedang menjahit hasil desainku, tinggal kubuat merek. aku akan jual online. Aku punya rencana baju untuk kuliah dan baju untuk anak muda." Kata Lien Wei.
"Iya Lien. Kalau begitu mama akan tambah pegawai untuk menjahit semua desain kamu." Kata Mamanya Lien Wei.
"Oke, semuanya telah selesai dibahas, besok akan dilanjutkan. Saya mau bawa Lien Wei ke kamar. Semua urusan kuserahkan kepada papa. Selamat malam papa, papa dan mama mertua, kakak iparku Mayleen, dan teman - teman." Kata Richard sambil menarik tangan Lien Wei.
"Papa mertua, papa dan mama semuanya saya permisi dulu." Kata Lien Wei yang tangannya ditarik oleh Richard.
"Richard kamu kok gak sabaran sih cepat - cepat masuk ke kamar." Goda Mike.
Semua tamu tertawa semua, akhirnya para tamu pamit pulang.
"Besan, Kami pamit pulang dulu." Kata Papanya Lien Wei kepada Pak Johny Wang.
Pak Johny Wang membalas dengan cara membungkukkan kepalanya.
"Om, kami pulang dulu karena besok ada kuliah." Kata geng naga langit sambil membungkuk
๐Di kamar๐
"Aku tagih janjimu untuk mengganti hukuman Nicky." Kata Richard sambil membuka jasnya dan kancing baju.
"Sebentar aku mandi dulu, dan memberi ASI Yuwen dulu." Kata Lien Wei.
"Sudah waktu kita akan habis, apalagi bahas masalah pekerjaan tadi." Kata Richard.
__ADS_1
Richard langsung memeluk dan mencium Lien Wei. tangannya yang berada di belakang menarik resleting gaunnya, dan gaunnya otomatis turun ke bawah karena berat kainnya.
Richard membuka tali bra yang berada di belakang, sambil berciuman dengan nafas tersengal - sengal. Richard senang Lien Wei membalas ciuman panasnya. Richard mendorong dan menjatuhkan Lien Wei di atas kasur.
Richard mulai turun mencium leher, dan turun mencium semua tubuhnya. Lien Wei merasakan sensasi yang membuat dirinya bergairah dan mendesah.
Richard lalu menindih Lien Wei, Selanjutnya terjadilah beberapa pertarungan beronde - ronde. Lien Wei merasa kewalahan dan kecapekan. 3 jam kemudian Richard rebah di samping Lien Wei dan tidur berpelukkan.
Yuwen untungnya dijaga oleh Babysitter, jadi minum susu kaleng. Jam 3 pagi Lien Wei bangun untuk melihat Yuwen, tapi tangan Richard berada di dadanya. Lien mengangkat tangan Richard dengan perlahan.
Richard merasakan adanya pergerakan pada tangannya, lalu mengeratkan pelukannya kepada Lien Wei. Richard mencium bibir Lien Wei dan melakukan episode ke 2 dengan beberapa ronde.
"Akhirnya olahraga malam dan pagi sudah kulakukan. Nicky bebas dari hukuman." Kata Richard.
"Ingat akan janjimu, jangan ganggu pekerjaan orang tuanya Nicky. Pelayanan di atas ranjang cuma hari ini saja. Berikutnya kamu harus mendapatkan nilai B semua di total akhir semester 3 ini." Kata Lien Wei.
"Aku pasti bisa mendapatkan nilai B di semua pelajaran kuliah." Kata Richard.
"Kita lihat saja nanti, kalau ada nilai C. maka pelayanan di atas ranjang mundur sampai ke semester berikutnya. ha....ha....ha." Kata Lien Wei.
"Kita lihat nanti ya, tinggal 3 bulan lagi." kata Richard.
"Aku mau pergi mandi dan memberi ASI Yuwen." Kata Lien Wei.
Lien Wei menutup badannya dengan selimut, tapi ditarik oleh Richard.
"Selimut cuma satu, ayo kita berjalan bersama ke kamar mandi dengan selimut ini ke kamar mandi. Aku minta dimandikan sebagai balasannya aku akan memandikanmu." Kata Richard.
"Aku bisa mandi sendiri." Kata Lien Wei.
Richard menggendong Lien Wei ke kamar mandi dan menyalakan air shower dan air hangat di bathtub. Setelah berciuman di bawah guyuran air shower. Mereka berpindah di bathtub yang penuh dengan air dan sabun. ( Bayangkan sendiri ya apa yang dilakukan di bathtub yang besar itu).
__ADS_1
Author juga sudah membuat novel berjudul "Pria atau Wanita."
Terimakasih telah mampir membaca ke cerita ini. Minta dukungan like, vote dan komentar ๐.