Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 29 Bangkit


__ADS_3

🌺 Kampus🌺


Lien Wei dari tadi pinjam buku kuliah Richard saat mengikuti kuliah, Lien Wei hanya mencatat di buku coretan yang akan disalin rapi di kertas binder.


Sekarang sudah jam 2 siang, mata kuliah terakhir untuk hari ini. Nicky yang dari tadi pagi merasa patah hati melihat Lien Wei di samping Richard.


Akhirnya kuliah telah selesai, Lien Wei minta Richard mengantarnya ke asrama. Lien Wei ingin mengambil buku - buku yang ada di asrama. Sesekali Lien Wei melirik ke arah Nicky yang ia rindukan.


"Antar aku ke asrama, aku mau ambil buku - bukuku." Kata Lien Wei.


"Ayo naik mobil saja, daripada jalan kaki. Aku capek jalan sampai ke belakang." Kata Richard.


Mereka masuk ke dalam mobil dan Lien Wei melihat Nicky sedang jalan kaki bersama teman - temannya. Akhirnya mereka sampai di parkiran asrama.


Lien Wei keluar dari mobil dan masuk ke asrama. Lien Wei menaiki tangga dan mengambil buku kuliah.


*Aku cuma mau ambil buku saja, biarkan bajuku di sini. Aku tak mempercayai Richard anak mafia itu. Dia bisa saja mencampakkan aku jika sudah bosan. Ini mungkin sudah takdir, aku harus segera lulus kuliah dan bangkit. Setelah aku kuat aku bisa balas dendam meninggalkan Richard.


*Kata Hati Lien Wei.


Lien Wei memasukkan buku - buku kuliah di dalam tas ransel. Lien Wei segera turun dan masuk ke dalam mobil. Nicky melihat Lien Wei keluar dari asrama dan masuk ke dalam mobil. Nicky menghafal plat nomor dan merk mobil Richard.


"Kok cuma bawa buku saja, kenapa tidak sekalian baju - bajunya." Kata Richard.


"Biarlah baju - baju itu di sana. antarkan aku ke toko buku." Kata Lien Wei.


"Baik ratuku." Sahut Richard.


"Pak Jang, antar kami ke Toko buku terbesar." Kata Richard


"Baik Tuan muda." Kata Pak Jang.


"Richard kamu tak perlu ikut masuk ke dalam toko buku, Kamu pasti tak suka membaca." Kata Lien Wei.


"Kalau begitu kamu harus cepat, aku tak mau menunggu lama di mobil." Kata Richard.


15 menit kemudian mereka sampai di toko buku. Lien Wei masuk ke dalam toko buku, dia membeli buku - buku cara buat kue kering, dan desain baju.

__ADS_1


Mamanya Lien Wei pernah menjadi tukang jahit di butik dan Lien Wei pernah belajar menjahit. Jadi dari kecil sudah belajar menjahit selain memasak.


Setelah Lien Wei membayar buku - buku terbitan terbaru, Lien Wei melihat majalah Fashion di samping kasir. Lien Wei juga membeli majalah itu. Lien Wei kembali ke dalam mobilnya


Mobil mereka akhirnya sampai di rumah Richard yang mewah, tapi bagi Lien Wei ini adalah penjara. Lien Wei keluar membawa tas ransel dan kantong plastik berisi buku - buku baru.


Lien Wei melihat botol - botol Asi di dalam kulkas telah habis jadi Yuwen minum susu kaleng. Lien Wei melewati kamar Yuwen dan melihat Richard.


Richard ingin menggendong Yuwen, tapi Lien Wei marah.


"Tunggu kamu jangan sentuh Yuwen, Kamu harus mandi dulu. Badanmu membawa virus" Kata Lien Wei kepada Richard.


"Oh ya, aku mandi dulu." Kata Richard, dia bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


"Pak Sen, tolong buatkan bubur Tim ayam. Besok titip beli pisang susu ya buat Yuwen." Kata Lien Wei kepada koki dapur.


Lien Wei masuk ke dalam kamar dan semua buku disimpan di dalam tas ransel seakan - akan siap untuk kabur.


Richard sudah selesai mandi, dan langsung pergi ke kamar Yuwen. Lien Wei segera mandi dan berpakaian. Lien Wei menghampiri kamar Yuwen, dan melihat Babysitter memberi makan bubur agar nanti malam tidak rewel nangis kelaparan.


🌺 Hualien🌺


Pak Aliang dan Mayleen kaget rumahnya bersih tidak ada barang.


"Shou Yen, kemana barang - barang di rumah ini kok gak ada." Kata Pak Aliang.


"Sudah dibawa ke Taipei, ini alamatnya kita harus ke alamat ini. Saya sudah kontrakan rumah ini kepada temanku yang kebetulan kemarin cari rumah." Kata Shou Yen.


"Aku mandi, badanku tidak segar." Kata Mayleen.


Pak Aliang memasukkan koper dan tas kecil isi pakaian ke dalam mobil. Mayleen dan pak Aliang selesai mandi dan pergi ke Taipei yang membutuhkan waktu 2,5 jam jika naik mobil pribadi.


🌺 Taipei🌺


Keluarga Lien Wei sudah sampai di Taipei dan mencari rumah sesuai alamat


"Papa di kertas ini tertulis Jl. Fanglan no.32, aku pindah tugas di bank Jl. Fanglan no.100. Berarti dekat dong pa." Kata Mayleen.

__ADS_1


"Kelihatannya ini rumahnya, parkiran di samping rumah ini." kata Shou Yen.



Visual yang ada di saat siang hari, seharusnya malam hari tapi gelap.


"Wah bentuk rumah seperti ini adalah impian mama untuk bisa buka butik. Papa 3 tahun lagi pensiun, karena batasan umur di bank." Kata Shou Yen.


"Mana kunci rumah, kamu yang buka pintu. Papa yang bawa koper? " Kata Pak Aliang.


Mereka masuk ke dalam rumah itu. dan melihat lemari sudah ditata di kamar lantai 2.


"Tempat ini strategis untuk dibuat usaha, mama mau buat usaha Tailor. Mama mau beli mesin jahit, besok sore kita cari ya pa." Kata Shou Yen.


"Iya ma, Sekarang Lien Wei mungkin dibutuhkan. Kalau Yuwen sudah bukan balita lagi pasti dibuang. apalagi Richard dari keluarga Mafia." Kata Mayleen.


"Kita pikirkan besok, papa mau tidur capek, Kita beli Tirai yang besar untuk menutupi kaca sebesar ini." Kata Pak Aliang.


🌺Di rumah Richard🌺


Salah satu Gengster datang, setelah mengantar pak Johny Wang ke kantor Casino.


Pak Rei mengetuk pintu kamar, Richard membuka pintu kamar.


"Ada apa? Kata Richard.


"Ini buku yang tertinggal di Hualien. Mereka semua sudah pindah di jalan Fanglan no. 32." Kata Pak Rei sambil menyerahkan tas berisi buku kuliah.


Richard segera menutup pintu dan tersenyum ingin memberi kejutan kepada Lien Wei.


Lien Wei sedang menyalin catatan 2 mata kuliah tadi pagi. Richard duduk di sebelah Lien Wei.


"Lien ku sayang, Besok adalah tanggal 7 bulan 7, kalau kalender internasional besok hari Selasa tanggal 9 Agustus 2016. Menurut kamu itu adalah hari apa? Tanya Richard sambil tersenyum.


"Hari ulang tahun kamu, memang kamu mau minta apa?" Kata Lien Wei yang dari Tadi fokus menyalin catatan ke kertas binder.


"Besok adalah hari valentine China. Aku ingin ajak kamu dan Yuwen jalan - jalan." Kata Richard.

__ADS_1


"Terserah deh, mana tas yang kamu pegang tadi, ini tasku yang tertinggal di Hualien." Kata Lien Wei.


***Bersambung***


__ADS_2