Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 41 Kerjasama


__ADS_3

☘️ Keesokan harinya☘️


Lien Wei sudah bersiap untuk sarapan di hotel dan berangkat menemui klien. Pintu kamar diketuk oleh Eddy. Lien Wei segera mengambil tas tangan kulit yang elegan berisi surat kerjasama dan profil perusahaan Rilien milik Richard dan Lien Wei.


Saat Lien Wei membuka pintu, Eddy kagum melihat Lien Wei memakai dress selutut. Pak Kim ( bodyguard ) dan Pak Kim (penerjemah) sedang menunggu di depan pintu dari tadi.


"Ayo kita pergi sarapan dulu dan segera pergi menemui klien." Kata Lien Wei.


Mereka semua masuk ke dalam lift yang kosong dan turun menuju ke restoran.


Mereka mendapat fasilitas sarapan pagi yang merupakan paket menginap di hotel.


Lien Wei dan Eddy Chen duduk berdua semeja, dan yang bodyguard semeja juga.


"Kita seperti kencan saja." Kata Eddy.


Lien Wei cuma merasa canggung dan tersenyum biasa saja. 15 menit kemudian, mereka telah selesai sarapan bersama.


"Ayo, kita pergi bersama sekarang." Kata Eddy.


"Tapi kita pesan taksi sendiri, kan tidak cukup bersama." Kata Lien Wei.


"Jangan kuatir, kami sudah menyewa mobil Alphard. Bodyguard saya bisa menjadi sopir. Bodyguard anda duduk di belakang. Jadi kita berdua berada di tengah. pas kan." Kata Eddy.


Lien Wei tidak bisa menolak Eddy yang telah menjadi klien nya. Mereka akhirnya sampai di perusahaan kosmetik di Seoul. Mereka parkir dan masuk ke kantor Setelah mendapat ijin dari Resepsionis.


"joh-eun achim-ibnida, dangsin dul-eun nampyeongwa anaeibnida. jal eoullyeoyo." Kata Miss Lee bagian Staff penjualan.


"Selamat pagi, kalian berdua apakah suami istri. Kalian terlihat serasi." Kata penerjemah Hwang Kepada Lien Wei, dan penerjemah Xian kepada Eddy.


Eddy tersenyum bahagia dibilang serasi sebagai suami dan istri.


"Bukan, saya sudah menikah dan tinggal di Taiwan, sedangkan dia tinggal di Hongkong." Kata Lien Wei.


"aniyo, jeoneun gyeolhonhaessgo daeman-e salgo iss-eumyeo hongkong-e salgo issseubnida." Kata Pak Hwang kepada Miss Lee.


"ne, hwajangpum-eul boyeo deuligessseubnida. Lien Wei ssiui eolgul-eul jeungmyeonghae *** su issseubnikka?" Kata Miss Lee.


"Oh, ya kami akan menunjukkan beberapa kosmetik. Apakah bisa dicoba di wajah nyonya Lien Wei untuk pembuktian." Kata Pak Hwang kepada Lien Wei dan Pak Xian kepada Eddy.

__ADS_1


"Boleh, Silahkan." Kata Lien Wei.


"jinhaenghasigi balabnida" Kata Pak Hwang.


"naneun meonjeo eolgul-eul chwal-yeonghago hwajang huwa bigyohabnida. meikeueob buseo jig-won-i meikeueob-eul hal geos-ibnida."


"Saya foto dulu wajah before, bandingkan dengan after makeup. staf bagian make up yang akan merias Nyonya." Kata Pak Hwang kepada Lien Wei dan Eddy mendengar terjemahan dari pak Hwang.


"Pak Hwang, kamu foto saya juga ya after before buat arsip." Kata Lien Wei kepada penerjemah.


Pak Hwang memfoto wajah Lien Wei sebelum make up. Eddy yang berpura - pura melihat Hp, sebenarnya sedang memvideokan proses make up Lien Wei. Proses merias selesai 5 Menit kemudian.


"eotteohge jayeonseuleobge boibnikka?" Kata Miss Lee.


"Bagaimana, terlihat natural kan?" kata Pak Hwang.



Miss Lee, Pak Hwang dan Eddy berdiri memfoto Lien Wei bergantian. Eddy menjadikan foto Lien Wei sebagai wallpaper.


Sedangkan Miss Lee dan Pak Hwang menyimpan foto sebagai arsip.


Misi berikutnya adalah membeli alat elektronik, barang - barang unik alat rumah tangga, sekolah dan kantor, pakaian grosir dari anak sampai dewasa.


Mereka hanya makan siang dengan roti isi seperti Sandwich, hotdog. Lien Wei dan Eddy menjadi terbiasa dengan kebersamaan mereka. Lien Wei menganggap sebagai sahabat, sedangkan Eddy menganggap berselingkuh dengan istri orang lain.


Akhirnya sudah jam 5 sore mereka merasa lapar. Mereka mencari restoran makanan khas Korea yang seperti di drama Korea.



Lien Wei dan Eddy semeja memanggang daging sapi. Para bodyguard dan penerjemah semeja juga, mereka telah menjadi akrab walaupun beda negara tapi bahasanya sama yaitu bahasa Mandarin.


Pak Xian memfoto dan memvideokan kebersamaan Pak Eddy dan Lien Wei, karena diperintah oleh bos Eddy.


"Hari ini adalah malam terakhir kita, besok kita akan pulang ke negara kita masing - masing. Bisakah kita kerja sama lewat Video call." Kata Eddy.


"Anda seorang pria lebih baik bicara langsung dengan suami saya. Suami saya seorang pencemburu, dia anak Mafia Johny Wang. Apakah Anda kenal?" Kata Lien Wei.


"Bagaimana kamu bisa menikah dengan seorang anak mafia, pasti tegang dong." Kata Eddy.

__ADS_1


"Awalnya sih tegang, saya kadang ketularan dengan perkataan suami saya yang agak kasar. Kadangkala dia Romantis tapi kalau marah bisa - bisa aku dihukum." Kata Lien Wei.


"Hah, dihukum. itu suatu KDRT. Kamu harus lapor kepada departemen Hak Asasi Manusia." Kata Eddy.


"Sebenarnya hukumannya adalah melayani dia di atas ranjang, makanya aku tidak mau buat dia marah seperti dekat dengan pria lain." Kata Lien Wei


"Bukankah melayani suami di atas ranjang suatu kesenangan kok menjadi hukuman. Maaf kalau saya lancang." Kata Eddy.


Lien Wei lalu menceritakan semua dari awal pertemuan dengan Richard sampai akhir.


"Jadi kamu sekarang mencintai dia sebagai ayahnya anakmu saja, dan menghindari melayaninya sebagai istri." Kata Eddy.


'Kamu bisa kabur dengan Yuwen ke rumahku, saya akan bayar polisi dan bodyguard menjagamu." Kata Eddy.


"Tidak perlu, Walaupun dia terlihat keras, tapi hatinya sebenarnya sangat lembut. Dia adalah anak yang kurang perhatian dari orang tua. Dia orang yang setia, kecuali dia tidak setia maka aku juga akan membalasnya." Kata Lien Wei.


"Kalau begitu saat aku sedang Video Call denganmu, saya akan berpenampilan sebagai perempuan saja. Tidak apa kan teman tapi mesra." Goda Eddy.


Setelah makan malam, mereka akhirnya pulang ke hotel. Pihak dealer mobil mengambil mobil Alphard yang telah disewa.


Lien Wei mandi dan berpakaian, lalu segera menelepon Video Call Richard.


📽️ " Halo, Apa kabar Yuwen?" Kata Lien Wei


📽️ "Yuwen pasti baik - baik saja karena ada Papanya, tapi Saya yang lebih merindukan dirimu." kata Richard.


📽️ "Besok pagi aku pulang, kita bisa pergi jalan - jalan dengan pakaian turis, naik bis, bersepeda." Kata Lien Wei.


📽️ " Baiklah, aku tunggu ya. Mumpung cuaca dingin kita bisa jalan - jalan outdoor. Ini Yuwen sedang tidur di sebelahku." Kata Richard.


📽️ "Dia sudah bisa berjalan, kamu harus hati - hati mengawasinya. singkirkan senjata yang berbahaya seperti pisau lipatmu yang ada di atas meja, pistol milik papamu di ruang keluarga." Kata Lien Wei.


📽️ " Pistol itu untuk menakuti orang yang kalah judi tapi tidak bisa bayar di kasino." Kata Richard.


📽️ ". Aduh, pusing kepala Barbie. Aku tidur dulu. Besok pesawat berangkat jam 8 pagi." Kata Lien Wei.


📽️ " Selamat malam sayang dan selamat tidur." Kata Richard.


Terimakasih telah mampir membaca novel saya ini. Maaf butuh lama up- nya karena butuh mood, pemikiran, inspirasi juga informasi. Minta Like, vote dan komentar.🙏

__ADS_1


__ADS_2