
π Sabtu malam yang indah π
Setelah bekerja cepat selama seminggu setelah keluar dari rumah sakit. Lien Wei dan Richard selesai makan malam dan mandi bersama. Mereka membawa bayi mereka ke kamar dan diletakkan di tengah.
Mereka bermain bersama Yuwen selama satu jam, mereka merindukan anak mereka. Setelah itu Lien Wei meletakkan Yuwen ke ranjang bayi. Lien Wei berbaring menghadap Richard.
"Besok pagi kita harus berangkat ke Paris, akhirnya pekerjaan dan pembagian tugas selesai. Kita bisa tenang pergi ke Paris." Kata Lien Wei.
"Berapa lama penerbangan dari Taipei ke Paris?"
"Sekitar 14 jam kita sampai ke sana." Kata Lien Wei.
"What, bisa gila aku tidak memelukmu selama 14 jam. Ayo kita bercinta sampai puas." Kata Richard.
Richard langsung menindih Lien Wei dan melakukan aksinya selama 2 jam. Mereka akhirnya kelelahan dan tertidur sambil berpelukan di dalam selimut.
jam 2 pagi Yuwen menangis minta susu, Lien Wei bangun dan memakai kemejanya. Lien Wei membuat susu bayi untuk Yuwen dan tidur lagi
π Keesokan paginyaπ
Mereka terbangun karena ketukan pintu dari kepala pelayan. Lien Wei bangun dan membuka pintu kamar sedikit.
"Nyonya muda, Maaf saya mau mengingatkan 3 jam lagi pesawat akan berangkat ke Paris." Kata Kepala pelayan.
"Terimakasih Pak Achong." Kata Lien Wei.
Lien Wei menggelitik pinggang Richard hingga tertawa.
"Ayo bangun kita harus berangkat honeymoon." Kata Lien Wei.
"Ada syaratnya aku minta dimandikan." Kata Richard.
"Ayo, big baby. Come to mommy." Kata Lien Wei.
Mereka akhirnya saling memandikan, dan berpakaian. Mereka hanya membawa satu tas trolley agak besar. Mereka sarapan dengan Pak Johny.
"Pagi pa, kami mengucapkan terimakasih atas hadiah paket honeymoon ke Paris." Kata Lien Wei.
__ADS_1
"Ya, Kalian hati - hati ya. Jangan terpisah satu sama lain." Kata Pak Johny.
"Ya pa." Kata Lien Wei.
Akhirnya mereka selesai sarapan dan pamit kepada papanya.
"Kami pergi dulu, pa. Kami pamit dulu Kepada Yuwen." Kata Richard.
Mereka masuk ke kamar bayi yang sudah dimandikan oleh baby sitter.
"Yuwen, papa dan mamamu ini mau buat adik untukmu di Paris." Kata Richard.
"Apaan sih. Kok bicaranya begitu sama anak kecil. Untung saja dia tidak mengerti dengan bahasa kita." Kata Lien Wei.
"Kalau begitu pakai bahasa bayi, Bla.....Bla....bla.." Kata Richard.
Lien Wei langsung mencubit pipi Richard dan mencium anaknya.
"Aduh pipiku sakit, pipi papanya dicubit, pipi anaknya dicium. Kamu gak adil." Kata Richard.
"Sudah ayo kita berangkat. Nanti kita ketinggalan pesawat. Mereka pergi naik mobil besar dan Sopirnya Pak Johny ke bandara. Ada 4 orang yang berangkat ke Paris. Lien Wei, Richard dan kedua bodyguard mereka.
"Aku capek bawa tas besar ini. Aku duduk di atas tas, kamu dorong aku ya." Kata Richard.
Richard duduk di atas tas trolley dan Lien Wei mendorong Richard.
"Sudah gantian aku yang capek, ayo cepat dorong aku." Kata Lien Wei.
Richard berdiri dan giliran Lien Wei duduk di atas tas trolley.
Mereka sampai di bandara Taoyuan untuk check-in dan mendaftarkan bagasi. Mereka menunjukkan tiket online, paspor dan kartu identitas kepada petugas. Petugas memberikan boarding pass kepada mereka berempat.
Boarding pass berisi informasi nomor penerbangan, nomor kursi pesawat, dan nomor gate ( pintu ) keberangkatan. Mereka menunggu di cafe menunggu panggilan keberangkatan.
Setengah jam kemudian panggilan keberangkatan datang. Mereka memastikan nomor pesawat yang tertera di boarding pass.
__ADS_1
Saat mereka antri, tiba - tiba Eddy Chen dan kedua bodyguard juga ikut antri di belakang Lien Wei.
"Eddy, kamu juga ikut naik pesawat ini." Kata Lien Wei.
"Kelihatannya kita berjodoh bisa bertemu lagi di sini." Kata Eddy.
Richard yang berada di depan Lien Wei langsung cemburu dan menukar posisi mereka jadi Richard antri di depan Eddy.
"Kalian kelihatannya perlu salaman untuk berkenalan, Eddy kenalkan dia suamiku Richard. Richard kenalkan dia hanya teman bisnis namanya Eddy." Kata Lien Wei.
"Tidak perlu salaman, Kamu pasti Eddy Chen kakaknya Kelly Chen. Saya tahu dari papaku kalau Pria yang namanya Eddy Chen menyukai istriku. Ingat ya jangan dekati istriku. Tak mungkin kamu bisa kebetulan ikut ke Paris di pesawat yang sama. dasar Penguntit." Kata Richard.
"Kelihatannya kita adalah lawan yang sebanding sekarang. Dari kecil keinginanku selalu terpenuhi, saya selalu mendapatkan apa yang kuinginkan." Kata Eddy Chen.
Richard mau membalas perkataan Eddy, tapi giliran Richard menunjukkan boarding pass Kepada petugas. Mereka akhirnya masuk dan duduk sesuai dengan nomor.
Steven yang merupakan mata - mata dari mamanya Richard berada di kejauhan untuk memantau. Steven bersikap seakan tak kenal Eddy.
Eddy Chen masuk dan duduk di seberang mereka tapi sebelah deretan kursi Lien Wei. Lien Wei merasa Eddy Chen tidak main - main. Lien Wei kuatir dengan perasaan Richard dan berada di antara 2 pria yang keras kepala.
" Richard, jika terjadi sesuatu kepada kita, Sehingga kamu membenciku. Kamu jaga Yuwen dengan baik ya, bekerjalah dengan pekerjaan yang benar. Kamu jangan meneruskan bisnis papamu. Kamu dan Yuwen harus mengembangkan perusahaan Rilien cooperation ." Kata Richard.
"Kamu kok bicaranya seperti ada niat meninggalkan aku dan Yuwen sih. Apa karena ada si monyet Eddy itu, kamu berniat selingkuh lalu aku membencimu?" Kata Richard.
"Aku tak mungkin selingkuh darimu, tapi kelihatannya Eddy pantang menyerah. suatu ketika bila terjadi salah paham diantara kita pasti kamu membenciku. Bagaimana sih, kok acara honeymoon kita jadi berantakan. Kok enak honeymoon di kamar saja daripada ke luar negeri." Kata Lien Wei.
"Acara honeymoon ini adalah keinginan papaku bukan keinginanku. Kalau aku lebih suka di kamar berdua saja. Kamu tak boleh jauh dariku sedikitpun. Saya takut kamu diculik." Kata Richard.
"Saya sudah besar, mana mungkin diculik." Kata Lien Wei.
"Ayo tukar tempat duduk, kamu di dekat jendela saja. Eh tukar tempat duduk dengan Pak Jang dan Pak Shen. Tiket mereka kan aku yang bayar juga." Kata Richard.
Mereka akhirnya tukar tempat duduk dengan bodyguard mereka di belakang. Lien Wei duduk di dekat jendela. Eddy tidak bisa melihat Lien Wei lagi.
Richard ingin membuat Eddy cemburu dengan cara menyandarkan kepalanya di bahu Lien Wei. Eddy ke toilet dan melihat Lien wei. Richard langsung mencium bibir Lien Wei.
Eddy melihat Richard dan Lien Wei berciuman dari pergi ke toilet sampai keluar dari toilet. Eddy merasa cemburu mereka berciuman lama sekali dan tidak sopan di tempat umum.
__ADS_1
Terimakasih telah mampir ke novel ku yang banyak kekurangannya dan juga lama update nya. Minta like, vote dan komentar π.