
πΌ Rumah Richard WangπΌ
Di kediaman Richard, Teman - Teman Richard sedang menghibur Richard yang sedang patah hati.
"Ada apa Richard, kamu kok terlihat stress." Kata Alex.
"Angela, nanti kuliah di Inggris sebagai Arsitek bulan Juni. Angela minta putus, saya mau ikut kuliah di Inggris tapi tidak boleh sama papa mamaku." Kata Richard.
"Sudahlah kamu jangan sedih, kita pergi ke pesta ulang tahun Fung - Fung." Kata Qiang weng.
"Iya, Siapa tahu Angela datang ke pesta." kata Mike."
"Baiklah saya akan datang ke pesta itu." kata Richard.
"Baiklah saya mau pergi, saya pergi dengan mobil sendiri jika ada Angela biar semobil sama saya. Kalian bertiga semobil saja. " kata Richard
Richard ingin mengendarai mobil sendiri dan mengikuti mobil Alex. Richard berharap bisa mengantar Angela pulang saat di pesta nanti.
πPesta Ulang Tahunπ
Akhirnya Yenyen dan Lien Wei sudah sampai di rumah Fung - Fung yang sudah ramai pengunjung.
Saat mereka masuk, Fung - Fung berdiri di depan pintu menerima tamu dan kado dari teman yang hadir.
"Halo Fung- Fung, Selamat ulang tahun ya, panjang umur, tambah cantik pintar dan semoga dapat pacar yang cakep." Kata Yenyen.
"Terimakasih Yen." Kata Fung-Fung.
"Kenalkan ini sepupu saya. namanya Lien Wei berasal dari kota Hualien." kata Yenyen.
"Apa kabar, silahkan masuk dan nikmati pestanya, orang tuaku lagi di luar negeri. Kamu boleh menginap di kamar atas." Kata Fung-Fung.
Lalu Lien Wei dan Yenyen masuk ke dalam rumah Fung - Fung yang penuh hiasan dan lampu kelap - kelip.
"Wow, meriah sekali pestanya, cowoknya juga Tampan- Tampan, mana David yang kamu taksir." Kata Lienwei.
"Itu dia David, lagi duduk di sana. Ayo kita dekati dia." kata Yenyen.
"Halo David apa kabar, ini sepupu saya Lien Wei. dia berasal dari kota Hualien." Kata Yenyen.
"Saya Lien Wei."
"Saya David Wu. Kamu sekarang kelas berapa?" tanya David.
"Saya kelas 12 SMA, sama dengan Yenyen." Kata Lien Wei.
"Kamu ke sini naik apa, jauh lho." Kata David.
"Saya dijemput Yenyen naik bis, memang berat tapi bosnya terasa menyenangkan karena bisa melihat pemandangan laut yang biru." Kata Lien Wei.
Lalu geng Naga Langit masuk ke dalam ruang pesta dengan berpakaian keren. Mereka menatap lurus tanpa senyum dan terlihat cuek yang keren.
Semua cewek memandang mereka yang gayanya terlihat keren terasa mereka susah bernafas.
"Lihat mereka geng Naga langit, kamu harus menghindari mereka, Terutama yang pakai anting -anting di telinga sebelah kiri. Dia adalah Richard yang kuceritakan kemarin." kata Yenyen.
__ADS_1
Richard Wang
Alex Lim
Qiang Weng
Mike Zhao
"Oh, Cakep-cakep mereka, lihat tuh para cewek melihat mereka sampai mata melotot." kata Lien Wei.
"Akhirnya tamu - tamu yang telah ditunggu telah hadir, sekarang kita bisa mulai acaranya.
Nyanyi kan lagu selamat ulang tahun untuk Fung - Fung." Kata Host party.
"Happy Birthday Fung-Fung.
Happy Birthday Fung-Fung.
Happy Birthday, Happy birthday.
Happy Birthday to you
on your birthday cake
Hope your wishes all come true
Now Let's Celebrate
Ayo beri tepuk tangan. .ππππ.
Tiup lilinnya Fung -Fung.....π
Lalu Fung - Fung meniup lilinnya.
Sekarang potong kuenya π°.
Waktunya kita makan - makan."
Semua tamu yang hadir tidak berani mengambil makanan lebih dulu, sebelum geng Naga Langit mengambil makanan prasmanan lebih dulu di meja panjang.
Lalu Geng Naga Langit mengambil makanan mereka. Setelah mereka mengambil makanan, Semua tamu yang hadir mengambil makanan.
Mereka mengambil makanan dengan berbaris, Lien Wei merasa sebagai tamu tidak dikenal mengambil antrian paling belakang.
Lien Wei duduk bersama Yenyen dan David yang lagi kasmaran.
πΆπΆπ€ποΈ Lampu dibuat agak remang - remang, dinyalakan Lampu berputar seperti lampu Club, music Remix dari DJ dinyalakan.
__ADS_1
Setelah mereka makan, mereka berdansa dan menari kecuali Yenyen, Lien Wei dan Richard Wang.
Lalu diputar lagu yang slow tentang cinta dan penantian. Richard terbawa suasana dengan lagu - lagu ini, membuat hatinya sedih dan menangis.
Richard mulai kumat, mengobati patah hati dengan minuman berakohol. Richard minta sebotol Wine.
"Saya minta sebotol wine. Lalu Richard memberi uang tips kepada bartender." Kata Richard.
Di tempat agak jauh, Lien Wei dan Yenyen duduk di meja Bartender. Mereka ingin mencoba Minuman - minuman yang mahal itu mumpung gratis.
Mereka seperti melihat- lihat minuman rasa buah di toko.
"Lien Wei, coba kamu minum wine Segelas, ini mahal. untung kita bisa coba gratis." Kata Yenyen.
"Cuma segelas ya." kata Lien Wei.
"Aku sudah minum segelas. eh ada Vodka kita coba juga yuk." Kata Yenyen.
"Pak bertender yang ganteng kami coba Vodka masing-masing satu gelas." kata Yenyen.
Lalu mereka minum Vodka.
"Ayo kita coba tequila." Kata Yenyen.
Lalu mereka minum tequila segelas.
Richard Wang stress karena Patah hati dengan Angela, Dan Angela tidak datang ke pesta. Richard minum wine Sebotol hingga mabuk.
"Oh ..Nicky Mengapa kamu tidak melihatku. Kuingin kau di sisiku. Jangan tinggalkan aku." Kata Lin Wei yang mengigau.
Yenyen melihat Lien Wei mabuk, Yenyen yang setengah mabuk merangkul Lien Wei ke kamar atas untuk tidur di kamar Fung - Fung yang banyak.
mereka langsung masuk ke kamar dan menidurkan Lien wei. Yenyen melepaskan kacamata Lien Wei diletakkan di atas meja di samping ranjang.
Yenyen pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Yenyen berjalan dengan sempoyongan menuju ke kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi, Yenyen masuk di kamar yang salah dengan Lucy Liem yang dikira Lian Wei. Yenyen lalu merebahkan diri di samping Lucy yang tertutup selimut.
Lalu Richard Wang juga merasa mabuk, tidak bisa menyetir mobil. lalu naik ke atas mencari kamar untuk tidur. Setelah masuk kamar, Richard melihat yang tidur adalah Angela padahal dia adalah Lien Wei.
Richard Wang lalu mengunci kamar dari dalam. Richard punya ide gila untuk menghamili Angela padahal dia adalah Lien Wei yang lagi mabuk.
"Hai Angela kamu di sini rupanya, aku tak bisa membiarkan kamu pergi. Aku buat kamu hamil agar kamu menikah denganku." kata Richard.
Richard menghampiri Lien Wei yang dikira Angela, Karena pikirannya dipenuhi Angela.
Richard membuka bajunya sendiri hingga polos lalu menindih Lien Wei dan menciumnya.
Richard lalu membuka bajunya Lien Wei satu per satu hingga polos, dan memeluknya
Richard lalu melakukan aksinya berkali - kali. Lien Wei terlihat kesakitan dan menikmati juga. Tapi Lian Wei membayangkan dengan Nicky. Jadi Lien wei tidak berontak.
Lalu Richard kelelahan dan tidur sambil memeluk Lien Wei. Lien Wei juga membalas memeluk karena Richard dikira Nicky.
Terimakasih telah mampir membaca novel ini. Jika suka beri like, vote dan komentar. terimakasih.
__ADS_1