Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 17 Stress


__ADS_3


☘️Di rumah Richard ☘️


Ponsel Richard berbunyi, Richard yang masih pusing setelah mabuk semalaman Sulit untuk fokus di mana bunyi itu berasal.


Lalu Richard menemukan ponsel di atas mejanya. Richard meraih ponsel Hp itu dan mengangkat teleponnya.


"Halo." Kata Richard


"Ayo cepat ke kampus, katamu datang satu jam lebih awal. Ayo." kata Alex memberi semangat.


Lalu Richard membunyikan bel di kamarnya untuk memanggil pelayan. Lalu para pelayan datang membawakan sup pereda mabuk. pelayan lainnya menyiapkan pakaian tuan muda mereka dan mengisi air di bathtub.


Lalu para pelayan keluar dari kamar tuan muda. Richard langsung masuk ke kamar mandi. Richard langsung membenamkan dirinya di bathtub yang sudah penuh dengan sabun aromaterapi.


Richard lalu keluar dari Bathtub dan mandi shower untuk menghilangkan sisa sabun. Lalu Richard merasa segar kembali. Richard keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk.


Richard segera berpakaian lalu pergi ke kampus diantar bodyguard nya yaitu Pak Jang.


☘️Di kampus ☘️


Sesampainya di kampus, Richard lalu masuk ke dalam kelas yang sudah mulai jam kuliah sejak setengah jam yang lalu. Richard duduk di sebelah Alex lalu mengeluarkan buku catatan.


Pada saat pak Dosen menyalakan layar proyektor untuk memberikan catatan nya dari laptop. Richard menoleh ke belakang mencari Lien Wei. Ternyata Lien Wei dan Nicky ada di barisan meja kanan. Richard di barisan kiri dekat pintu kelas.


Lalu Pak dosen memberikan soal -soal yang harus dikerjakan.


"Kalian bisa menyelesaikan tugas dari saya, dengan mencari jawaban di perpustakaan. Minggu depan harus sudah selesai. Sekian, kuliah selesai sampai di sini." Kata Pak dosen.


Lalu mereka semua keluar kecuali Geng Naga Langit yang menunggu Richard keluar. Richard menunggu Lien Wei dan Nicky keluar.


Richard menguping pembicaraan mereka.


"Nicky, ayo ke perpustakaan. Kita harus kerjakan sekarang. Karena Jumat sore aku sudah pulang kampung." Kata Lien Wei.


"Ayo, kamu ikut dengan mobil ku lho. nanti Jumat." Kata Nicky.


Lien Wei lalu berjalan ke luar dari kelas sambil melamun merasa takut jika Nicky akan menjauh jika tahu ada bayinya Lien Wei di rumah.


Lien Wei yang berjalan sambil melamun tidak menyadari Richard dan Geng nya memperhatikan dari kejauhan dan mengikuti Lien Wei.


Akhirnya mereka sampai di perpustakaan. Richard melihat Lien Wei dan Nicky terlihat bahagia belajar bersama.

__ADS_1



Richard terlihat malas kuliah, teman - teman geng yang sibuk membuka-buka buku mencari jawaban.


Satu jam kemudian mereka selesai mengerjakan tugas. Sedangkan Lien Wei dan Nicky lagi asyik mengobrol.


Lalu Richard dan gengnya keluar dari perpustakaan menuju ke kantin. Mereka langsung duduk dan para pelayan kantin mengantar makanan untuk mereka.


Lalu Lien Wei dan Nicky masuk ke dalam kantin lalu antri mengambil makanan.


Richard hatinya terasa sakit melihat mereka makan berdua. Mereka seperti di mabuk cinta saja. Richard tidak bisa bergerak karena semua ada CCTV bahkan Pak Jang adalah bodyguard dan mata - mata dari mamanya.


Sedangkan Lin wei jadi lupa akan balas dendamnya kepada Richard. Lien Wei senang berada di dekat cinta pertamanya.


"Nanti malam kita ketemu di samping asrama dekat taman jam 8 malam setelah kamu belajar." kata Nicky kepada Lien Wei.


"Baiklah saya tunggu di samping pintu asrama putri." kata Lien Wei.


☘️Di Huanlien☘️


Pak Johny membayar seorang dokter anak untuk memberi pemeriksaan dan imunisasi gratis bagi bayi di bawah 1 tahun untuk satu kompleks tempat anak Lien Wei tinggal.


Dokter sudah mendapat persetujuan dari kepala daerah tersebut dan mendapatkan data rumah yang punya bayi di bawah 1 tahun, dan dibuat tabel dan kolom tandatangan wali bayi.


Bodyguard menekan tombol pintu rumah keluarga Lien Wei. Pintu lalu dibuka oleh mamanya Lien Wei yang bernama Shou Yen.


Nyonya Shou Yen heran ada pria yang berpakaian dokter dan pengawal datang ke rumah.


"Ada perlu apa ya, Pak dokter." Kata Shou Yen.


"Saya memberikan pelayanan kesehatan dan imunisasi gratis bagi bayi di bawah 1 tahun, saya ada data alamat dari pemerintah daerah wilayah ini. data yang mempunyai bayi umur di bawah 1 tahun."


Shou Yen melihat tabel berisi alamat nama orang tua dan anak termasuk tanda tangan dari para orang tua. juga ada stempel dan tandatangan dari pemerintah setempat.


"Iya, cucu saya berumur 7 bulan. ayo pak dokter silahkan masuk." kata Shou Yen.


Dokter Liu menghidupkan kamera kecil yang berbentuk kancing di jubah putih.


Lalu Dokter anak masuk ke dalam rumah, duduk di ruang tamu. Shou Yen mendorong kereta dorong dimana bayi yang sedang terbuka matanya diletakkan.


"Lucu bayi laki-laki ini, siapa namanya?" kata dokter.


"Namanya Yuwen Wei." kata Shou yen

__ADS_1


Dokter Liu memakai sarung tangan karet putihnya. Juga mengambil alat untuk mengambil cairan di pipi dalam bayi itu, untuk sampel tes DNA.


"Yuwen, Pak dokter mau lihat lidah dan tenggorokanmu dulu ya." Kata Dokter Liu.


Lalu alat itu sebagai alat untuk menahan lidah agar bisa melihat pangkal tenggorokan.


Alat itu dimasukkan ke dalam plastik bening dan diklip. Shou yen tidak curiga dengan dokter.


"Boleh kulihat buku kesehatan Yuwen, sudah imunisasi apa saja?" Kata Dokter Liu.


Shou Yen lalu mengambil buku catatan kesehatan Yuwen Wei.


"Ternyata imunisasi sudah lengkap tinggal imunisasi Campak di umur 9 bulan nanti." kata Dokter Liu.


Lalu Dokter Liu mengecek suhu tubuh dan badannya apakah ada memar.


"Yuwen ternyata anak sehat, pak dokter mau pulang dulu ya." kata dokter Kepada bayi.


"Permisi nyonya , kita pulang dulu. terimakasih." Kata dokter kepada nyonya Shou Yen.


Apakah pak dokter mau minum dulu? tanya Shou Yen.


"Tidak, terimakasih, karena ada banyak botol minum di mobil.


"Kami boleh pinjam toiletnya saja." Kata dokter Liu.


"Oh, boleh silahkan." kata Shou yen.


Lalu dokter dan pengawal sudah selesai bergantian meminjam toilet.


"Terimakasih telah meminjamkan toiletnya. kami permisi pulang dulu." kata Dokter Liu.


" Saya mengucapkan terimakasih juga pak dokter." kata Shou Yen.


Lalu dokter dan pengawal telah mendapatkan sampel untuk tes DNA. mereka pulang ke Taipei untuk dicek di rumah sakit.


Biasanya tes DNA butuh waktu 2 Minggu, tapi pak Johny bayar mahal sehingga bisa 1- 2 hari sudah keluar hasilnya.


"Bos saya sudah mendapatkan sampel DNA bayinya Lien Wei. saya akan kirim video bayinya ke bos." kata Dokter Liu.


"Oh ya, siapa nama bayinya?" kata Pak Johny


"Namanya Yuwen Wei. bos." Kata Dokter Liu.

__ADS_1


"Oh ya Bagus, saya tunggu besok hasilnya." kata Pak Johny lalu menutup teleponnya.


__ADS_2