
๐บ Rindu๐บ
Lien Wei berada di kamar hotel sendirian, dia merasa rindu kepada Richard dan Yuwen.
*Mengapa aku merindukan Richard dan Yuwen? Kami selalu berada di kamar bertiga.
*Kata hati Lien Wei.
Lien melihat ke jendela, kolam renang hotel membeku. Lin Wei melihat banyak pekerja membekukan air di kolam renang agar yakin aman dipakai tamu berselancar es.
Lien Wei mengagumi pemandangan di bawah, Tiba - tiba ada suara ketukan pintu.
Lien Wei membuka pintu kamarnya. Ternyata Eddy Chen dan pengikutnya menunggu di depan pintu.
" Nona Lien Wei, maukah kau makan malam denganku." Kata Eddy.
"Saya juga merasa lapar, sebentar saya telepon anak buah saya." Kata Lien Wei kepada Eddy.
๐ฒ " Halo Pak Hwang, kita bertemu makan malam di restoran saja." kata Lien Wei kepada Pak Hwang.
Lien Wei dan Eddy Chen duduk satu meja bersama penerjemah masing - masing. Para bodyguard duduk semeja di sebelah meja bosnya.
*Walau Lien Wei memakai baju hangat, dia terlihat cantik dan menggemaskan. Aku ingin menikmati pemandangan ini.
*Kata hati Eddy Chen.
Lien Wei dan Eddy Chen makan sambil berbincang - bincang.
"Jika saya pergi ke Taiwan, apa saja yang harus dilakukan untuk menemui kekasih asal Taiwan?" tanya Eddy.
"Peraturan untuk menemui pacar.
pertama Jangan memberikan Jam, bahasa Mandarin "memberikan jam" yaitu Song Zhong, ejaannya mirip dengan " akhir kehidupan" apa kamu ingin mendoakan pacar meninggal.
peraturan kedua jangan memberi payung. Bahasa Mandarin payung adalah "San" artinya sama dengan " pisah."
Peraturan ketiga jangan memberi sepatu, bahasa Mandarin sepatu adalah Xiezi ejaannya mirip dengan Xie e berarti jahat.
Kalau di Korea jika kamu memberikan sepatu kepada pacar, maka pacarmu akan lari seperti sepatu yang dibuat lari dan jalan.
__ADS_1
Kalau kamu di Taiwan jalan - jalan di manapun harus pakai sepatu jangan pakai sandal. Orang yang pakai sandal dianggap seorang petani.
Misalnya kamu jalan - jalan dengan kekasihmu saat Chinese new year. Kamu melihat angpao merah yang sudah terbuang di jalan. Kamu jangan ambil angpao merah yang berisi uang, karena orang sengaja membuangnya untuk buang sial." Kata Lien Wei yang akhirnya minum air.
"Kamu orangnya lucu dan terlihat smart." Kata Eddy Chen.
" Aku ingin main selancar es di belakang hotel." Kata Lien Wei.
"Ayo kita bersama - sama main selancar es, setelah menghabiskan makanannya." Kata Eddy Chen.
Tiba - tiba ponsel Lien Wei yang ada di tas berbunyi, Lien Wei melihat nama suami muncul di layar. Lien Wei menyentuh lambang Video Call warna biru muda.
๐น"Lien Wei sayang, kamu sedang apa? Yuwen merindukanmu. Ini ada di mana? Kamu sedang makan, kamu terlihat cantik." Kata Richard.
๐น "Yuwen, kelihatannya Yuwen sedang tidur. Pasti papanya yang ingin cari alasan agar bisa telpon mamanya Yuwen. Saya sedang makan malam di hotel." Kata Lien Wei.
๐น "Jangan selingkuh ya, jika ada laki - laki mendekatimu maka akan kuhajar dan aku hancurkan perusahaannya." Kata Richard.
*Apakah kamu bisa menghancurkan aku cucu konglomerat yang terkenal, bahkan polisi pun menerima donasi dariku.
*Kata hati Eddy Chen.
๐น "Oh, tidak ada apa - apa. Saya mau makan dulu. Nanti malam biar saya telpon kamu ya." Kata Lien Wei.
Lien Wei langsung mematikan ponselnya yang tidak ingin semua orang melihat tingkah memalukan dari Richard. Mereka akhirnya menyelesaikan kegiatan makan malam mereka.
"Nyonya Lien Wei, kita coba main ice skating." Kata Eddy Chen.
Mereka berjalan menuju ke belakang hotel, di area kolam renang outdoor yang berubah menjadi lapangan ice skating. Eddy Chen dan Lien Wei memakai sepatu ice skating. Lien Wei terlihat ketakutan dan kaku saat berdiri.
" Pegang kedua tanganku." Kata Eddy Chen.
Lien Wei memegang kedua tangan Eddy. Saat berdiri dan melangkah maju Lien Wei hampir terjatuh dan memeluk Eddy Chen. Eddy dan Lien Wei merasa canggung.
*Jantungku berdebar kencang ingin keluar rasanya. Aku ingin merebut Lien Wei dari suaminya. Aku punya kekuatan dukungan politik dan keamanan.
*Kata hati Eddy.
"Maaf Ko Eddy, tolong lepaskan tanganmu dari pinggangku." Kata Lien Wei.
"Maaf, saya takut kamu jatuh. Sekarang pegang lenganku yang sebelah kiri dan kita melangkah pelan - pelan. Kamu harus menganggap kita berjalan biasa." Kata Eddy.
Lien Wei menggandeng lengan Eddy selama satu jam, dan memutari lapangan es. Eddy Chen tidak pernah pacaran karena selalu dijaga bodyguard, jadi tidak ada teman cewek yang mendekati Eddy.
__ADS_1
"Saya akan lepaskan lenganmu ya. Aku pasti bisa." Kata Lien Wei.
Lien Wei memutari lapangan, Eddy berada di samping Lien Wei.
*Aku rasa saatnya melepaskan Lien Wei, aku mau memutari lapangan es dari arah berlawanan. Lapangan mulai tambah ramai.
*Kata hati Eddy.
Lien Wei merasa senang akhirnya bisa main ice skating. Lien Wei meluncur bebas dengan kecepatan sedang tiba-tiba dari arah berlawanan ada Eddy yang sedang berdiri menghindari tamu lain yang mau menabraknya.
"Eddy awas minggir." Kata Lien Wei.
Eddy yang sedang berdiri mendengar suara memanggil namanya dari samping. Eddy memutar badannya ke arah samping.
Bruk ouch... Lien Wei menabrak dan jatuh menindih Eddy. Bibir Lien Wei dan Eddy tanpa sengaja berciuman. Lien Wei cepat - cepat berdiri dan melihat ke arah penonton. Untung saja si penerjemah dan bodyguard tidak ada di tempat.
"Kau mengambil ciuman pertamaku. Tubuhmu kelihatannya selalu menabrakku dan bibir kita bertabrakan." Kata Eddy yang sudah tidak malu lagi berusaha menggoda Lien Wei.
"Maafkan aku, sungguh rasanya memalukan jadi jangan dibahas. Aku takut bodyguard lapor kepada suamiku. Ayo, kita kembali ke dalam hotel." Kata Lien Wei.
Mereka akhirnya keluar dari area lapangan es dan melepaskan fasilitas sepatu ice skating.
Lien Wei dan Eddy berjalan masuk ke hotel dan melihat 2 pria yang menjaga Lien Wei keluar dari toilet.
"Maaf nyonya muda, kami sedang sakit perut. Apakah nyonya mau kembali ke hotel sekarang." Kata Bodyguard.
Eddy dan Lien Wei masih merasa canggung atas peristiwa ciuman mendadak. Penerjemah dan bodyguard heran karena Eddy dan Lien Wei saling diam.
*Mengapa mereka jadi saling diam, padahal sebelumnya saling bicara tiada henti. Apakah Mereka bertengkar, tapi tak mungkin. Aku lihat wajah bos Eddy bahagia dan senyum sendiri. Sedangkan bos Lien Wei terlihat pucat dan merasa bersalah.
* Kata hati Pak Hwang (penerjemah).
Setelah penerjemah dan Pak Kim (bodyguard) mengantar Lien Wei sampai masuk ke dalam kamar yang dilihat aman. Mereka berdua keluar dari kamar bosnya dan turun ke bawah.
Lien Wei langsung berganti pakaian, mencuci muka dan menggosok gigi.
๐Di kamar Eddy๐
*Aku tak mau sikat gigi dulu, aku mau foto Selfi dulu mengabadikan wajahku setelah berciuman tidak sengaja dengan perempuan cantik.
*Kata hati Eddy.
__ADS_1
Terimakasih Readers telah mampir membaca novel ini. Minta like, vote dan komentar. ๐