Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 4 Minta Tanggung jawab


__ADS_3

Keesokan paginya, Lien Wei bangun dan mencari kacamata di meja sambil meraba - raba, Karena matanya sulit terbuka untuk beradaptasi dengan cahaya lampu.


Richard yang memeluk Lien Wei, merasa tubuhnya terguncang dan terbangun juga. Mereka saling menatap melihat tubuh masing - masing tidak berpakaian.


"Siapa kamu, kenapa saya tidur dengan gadis jelek seperti kamu." Kata Richard.


Lalu mereka saling menarik kain sprei untuk menutup tubuh. Akhirnya Richard dan Lien Wei saling membelakangi dan memakai pakaiannya masing - masing.


Richard dan Lien wei melihat ada bercak darah di kasur. Lalu Lien Wei menangis.


" Kamu telah mengambil keperawananku dan ciuman pertamaku, lihat di kaca leherku penuh tanda merah. Kamu harus tanggung jawab." Kata Lien Wei.


" Saya tidak mau nikah denganmu. Saya Richard...nikah sama kamu, Apa kata dunia." kata Richard.


Berhubung ada keributan di kamar, Pintu digedor dari luar. Lien Wei mengambil sprei yang ada bercak darah untuk dibawa pulang.


Richard lalu membuka pintu, Yenyen dan Fung - Fung kaget karena Richard dan Lien Wei sekamar.


"Awas ya jika berita ini sampai tersebar, pasti kalian pelakunya, akan kubuat bangkrut perusahaan orang tua kalian." Kata Richard.


"Saya tidak perduli, saya minta pertanggungjawaban." Kata Lien Wei.


" Ini kuberi cek butuh uang berapa banyak." Kata Richard.


" Saya tidak butuh uang. " kata Lien Wei.


Lalu Yenyen menghampiri Lien Wei.


"Kamu jangan melawan Richard, kamu tahu siapa dia." Kata Yenyen.


Richard yang mendengar perkataan Yenyen, lalu tersenyum sombong. bersiap untuk menulis cek. Lalu Richard menulis angka di selembar cek.


Saya gak butuh uangmu, lalu Lien Wei pergi.


"Sorry Fung, Saya bawa sprei yang kotor ini sebagai barang bukti darah perawanku ada di sini." Kata Lien Wei kepada Fung - Fung.


Lien Wei melangkah ke luar dari kamar sambil menghentakkan kakinya dan pergi.


Yenyen mengikuti Lien Wei menunggu taksi yang sudah ditelpon di depan pagar.


Richard yang juga keluar rumah, masuk ke dalam mobil. lalu mobil berhenti di depan mereka berdua dan membuka pintu kaca mobil.


"Ini cek berisi uang, sebagai pengganti." kata Richard.


"Emangnya gue ini wanita xxxx." kata Lien Wei.

__ADS_1


"Cepat ambil atau aku akan marah, dan menghancurkan pekerjaan orang tua kalian." Kata Richard.


Yenyen yang takut dengan Richard, segera mengambil cek yang bertuliskan uang senilai 100 Juta. Cek itu dimasukkan ke dalam tas Yenyen.


Lien Wei matanya menatap ke arah lain, tidak mau melihat Richard.


🍁Di rumah Richard🍁


Richard lalu segera pulang ke rumah lalu menggosok tubuhnya 10 kali karena merasa jijik, dan berendam 2 Jam dengan air sabun antiseptik.


"Sial, saya disuruh tanggung jawab. Bisa - Bisa harga diriku hancur. Orang tuaku pasti akan menghancurkan dia dan orang tuanya karena mengusik putra semata wayang." Kata Richard saat sedang berendam.


Lalu Richard makan dan tidur siang, karena masih tersisa rasa pusing.


☘️Di rumah Yenyen☘️


Lien Wei dan Yenyen juga sampai di rumah.


Lien wei langsung mandi selama satu jam dan tubuhnya digosok berkali-kali. Lien Wei merasa jijik dengan Richard.


"Lien Wei, ayo kita sarapan dulu, sekarang sudah jam 10 pagi." kata Yenyen.


"Saya pulang saja sekarang, daripada kemalaman." Kata Lien Wei.


Lien wei lalu pulang dengan naik bis. Lien Wei tidak tahu kalau Yenyen memasukkan Cek dari Richard ke dalam tas Lien Wei. Lien Wei membawa tas plastik berisi sprei tadi.


Selama perjalanan di bis, Lien Wei hanya termenung dan air mata menetes di pipi.


Wajah Lien wei mengarah ke jendela bis memandangi laut biru yang panjang.


🌺 Di HuaLien 🌺


Lien Wei sampai ke dalam rumah, Lien Wei berusaha untuk tersenyum kepada keluarganya.


"Kamu kenapa Lien kok kelihatannya tersenyum terpaksa begitu." Kata mamanya Lien.


"Tidak apa-apa ma, saya merasa capek, perjalanan 3,5 jam. aku mau mandi dan tidur." kata Lien Wei.


Lien Wei meletakkan tas dan memasukkan kantong plastik berisi sprei ke dalam lemari.


Lien wei lalu mandi dan tidur dengan pulas hingga sore hari. Karena masih tersisa rasa pusing di kepala.


Sore hari nya mamanya lien Wei ( Shou Yen) membangunkan Lien Wei yang sedang tidur.


"Lien Wei kamu harus bangun, Kamu belum makan siang tadi, saatnya makan malam." Kata Shou Yen.

__ADS_1


Lien Wei merasa perutnya lapar karena dari tadi pagi saat bangun dengan Richard belum sempat makan.


Lien Wei lalu bangun untuk makan malam bersama keluarga. Seluruh keluarga heran, Lien Wei setelah pulang dari pesta kok malah sedih, seharusnya ceria dan menceritakan hal yang menarik saat pesta.


"Kenapa kamu sedih Lien Wei, apakah kamu bertengkar dengan Yenyen atau temannya Yenyen." Kata Shou Yen ( Mamanya Lien Wei).


"Saya bertengkar dengan teman Yenyen ma." kata Lin Wei yang tidak ingin mamanya kuatir.


"Sudahlah, kan kamu sudah jauh dari Taipei, pikirkan orang di sekitarmu. Buat apa kamu memikirkan yang jauh, sehingga orang yang di dekatmu menjadi kuatir kepadamu." Kata Shou Yen.


" Ayo cepat dimakan, makananmu sudah menjadi dingin kan." kata Shou Yen.


Lalu Lien Wei menyelesaikan makannya karena tidak ingin membuat keluarga kuatir.


(Lupakan mereka yang menyakitimu kemarin, tapi jangan lupakan mereka yang menyayangimu hari ini)



Lalu Lien Wei diajak duduk bersama keluarga di ruang tamu sekaligus jadi ruang keluarga karena rumahnya tidak besar. Mereka menonton televisi bersama untuk melupakan hal yang sedih.


Lien Wei mulai mendapatkan kekuatan karena perhatian dari keluarganya. Keluarga adalah tempat mencurahkan isi hati yang efektif. Daripada mencurahkan isi hati kepada orang lain yang bisa menjerumuskan.


" Sekarang sudah jam 9 malam, ayo kita tidur. Besok hari Senin saatnya masuk kerja dan Kuliah." kata Pak Aliang atau papanya Lien Wei.


Lien Wei lalu masuk ke dalam kamar, menyalakan musik dari home theater mininya.


Lin Wei menyiapkan buku sekolah untuk besok. Lin Wei mengambil dompet dari tas pergi nya. Lien Wei melihat ada selembar cek senilai 100 juta.


*Aduh banyak sekali, apakah dia menganggap uang dapat menyelesaikan masalah yang dia buat.


*Kata hati Lien Wei.


"Mungkin ini adalah didikan dari orang tuanya untuk menyelesaikan masalah dengan uang. Orang - orang di sekitar keluarganya pasti mengerumuni keluarga Richard pasti ingin uangnya.


Lien Wei mulai merasa kasihan di samping rasa bencinya kepada Richard.


Lalu Lien Wei menyimpan cek itu kedalam kotak kayu.


kotak kayu itu dimasukkan ke dalam lemari pakaian.


Lien Wei memandang cermin dan berusaha tersenyum dan menyemangati dirinya sendiri


"Kamu harus bangkit Lien Wei, lupakanlah masa lalu. Biarlah Tuhan yang membalas orang yang jahat kepadaku.


Terimakasih telah mampir membaca novel ini, jika suka tolong beri like, vote, dan komentar.🙏😀

__ADS_1


__ADS_2