Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 19 Mengawasi


__ADS_3

☘️hotel bintang tiga☘️


Akhirnya perjalanan 2,5 jam dengan Mobil. Richard sudah sampai di kompleks perumahan Lien Wei.


"Pak Jang, kita cari penginapan di sekitar sini." Kata Richard.


Mereka sudah mengelilingi kompleks tapi tidak menemukan penginapan, lalu mereka keluar kompleks perumahan itu.


Mereka sudah memasuki Jalan Raya yang ramai. Akhirnya mereka menemukan hotelnya.


Pak Jang dan Richard masuk ke parkiran hotel itu yang kecil. Pak Jang dan Richard melihat hotel ini tidak mewah. Bangunan hotel seperti era tahun 2000. Padahal era tahun 2015 sudah banyak yang baru.


"Tuan muda, apakah tuan mau tinggal di tempat seperti ini bukan hotel bintang lima milik nyonya." kata Pak Jang.


"Tidak apa - apa, lagipula kita nanti jarang di hotel. Kita akan mengawasi agak jauh di depan rumah Lien Wie kan lapangan sepakbola. kita Diseberang lapangan itu, aku bawa teropong." Kata Richard sambil menunjukkan teropongnya.



Contoh teropong terbaru yang bisa digunakan saat gelap sekalipun.


Pak Jang hanya melihat tuan muda yang lagi Bucin. Hanya menarik nafas bakalan melelahkan nih mengawasi.


Lalu mereka turun dari mobil, Richard dan Pak Jang masuk ke dalam hotel.


Richard memberikan beberapa uang kepada Pak Jang sebagai kode, Pak Jang yang pesan kamar hotelnya. Pak Jang segera menerima uang itu.


"1kamar atau 2 kamar tuan." Tanya Pak Jang.


"2 kamar, Masa sekamar denganmu." Kata Richard.


lalu pergi ke meja Resepsionis.


" Sore, nona. Tuan muda saya mau check- in hotel Single bed 2 kamar selama 2 hari." kata Pak Jang.


Pak Jang membayar untuk 2 kamar dan mendapatkan kunci hotel.


Pak Jang Membawa tasnya dan tas ransel tuan muda yang memakai kaos, topi, masker penutup wajah dan kacamata hitam.


Mereka diantar pegawai hotel ke kamar mereka. Mereka langsung masuk ke kamar masing - masing dan mandi shower merupakan fasilitas yang ada di hotel itu.


Pak Jang ingat harus lapor ke Nyonya besar dalam bentuk foto. Pak Jang mengirim foto yang dikirim oleh Richard saat di rumah Mike.

__ADS_1


Pak Jang Sebenarnya takut berbohong, tapi ini masalah hati tuan muda yang jadi Bucin.


📲 Ponsel Hp pak Jang berbunyi terlihat nama Tuan muda menelepon sebentar untuk Misscall, lalu Hp mati. Tanda panggilan untuk datang temui tuan muda.


Pak Jang langsung keluar dan mengunci kamar menuju ke kamar sebelah. Pak Jang Lalu mengetuk pintu. Richard lalu keluar dari kamar dengan tas ranselnya.


Richard sudah segar kembali setelah mandi, dia mengenakan Kaos hitam, Celana jeans hitam, Masker penutup wajah hitam, dan kacamata hitam.


Pak Jang Menahan tawa, melihat tingkah tuan muda yang ingin main jadi mata - mata. Mereka lalu makan yang sudah disediakan hotel, kau pergi ke seberang rumah Lien Wei.


"Sudah jam 5 sore, ayo kita ke sana" Kata Richard.


Richard menggunakan teropong keluaran terbaru untuk mengawasi rumah Lien Wei.


Ternyata Lien Wei sudah pulang dari tadi, dia sedang menjemur baju anaknya di halaman rumahnya.


☘️Di rumah Lien Wei☘️


"Mama, aku sudah mencuci dan menjemur baju Yuwen, memandikan dan mengganti popoknya." Kata Lien Wei.


"Ma, saya cuma pergi sebentar di taman dekat sekolah SMA dulu. Saya ada janji dengan teman ketemu di taman." Kata Lien Wei.


Lien Wei naik sepeda kayuh menuju ke taman itu. ( Mobil Richard mengikuti dari jauh).



(Hati Richard marah ternyata Lien Wei keluar untuk menemui Nicky, Tadi Richard pikir pergi membeli keperluan bayi.)


"Lien Wei, ada apa kamu minta kita ketemuan di sini. kenapa tidak di rumahmu. Tadi saat mengantarmu di depan rumah, tidak memintaku masuk rumah." Kata Nicky.


"Sebenarnya ada yang ingin kukatakan, tapi berat rasanya. ayo kita duduk di kursi taman." Kata Lien Wei.


Mereka lalu duduk di kursi taman. Nicky menunggu dengan sabar, menunggu Lien Wei bicara. 5 menit telah berlalu,.....Lien Wei cuma bisa bilang


"A......A.....ku ....ehm...ingin ....me......nga....ku.


Ka......lalu ......a.....ku.......a......ku su.....su....dah....pu......pu.....nya........" Kata Lien Wei.


Nicky yang tidak sabar langsung memotong perkataan Lien Wei.


"Pacar......magsudmu. kamu sudah punya pacar. Tidak apa aku akan merebut mu darinya. kamu pasti bisa melupakan dia." Kata Nicky.

__ADS_1


"Ta....ta.pi.....bu....kan." mulut Lien Wei ditutup dengan jari telunjuk Nicky.


"Ayo kita pergi ke mini market, beli makanan." Kata Nicky yang sudah naik di atas sepedanya.


Lien Wei juga naik sepeda, hatinya masih tak siap kehilangan Nicky. Lien Wei mengikuti Nicky menuju ke mini market. Mereka makan mie instan dalam mangkuk panas di teras mini market.


(Richard melihat dari kejauhan mulai merasa lapar dan marah juga melihat mereka makan berdua, walaupun murah di pinggir jalan tapi mereka tampak bahagia.)


"Lien Wei besok kita jalan - jalan ke mall ya.". kata Nicky.


"Baiklah kita besok jalan - jalan tapi jam 7 malam ya." kata Lien Wei.


*mungkin dengan jalan - jalan di mall, suasananya yang ramai. Aku bisa berani mengaku kepada Nicky.


*Kata hati Lien Wei.


"Kita pisah di sini ya, aku kearah kiri kamu ke kanan." Kata Nicky.


Lien Wei melihat Nicky sudah pergi jauh. Lien Wei masuk ke mini market membeli popok bayi, susu bayi, sabun dan shampo bayi. Lien Wei membayar dengan mendebit ATM.


Uang Lien Wei bertambah tiap bulan secara otomatis dari bunga deposito. 80 juta uang dari Richard didepositokan di bank, Lien Wei hanya menikmati bunga deposito


Lien Wei menaruh susu kaleng di ranjang sepedanya. Sisanya digantung di setir kiri sepeda karena setir kanan tempat rem sepeda. Lien Wei mengayuh sepedanya.


(Richard yang dari tadi terbakar cemburu, hatinya menjadi tenang melihat Lien Wei membeli kebutuhan anak mereka.)


Lien Wei lalu pulang ke rumah, Richard ingin menunggu satu jam lagi untuk kembali ke hotel.


"Mama, papa, Cece dan bayiku yang lucu aku pulang. Aku membeli kebutuhan Yuwen. Kalian jangan kuatir. Maafkan aku menyusahkan kalian." Kata Lien Wei.


"Jangan seperti itu, papa senang akhirnya punya keturunan laki - laki di rumah ini, papa masih mampu biayai dan merawat Yuwen." Kata Papanya Lin Wei Sambil menggendong Yuwen.


Lien Wei mengambil makanan di meja makan, karena makan mie instan di mini market hanya mengganjal perut sebentar saja.


Yuwen tertidur dalam gendongan kakeknya, Pak Aliang meletakkan Yuwen di boks bayi di kamar Lien Wei.


"Akhirnya Yuwen tidur juga, pasti cocok dengan kakeknya." Kata Lien Wei.


Lien Wei lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi air hangat dan sikat gigi, agar segar Sebelum tidur.


Lalu Lien Wei tidur di ranjangnya. Seisi rumah juga tidur pulas.

__ADS_1


Terimakasih telah membaca novel ini, Jika suka tolong beri like, 5 rate, vote dan komentar, Terimakasih.


__ADS_2