
Lien Wei melihat Yuwen telah tidur karena kenyang minum susu.
Richard memakaikan baju kepada Lien Wei. Richard menggendong Yuwen agar Lien Wei bisa berdiri. Richard membuka kunci kamar Yuwen menuju ke kamar Richard.
Yuwen ditidurkan di boks bayi yang sudah ada di dalam kamar Richard. Lien Wei pergi mandi di kamar mandi karena merasa bagian dadanya lengket semua gara - gara bayi kecil dan bayi besar.
Lien Wei selesai mandi dan memakai piyama. Dia berjalan menuju meja belajar Richard karena harus mencicil belajar. Lien Wei ingat dengan target nilai dari Pak Rektor.
Lien Wei Mengambil buku kuliah Richard, dan duduk di sofa yang empuk. Lien membaca bahan kuliah untuk besok.
Richard yang ingin sekali berada di samping Lien Wei mulai beraksi ingin belajar bersama.
"Ikut belajar dong, ini kan bukuku juga." Kata Richard.
Richard duduk Sangat dekat dengan Lien Wei, sehingga wajah hampir bersentuhan.
Richard membaca hingga ketiduran di bahu Lien Wei. Lien Wei malas dekat Richard.
Lien Wei tiba - tiba berdiri dan pindah ke ranjang, bersandar di sandaran ranjang.
Richard sadar Lien Wei pindah, jadi ikut pindah ke ranjang. Richard juga duduk di sebelah Lien Wei. Tanpa terasa mereka ketiduran dengan posisi duduk, kepala Richard di bahu Lien Wei. Lien Wei bersandar di kepala Richard.
2 Jam kemudian Yuwen bangun dengan suara tangis yang keras.
"u ....ek....u...ek ...u....ek." Suara tangis Yuwen.
Richard tidak terbiasa dengan suara ramai di saat tidur, Richard mencari botol susu yang tidak ada.
Lien Wei tetap duduk di ranjangnya, dengan memegang buku. Richard lalu mengambil buku itu, dan membuka kancing piyama. tali Bra Lien Wei diturunkan ala kadarnya.
Yuwen sudah sangat kelaparan, Richard menggendong Yuwen dan bantal diletakkan di pangkuan Lien Wei agar tinggi. Yuwen diletakkan di atas bantal dan mengarahkan mulut Yuwen ke pxxxx Lien Wei.
"heh apa yang kamu lakukan, ......." kata Lien Wei dengan lemah sambil memegang Yuwen, Lalu tertidur lagi.
Richard hanya memegangi Yuwen agar tidak jatuh. Tangan Richard kesemutan memegang kepala Yuwen selama 15 menit. Yuwen akhirnya tertidur, Richard mengembalikan Yuwen ke box bayi.
Richard yang sudah mengantuk dari tadi akhirnya rebah. Lien Wei yang tidur posisi duduk akhirnya terjatuh di atas Richard.
"u...Wek....u....Wek" tangis Yuwen.
keesokan paginya jam 4 pagi, Yuwen menangis keras. Lien Wei terbangun dan sadar tidur mengkurap di atas tubuh Richard.
__ADS_1
Richard juga melihat badannya ditindih Lien Wei.
"Lien Wei tak kusangka kamu agresif minta kulayani lagi." Kata Richard.
Lien Wei yang mendengar perkataan Richard langsung menutup muka Richard dengan bantal....tiba - tiba Yuwen menangis keras.
"U...Wek...u...Wek." Pertengkaran mereka berhenti.
Lien Wei menggendong Yuwen dan menyusui.
"Ganti sisi kiri , tadi malam sudah minum sisi kanan."Kata Richard.
"Hah kok kamu tahu." kata Lien Wei.
"Tadi malam kamu tidur sambil duduk, Yuwen minum sisi kanan." Kata Richard.
"Kamu sudah kurang ajar, buka - buka." kata Lien Wei.
"Aduh serba salah aku ini." Kata Richard sambil menutup dirinya dengan selimut.
Setelah Yuwen tertidur, Lien Wei pergi ke kamar mandi untuk mandi agar bersih. Lien Wei bersiap - siap memompa ASI sebelum pergi kuliah.
Lien Wei minum susu untuk ibu menyusui sebanyak 2 gelas agar menghasilkan ASI yang sangat banyak.
Kegiatan memompa ASI butuh dua jam menghasilkan 3 botol. botol - botol ASI dimasukkan ke dalam lemari es agar tidak rusak.
Lien Wei melihat pelayan sudah menata sarapan di meja makan. Lien Wei melihat jam dinding sudah jam setengah 7. Kuliah jam 8.40.
Lien Wei membuat bubur Tim ayam dengan dibantu koki.Lien Wei cepat berbaur dengan para pelayan.
Lien Wei mengeluarkan Yuwen dari kamarnya., dan meminta Babysitter menyiapkan air hangat untuk Yuwen mandi.
Babysitter sudah memandikan Yuwen dan duduk di kursi empuk bayi. Lien Wei menyuapi Yuwen makan. Richard yang sudah mandi datang ke kamar Yuwen.
Richard memfoto Lien Wei yang sedang menyuapi Yuwen. Richard juga mendekati Lien Wei dan meminta tolong Babysitter memfoto mereka bertiga.
Babysitter sudah memfoto mereka bertiga, dan menyerahkan ponsel kepada tuannya.
"Sarapan sudah siap tuan muda dan Nyonya muda." Kata kepala pelayan.
Lalu mereka pergi sarapan bersama dengan Pak Johny Wang.
__ADS_1
"Selamat Pagi pa, saya makan dulu." Kata Lien Wei. Lien Wei harus menghormati Pak Johny Wang demi keselamatan hidupnya dan keluarganya.
"Ehm,..." Jawab Pak Johny Wang.
Suasana sarapan menjadi sangat sunyi, hanya bunyi sendok dan garpu. Lalu mobil pak Johny Wang sudah ada di teras depan rumah.
Pak Johny Wang telah menyelesaikan makannya lalu dia mengenakan jasnya untuk menutupi tato dan kaos ketatnya. Kalung Emas yang besar seperti kalung anjing selalu bertengger di lehernya.
Pak Johny Wang lalu bangkit dan pergi tanpa sepatah kata pun. Pak Johny Wang masuk ke dalam mobil.
"Papamu kemana pagi - pagi sekali?, bukankah dia kerja di sore hari untuk Club malam, dan Casino." Tanya Lien Wei.
Richard tahu papanya pergi ke mana, hanya diam saja tidak bisa menjawab pertanyaan Lien Wei.
"Bagaimana buku kuliahku, yang masih di Hualien." tanya Lien Wei.
"Hari ini akan diambil, Kamu pinjam buku kuliahku saja dulu."kata Richard.
Richard mengambil tas yang sudah disiapkan oleh Lien Wei. Richard dan Lien Wei pamit kepada Yuwen.
"Yuwen, mama mau pergi ke sekolah dulu ya." Kata Lien Wei.
"Lihat kita sungguh lucu, setiap anak pamit sama orang tuanya untuk pergi ke sekolah. Kita malah pamit kepada anak untuk pergi ke sekolah." Kata Richard.
Babysitter yang mendengar perkataan tuan muda berusaha menahan tawa dengan mengatupkan bibirnya dan menundukkan kepalanya.
"Bu, nanti ASI yang di lemari es, masaknya jangan terlalu panas. dibuat hangat - hangat kuku." Kata Lien Wei kepada Babysitter.
"Yuwen, papamu yang super ganteng dan cool ini pergi kuliah dulu, doakan papamu dapat mengikuti pelajaran." Kata Richard.
Lien Wei dan Babysitter mendengar perkataan Richard cuma menahan tawa dengan mengatupkan bibir mereka dengan erat.
Richard lalu merangkul Lien Wei untuk berangkat kuliah bersama. 15 Menit kemudian mereka sampai di kampus. Semua Orang heran Lien Wei keluar dari mobil Richard.
Richard tahu semua yang ada di kampus melihat mereka berdua. Richard lalu merangkul istrinya ke tengah ruangan dan dilihat semua siswa yang dilantai atas sampai 10 lantai juga melihat.
"Pengumuman, Saya Richard dan wanita ini adalah Lien Wei telah sah secara hukum sebagai suami istri." Kata Richard.
Mereka yang mendengar hanya memberi tepuk tangan, mereka takut jika tidak menanggapi pengumuman itu.
Terimakasih telah membaca novel ini, Jika suka beri like, vote dan komentar 🙏
__ADS_1