Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 30 Kue Cookies Hati


__ADS_3

"Aku mau tidur dengan Yuwen di sampingku, kamu jangan macam - macam lagi." Kata Lien Wei.


Lien Wei Mengambil Yuwen yang sedang tidur di box bayi, pindah di tengah antara Richard dan Lien Wei.


Akhirnya mereka tertidur pulas, dengan lampu yang agak redup. Tiba - tiba jam 11 Yuwen menangis dengan keras tepat di samping telinga Richard.


"U....Wek ...o.....Wek...o...Wek" Tangis Yuwen kelaparan.


Richard heran bagaimana bisa Lien Wei bisa tidur dengan suara tangis bayi. Lien Wei tidur dengan posisi miring menghadap Yuwen.


Richard membuka kancing baju Lien Wei dan membuka bra sisi atas. Yuwen dipindahkan dekat dengan Lien Wei dan mengarahkan mulut Yuwen ke pxxxxx Lien Wei. Richard mengangkat kepala Yuwen sedikit.


Akhirnya Yuwen tertidur karena kenyang, Richard memindahkan Yuwen ke dalam box bayi. Kini posisi Yuwen diganti oleh Richard yang usil.


Lien Wei merasa ada kepala yang menempel di dadanya malah dikira Yuwen, Lien wei merangkul dan mengelus kepala yang telah mendekap di dadanya yang sedang menyusui.


Richard merasa senang Lien Wei tidak marah dan tangannya memeluk Lien Wei. Padahal Lien Wei mengira Richard adalah Yuwen.


Keesokan harinya jam 4 pagi, Yuwen tiba - tiba menangis. Lien Wei dengan mata tertutup memegang kepala Richard yang dikira Yuwen untuk menyusui, Richard yang terbangun juga usil menyusui.


u ...Wek....u....Wek...." Tangis Yuwen.


Lien Wei heran bayi sudah menyusui tapi kok Yuwen masih nangis, Lien wei berusaha mengumpulkan kesadarannya untuk bangun.


Ternyata yang menyusui adalah Richard.


Lien wei langsung mencubit seluruh badan Richard dan menjewer telinga Richard. Richard yang kesakitan segera menggeser badannya ke sisi lain ranjang.


Lien Wei bangkit dan menggendong Yuwen dan menyusui Yuwen di sisi yang lain, karena terlihat besarnya tidak sama sisi kanan sudah agak kempes.


Akhirnya Yuwen tertidur dan meletakkannya di dalam box bayi. Richard turun dari ranjangnya dan memeluk Lien Wei dari belakang. Siku tangan Lien wei memukul ke belakang. Perut Richard kesakitan dan segera kembali tidur.


Lien Wei segera mandi dan melanjutkan kegiatannya minum 2 gelas susu untuk ibu menyusui untuk mengisi pabriknya yang telah kempes.


Lien Wei merasa lapar dan mencari makanan di kulkas. Segala roti dimakannya, Lien wei seperti raksasa yang sedang kelaparan. Roti untuk sarapan di lemari es habis semua.

__ADS_1


*Aku tak perduli, nanti Richard mencari roti. Dia pasti sudah kenyang minum susu, sekarang aku yang lapar.


*Kata hati Lien Wei.


Lien Wei sudah merasa kenyang dan dadanya mulai berisi lagi. Sebelum hamil badan Lien Wei kurus, bahkan dadanya kecil. Setelah melahirkan dadanya menjadi berisi dan badannya agak berisi.


Untungnya Lien Wei dulu kurus jadi setelah melahirkan tidak terlalu gemuk jadinya. Apalagi Lien Wei malas berolahraga, hobinya membaca buku.


Lien Wei memeras susu sambil menonton YouTube cara - cara membuat desain pakaian. istilahnya "Menyelam sambil minum air." dan untuk menghasilkan banyak ASI juga tidak boleh stress.


*Aneh aku sudah memompa setengah jam sudah terasa kosong, ini gara - gara Richard. Banyak Ibu mendonorkan ASI kepada bayi lainnya jika kelebihan. Kok aku mendonorkan kepada bayi besar. Ini bukan aksi amal namanya tapi melayani nafsu bejatnya.


*Kata hati Lien Wei yang kesal


Lien Wei masuk ke dapur melihat ada nasi dan sayuran ada di kulkas. Lien Wei memasak sayuran itu dan menumis dengan bawang putih dan saos tiram. Akhirnya Lien Wei makan hampir 2 piring.


Koki yang bangun jam 6 pagi kaget melihat Nyonya muda hampir menghabiskan isi kulkasnya. Koki terpaksa pergi berbelanja di pasar lagi


"Kamu mau ke pasar ya, tolong belikan pisang susu untuk Yuwen ya, juga belanja menu - menu membuat roti kering ini catatannya. Aku mau buat roti kering untuk kumakan jika lapar." Kata Lien Wei.


*Ternyata berat juga tugas sebagai ibu apalagi aku punya 2 bayi tidak kembar.


*Kata hati Lien Wei.


Lien Wei melihat koki memasak sarapan di dapur.


"Pak Sen, belanjaan yang ada di kertas catatan sudah lengkap semua?" Kata Lien Wei.


"Sudah lengkap Nyonya Muda." kata Lien Wei.


Lien Wei berlari kecil menuju ke kamarnya, dan masuk mengendap - endap agar tidak membangunkan bayi kecil dan bayi besar.


Lien Wei membuka tasnya untuk mengambil buku resep membuat kue kering.


Lien Wei melangkah keluar dengan mengendap - endap dan membuka pintu lalu menutup pintu secara perlahan. Lien Wei berlari kecil ke dapur.

__ADS_1


Lien Wei belajar membuat kue cookies cokelat, untuk acara valentine. Lien Wei ingin membuat Kue itu untuk Nicky. sekaligus untuk belajar berjualan lewat online kalau enak.


*Aku harus buat banyak nih, aku harus memberikan kue cookies ini juga buat Richard biar dia tidak curiga.


*Kata hati Lien wei.


Lien Wei memakai fasilitas yang lengkap di dapur seperti mixer, loyang dan oven. Akhirnya Lien Wei sudah selesai membentuk hati dan menghias dan memanggangnya di dalam oven yang besar itu.


Lien Wei mencari tempat cookies dan hanya menemukan 1 toples bundar saja, terpaksa sisanya dimasukkan di kotak makan besar.


Lien Wei menata kue cookies ke toples bundar untuk diberikan kepada Nicky. Lien Wei membuatnya dengan sepenuh hati dan jiwanya, pasti terasa enak.



Ini bentuk visual cookies yang akan diberikan kepada Nicky, dan untuk hari selanjutnya akan dijual online.


Lien Wei segera memasukkan toples ke dalam kantong plastik hitam. Sisa kue dimasukkan ke dalam kotak kue untuk Richard, dan sisanya diberikan kepada koki dan pelayan.


"Pek sen ini ada kue Cookies coklat buat Pak Sen dan pelayan lainnya. Terimakasih telah meminjamkan dapurnya." Kata Lien Wei.


Lien Wei melihat jam di dinding sudah pukul 7.30. Lien Wei mengendap masuk ke dalam kamar. Toples cookies yang dibungkus kantong plastik hitam dimasukkan ke dalam tas kertas dan disembunyikan di tas Selempangnya untuk kuliah.


bunyi alarm yang merdu milik Richard berbunyi. Richard bangun melihat Lien Wei sibuk menata buku kuliah.


"Kamu sudah bangun dari jam berapa? kenapa bawa kotak makan." kata Richard.


"oh ya nih, aku tadi di dapur buat kue cookies buat kamu dan rencana aku mau jualan kue lewat online, jadi jika pelayan lapor ke kamu dan Tuan besar ini jawabannya untuk jualan. Aku mau cari uang sendiri gak mau uangmu. Jadi jangan merasa berhak atas tubuhku lagi." Kata Lien Wei.


Richard membuka kotak makan itu. Hati Richard berbunga - bunga melihat kue kering berbentuk hati. Richard merasa ingin menangis dan matanya berkaca - kaca.


*Kenapa Richard melihat kue matanya berkaca - kaca seperti menangis gitu ya.


Apakah dia benar - benar terharu atau karena benar benar mencintai aku. Aku jadi ingin tahu bagaimana ekspresi Richard menerima kue cookies ku ini nanti.


*Kata Hati Lien Wei dengan ekspresi senyum sambil membayangkan Nicky.

__ADS_1


Terimakasih telah membaca novel ini, jika suka Tolong beri like, vote, dan Komentar 🙏


__ADS_2