Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 32 Romantis


__ADS_3

Mobil mereka menuju ke rumah baru, Lien wei tidak tahu kemana tujuan berikutnya karena dirahasiakan oleh Richard. Lien wei melihat di depan ada Supermarket.


"Stop berhenti di supermarket dulu aku mau beli bahan kue, kemasan atau dos." Kata Lien Wei.


Mobil akhirnya parkir di dekat supermarket, Semua ikut turun.


"Yuwen biar aku gendong." Kata Richard.



Richard merasa gembira bisa pergi bersama Yuwen dan Lien Wei. Babysitter dan bodyguard mengikuti mereka dari belakang.


Lien Wei membawa trolley, membeli bahan makanan dan cetakan, toples.



*Aku mau bentuk kemasan lain, Siapa tahu untuk hadiah ulang tahun. sesuai pesanan.


*Kata hati Lien Wei.


"Sayang, Banyak sekali belanjaannya, 2 trolley lho." Kata Richard.


"Tidak usah pakai sayang. Kan ada Pak Jang yang bantu bawa trolley. Sudah kurasa beli ini dulu. Ayo, kita ke kasir." kata Lien Wei.


Saat Lien Wei mau membayar, Richard mengeluarkan kartu Debit nya untuk membayar semua belanjaan Lien Wei.


"Tidak usah kamu bayar, ini kan untuk pekerjaanku." Kata Lien Wei.


"Kalau kamu sudah sukses bisa dikembalikan." Kata Richard.


Pak Jang dan Bu Jiao membantu mengangkat kardus isi bahan kue. Taiwan sedang mulai gerakan bebas plastik, jadi belanjaan dimasukkan dos.


Semua belanjaan sudah dimasukkan ke dalam mobil. Mereka menuju ke rumah baru orang tua Lien Wei. Richard ingin memberi kejutan untuk Lien Wei.


"Kita mau ke mana lagi." Kata Lien Wei.


"Kejutan deh, nanti kamu akan tahu." Kata Richard.


Mobil mereka sampai di rumah dengan kaca yang besar tertulis " Wei's Tailor."


"Apakah kita mau pesan baju." tanya Lien Wei.

__ADS_1


Mereka akhirnya keluar dari mobil dan mengetuk pintu. Pintu terbuka yang muncul adalah Ibu Shou Yen. Lien Wei kaget melihat mamanya yang membukakan pintu.


" Mama kenapa ada di sini?" Tanya Lien Wei.


"Ayo masuk ke dalam semuanya, Lien Wei kita ke atas bicara dengan papamu dan Mayleen." Kata Shou Yen.


Richard dan lainnya menunggu di ruang tamu, Lien Wei naik ke atas dan bertemu dengan papa dan kakaknya.


" Papa dan Cece, kalian di sini semua. Apa yang terjadi? Bagaimana bisa pindah ke rumah ini?" Tanya Lien Wei.


Mamanya Lien Wei yaitu Shou Yen menceritakan semua peristiwa dari kedatangan Pak Johny Wang ke Hualien, Papa dan cecenya Lien Wei dipindah tugaskan ke Taipei.


"Apakah rumah ini dipinjamkan atau diberi cuma - cuma?" tanya Lien Wei.


"Kami tidak tahu, Saya cuma merasa tidak enak dengan para tetangga yang mulutnya ditampar karena bergosip bahwa Yuwen disebut anak haram." Kata Shou Yen.


"Kata mama, Para tetangga dihukum gotong royong angkat barang - barang dari rumah untuk diangkat ke atas truk." Kata Mayleen.


"Pak Johny Wang mengatakan, semua yang dilakukan Pak Johny adalah permintaan Richard yang ingin nama baik istrinya dan keluarganya dibersihkan." Kata Shou Yen lagi.


"Mama mau buka jasa menjahit di sini atau membuat baju desain? Kok di kaca tertulis Wei's Tailor." Kata Lien Wei yang ingin mengalihkan pembicaraan dengan tema lain agar hatinya tidak tambah terharu.


"Aku juga punya desain ma, ini desainku. Mama harus mencari satu pegawai untuk membantu menjahit desain ini. Kemarin saya melihat di YouTube para model Prancis memakainya, cuma aku beri perubahan, kalau mirip namanya menjiplak." Kata Lien Wei.


"Ada 3 desain dan butuhbanyak manik yang berkilauan." kata Shou Yen.


"Nanti Mama beri upah jasa untuk hasil desainmu." Kata Shou Yen.


"Apakah kalian bahagia pindah ke mari?" Tanya Lien Wei.


"Kami bahagia, tidak melihat pandangan sinis dari tetangga, tidak ada kata sindiran dari teman kantor. Orang kota kebanyakan cuek sih." Kata Ce Mayleen.


"Yang penting kalian bahagia, aku pulang dulu ." Kata Lien Wei.


Seluruh keluarga turun ke lantai dasar untuk mengantar kepulangan Lien Wei. Mereka berkumpul di lantai dasar yang lantainya ada garis spidol yang membagi ruang Menjadi dua depan dan belakang.


"Richard kami minta ijin akan membangun tembok dan pintu. Rencana ruang depan kujadikan tempat kerja dan lemari untuk menggantung pakaian untuk dipamerkan." Kata Shou Yen.


"Terserah kalian, Karena rumah ini sedang dibuat surat kepemilikan atas nama Lien Wei. Sebagai hadiah pernikahan kami." Kata Richard.


Seluruh keluarga kaget mendengar perkataan Richard dan hati mereka tersentuh.

__ADS_1


"Ayo kita makan bersama di restoran yang letaknya 3 gedung dari sini." Kata Richard.


"ayo kita pergi jalan kaki saja." Kata Papanya Lien Wei.


Mereka akhirnya berjalan bersama menuju ke restoran yang tidak terlalu besar. Mereka duduk di meja besar di pojok belakang. Mereka merasa seperti sebuah keluarga yang hangat.


"Saya senang bisa makan bersama, ramai rasanya." Kata Richard.


"Lien Wei, ambilkan suamimu nasi dan ikannya. Pisahkan duri dari dagingnya." kata Papanya Lien Wei.


Lien Wei dengan agak berat hati melayani Richard, mengambilkan nasi ke dalam mangkuk dan menaruh daging ikan di atas nasi.


"Aku minta disuapi." Kata Richard.


Lien Wei menyuapi Richard dengan menggunakan sumpit kayu. Seluruh keluarga tertawa, Richard hanya tersenyum. Richard Mengambil Chicken soup herbal dengan sendok, dan menyuapi Lien Wei.


Lalu mereka bertukar mangkuk Richard memakai sumpit menyuapi Lien Wei. Lien Wei menyuapi Chicken soup herbal kepada Richard.


Lien Wei dan Richard merasa malu dan berbunga - bunga. Batu yang besar di hati Lien Wei telah terangkat. Richard ingin mengisinya dengan bumbu dan bunga cinta.


Akhirnya kegiatan makan mereka telah selesai. Richard, Lien Wei, Yuwen, Bu Jiao dan Pak Jang pergi ke perayaan QiXi di taman dekat sungai Yanping.


Mereka membeli makanan kecil di food truck, produk romantis buatan tangan. Richard membeli kalung pasangan dari Titanium berbentuk hati. Walaupun bukan dari emas, tapi ini adalah kenangan merayakan Valentine bersama.



Richard memakaikan kalung gold kepada Lien Wei. Lien Wei memakaikan kalung Silver kepada Richard.


Pak Jang tak kuat menahan tangis air mata melihat tuan muda mendapatkan cinta dari Lien Wei. Berhubung sudah malam di taman, jadi tidak terlihat Pak Jang sedang menangis. lampu yang ada hanya lampu taman dan lampu pemilik kios.


Akhirnya saatnya acara kembang api, sekitar 2 menit. Pak Jang mengambil foto Lien Wei Richard dan Yuwen dengan latar belakang kembang api.



Akhirnya mereka pulang, Richard dan Lien Wei capek. Mereka semua sampai di rumah langsung mandi. Lien Wei menggendong Yuwen dan menyusui dan tertidur.


Tiba - tiba Richard memeluk Lien Wei dari belakang dan mencium tengkuk leher Lien Wei. Bahu Lien Wei bergerak ke belakang karena merasa geli.


***Bersambung***


Terimakasih telah mampir membaca cerita ini. Jika suka beri like, vote, dan komentar 🙏

__ADS_1


__ADS_2