Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 23 Tidur dengan Yuwen


__ADS_3

🌺 Menjinakkan macan betina🌺


Richard Lalu mengenakan piyama nya.


"Ingat Lien Wei jika kamu melukai aku, dan jika tidak mematuhi aku maka foto kita yang menggunakan selimut akan kusebar. Tapi jika kamu tidak takut juga maka Foto kita berdua setengah badan tanpa selimut akan kusebar." Kata Richard.


" Dasar kamu jahat anak Gengster, tidak punya adab dan tidak berperikemanusiaan." kata Lien Wei.


"Terserah kamu mau bicara apa, Sekarang kamu tahu kan saya bisa melakukan tindakan melanggar hukum bahkan hukum IT ( Informasi dan Teknologi)" kata Richard.


"Dasar Mafia Hukum." Kata Lien Wei.


"Sudah kamu harus mandi dan pakai piyama ini." Kata Richard sambil memberikan piyama.


"Mana Baju - Bajuku, ini bukan bajuku." Kata Lien Wei.


"Sudah baju - Bajumu kampungan semua, buang saja." Kata Richard.


Lien Wei mendengar itu langsung mukanya terlihat marah. Lien Wei menahan marahnya dan tidak bisa di ungkapkan karena ancaman foto mereka berdua.


Lien Wei langsung masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower. Lien Wei tidak bisa mandi di bathtub, karena di rumah adanya shower


Lien Wei selesai mandi dan memakai piyama lalu keluar dari kamar mandi.


"Sekarang, dimana anakku?" Tanya Lien Wei.


"Kamu makan dulu, dari tadi siang kamu belum makan. Jika kamu sakit siapa yang jaga Yuwen" kata Richard Sambil menunjuk makanan yang sudah dihidangkan.


Lien Wei lalu menuju ke meja tersebut dan makan dengan lahap, karena belum makan sejak siang tadi. Richard yang sedang duduk di kursi sofa hanya senang memperhatikan Lien Wei.


Akhirnya Lien Wei sudah selesai makan dan minum jus jeruk. Lien Wei menuju ke westafel yang ada di dalam kamar mandi. Dia mencuci tangan, sikat gigi dan mencuci muka. Lien Wei ingin dirinya bersih saat menggendong anaknya.


"Dimana anakku?" kata Lien Wei.


"Anak kita! kok anakmu sih. Mana ada seorang wanita bisa menghasilkan bayi kalau tidak ada pria yang bantu buat." Kata Richard.


"Sudah jangan banyak bicara, candaanmu garing!" kata Lien Wei.


"Ayo kita lihat anak kita bersama - sama." kata Richard sambil merangkul Lien Wei dengan erat dan mengusap rambut Lien Wei.


Richard dan Lien Wei menuju kamar anaknya yang terletak di sebelah kamar Richard.

__ADS_1



Lien Wei masuk ke dalam kamar anaknya yang sudah didekorasi. Wanita sekitar umur 30 tahun mengenakan baju baby sitter sedang memberi minum dengan botol susu.


Lien Wei langsung menggendong bayi itu dengan memeluk dan mencium bayi itu.


Richard yang melihat ibu dan anak menjadi tersentuh hatinya.


"Biar saya bawa bayi ini ke kamar, aku ingin dia tidur di sampingku." kata Lien Wei Kepada baby sitter.


"ya, silahkan Nyonya muda, saya akan siapkan botol susu lagi. 2 jam lagi pasti minta minum lagi." Kata baby sitter.


"Siapa namamu? jika saya butuh bisa panggil namamu." Kata Lien Wei.


"Nama saya Bu Jiao, Nyonya muda." Kata baby sitter.


"Richard, kamu yang bawa bantal bayi dan botol susunya, saya sedang gendong Yuwen." Kata Lien Wei.


Lalu Lien Wei menggendong bayi itu masuk ke dalam kamar tidurnya.


Richard dari tadi mengikuti Lien Wei hanya tersenyum.


Pintu kamar akhirnya ditutup dan dikunci.


Richard yang mendengar perkataan itu menjadi tidak bisa tersenyum lagi.


Lien Wei meletakkan bayi itu ke tengah kasur, menjadi pemisah antara Richard dan Lien Wei. Lien Wei Mengambil bantal yang dipegang Richard.


"Bolehkah aku menggendongnya, saya ingin belajar menggendongnya." Kata Richard.


" Kamu harus cuci tangan, cuci muka, dan sikat gigi lagi." kata Lien Wei.


Richard lalu pergi ke kamar mandi melakukan segala yang diperintah Lien Wei.


Richard kembali ke ranjang dan duduk di sebelah Yuwen. Lien Wei memutar posisi Yuwen agar kepala bayi ada di tangan kiri Richard. jadi tangan kanan bisa untuk menyuapi dan memegang botol bayi.


Richard terlihat kaku dan ada rasa tidak percaya diri menggendong bayi.


"Halo Yuwen, ini papamu. Maafkan papamu ini ya sudah jahat sama mamamu dan kamu. Mamamu pasti merasa kesulitan ya mengandung dan melahirkan tanpa ditemani papamu." Kata Richard kepada Yuwen.


Lien Wei yang mendengar perkataan Richard Menjadi tersentuh dan memalingkan wajahnya ke arah lain karena tak ingin Richard melihat air matanya telah menetes.

__ADS_1


"Aduh perutku sakit setelah makan tadi, aku mau ke kamar mandi." Kata Lien Wei yang beralasan untuk menyembunyikan dirinya sedang menangis.


Lien Wei menghidupkan kran air di westafel agar Richard tidak mendengar suara isak tangis Lien Wei.


Lien Wei lega menangis dan berkaca untuk melihat matanya yang masih merah. Lien Wei duduk di dalam bathtub yang telah kering.


Lien Wei merasa matanya sudah agak enakan. Lien Wei keluar dari bathtub melihat ke kaca yang ada di depan westafel. Lien Wei lalu mencuci mukanya dan mengeringkan dengan handuknya yang ada di gantungan.


Lien Wei tidur di ranjangnya.


"Lien, tanganku rasanya kesemutan gendong Yuwen, kamu kok lama sekali di kamar mandi sekitar setengah jam. Apa perutnya sakit sekali, aku akan hukum koki yang memasak makanannya." Kata Richard.


"Aduh, mungkin perutku kaget sudah seharian gak makan. Tiba - tiba makan banyak ususku mungkin kaget." Kata Lien Wei.


"Bagaimana cara meletakkan Yuwen, apakah cuma diletakkan di bantalnya saja?" Kata Richard.


"Iya posisi kepalanya pas di bantal, pelan - pelan dia sudah tidur." kata Lien Wei.


Richard meletakkan Yuwen di ranjang diantara Lien Wei dan Richard.


Richard dan Lien Wei tidur dengan menghadap ke arah Yuwen yang sedang tidur. Mereka bertiga tidur dengan ditutupi selimut mereka.


Tiba -tiba 1,5 jam kemudian Yuwen menangis minta susu. Richard yang tidak terbiasa langsung kaget, Lien Wei tidak kaget.


Lien Wei menggendong Yuwen dan memberikan minum dari botol susu yang sudah disiapkan. Lalu Yuwen merasa kenyang dan tidur.


Dua jam kemudian Yuwen menangis lagi.


"U... wek, u...Wek..... u..... Wek." Tangis Yuwen.


Richard lalu kaget dan Lien Wei masih tertidur, Richard melihat botol susunya kosong. Richard malas ambil botol susu di kamar sebelah.


"Lien, Lien... bangun Lien.. Yuwen nangis nih." Kata Richard.


"U...Wek.,u....Wek...." tangis bayi.


Lien Wei berusaha membuka matanya yang berat, melihat botol susunya kosong. Lien Wei juga malas mengambil botol susu di kamar sebelah.


Lien Wei lalu membuka kancing piyama separuh dan menurunkan bra-nya dan menggendong Yuwen untuk minum ASI.


Richard yang melihat gxxx milik Lien Wei membuat adik Richard terbangun. Richard lalu menutup dirinya dengan selimut.

__ADS_1


Terimakasih telah membaca cerita ini, Jika suka beri like, vote dan komentar.🙏


__ADS_2