Paksaan Putra Mafia

Paksaan Putra Mafia
Episode 39 Penggemar Lien Wei


__ADS_3

🌺Di Taipe🌺


Lien Wei sedang menyusui Yuwen setelah itu memompa ASI, Kini telah terkumpul 5 botol.


Richard keluar dari kamar mandi dan berkata.


"Istriku sayang, ingat di Korea jangan selingkuh. Walaupun mereka tampan, menggoda dirimu. Kamu harus setia ya. Ingat ada anak kita, Yuwen." Kata Richard.


Richard lalu memeluk dan mencium Lien Wei selama 10 menit.


" Sudahlah jam 7 kita sarapan dulu." Kata Lien Wei.


Mereka sarapan bersama, Pak Johny ikut bergabung untuk sarapan bersama.


"Lien, penerbangan pesawat berangkat jam berapa?" Tanya Pak Johny.


"Jam 9 kami naik pesawat, Perjalanan 2,5 jam sampai di Seoul mungkin jam 11.30. Check in hotel jam 3 sore, jadi kami jalan - jalan dulu di bandara ada Supermarket dan mall di Incheon airport. Papa, saya pamit pergi dulu." Kata Lien Wei kepada Pak Johny.


"Richard jaga Yuwen dan awasi pabrik ya." kata Lien Wei.


"Ingat ya, jangan selingkuh." Kata Richard.


Lien Wei pergi bersama Pak Hwang (Penerjemah) dan bodyguard, Mereka diantar oleh sopir menuju ke bandara.


☘️Di Korea Selatan☘️


Lien Wei, penerjemah dan Gengster yang beralih profesi jadi bodyguard telah tiba di Bandara Incheon airport Kota Seoul, Korea Selatan.



Mereka masuk ke suatu market di bandara, Lien Wei dikawal 2 pria yaitu penerjemah dan bodyguard. Saat Lien Wei masuk ke dalam lorong makanan tidak sengaja bertabrakan dengan Eddy Chen yang mau keluar dari lorong makanan.


"Aduh maaf saya tidak sengaja." kata Lien Wei dalam bahasa Mandarin.


" mianhajiman" Kata penerjemah Lien Wei.


Eddy Chen mendengar perkataan Lien Wei yang menggunakan bahasa Mandarin hanya tertawa. Lien Wei heran mengapa pria yang ditabraknya malah tertawa.


"Kamu kira saya orang Korea, saya dari Hongkong bisa bahasa Mandarin." Kata Eddy Chen.


" Ah, Saya dari Taiwan. Permisi saya keburu tuan." Kata Lien Wei.

__ADS_1


*Wanita ini pasti orang berpengaruh diikuti penerjemah, pria satunya berbadan besar pasti body guard. Wanita yang menarik.


*Kata hati Eddy Chen.


Setelah membayar belanjaan di kasir, Lien Wei merasa lelah dan haus, lalu duduk di sofa depan cafe.



"Pak Kim tolong belikan minum misugaru kalian mau pilih sendiri minumannya, ini uangnya." Kata Lien Wei.


"Baik Nyonya." Kata Pak Kim.


Kepala Lien Wei merasa berat dan digerakkan ke belakang malah terbentur dengan kepala seseorang yang sedang duduk di belakang Lien Wei. Lien Wei kaget langsung menoleh untuk mengatakan maaf.


"Maaf, aku tidak sengaja. Ah, kamu pria yang aku tabrak tadi. Maaf." Kata Lien Wei.


"Kelihatannya tubuhmu itu berjodoh denganku kok selalu tidak sengaja menabrak ku." Kata Eddy Chen.


"Nyonya ini minuman anda." Kata Pak Kim.


"Sebagai gantinya minta maaf, kamu harus mentraktir aku minum. Kelihatannya anda beli minuman lebih dari satu kuambil ya." Kata Eddy Chen


"Silahkan dinikmati minumannya." Kata Lien Wei.


"Kenalkan namaku Eddy Chen, dari Hongkong. nama kamu siapa? dan apakah anda sudah menikah?" tanya Eddy Chen.


"Nama saya Lien Wei, Saya masih kuliah dan sudah menikah." Kata Lien Wei.


"Wow menikah di saat masih kuliah. Sayang sekali, misalkan kamu belum menikah tentu saya akan mengajakmu menikah denganku." Kata Eddy Chen.


"Anda bisa saja tuan." Kata Lien Wei.


"Baiklah terimakasih atas minumannya, dan saya terima maaf darimu karena menabrak saya." Kata Eddy Chen.


*Sayang sekali dia sudah menikah. Aku harus segera pergi sebelum aku makin jatuh cinta kepadanya. Aku harus pergi ke hotel yang sudah kupesan kemarin


*Kata hati Eddy Chen.


"Ayo kita pergi ke hotel yang telah dipesan Pak Hwang ( Penerjemah)." Kata Lien Wei.


"Kita pesan hotel Grand Hyat Incheon dekat dengan bandara, dan menerima antar jemput gratis dari bandara ke hotel." Kata Pak Hwang

__ADS_1


"Pokoknya jangan terlalu mahal dan tidak terlalu murah, karena kalian juga menginap." Kata Lien Wei.


Mereka sudah di depan bandara lalu naik Shuttle milik hotel Grand Hyatt Seoul. Tidak disangka malah bertemu dengan Eddy Chen.


Lien Wei dan Eddy Chen hanya saling tersenyum. Setelah Shuttle hampir penuh mereka langsung pergi ke hotel.



Eddy Chen dan 2 bodyguard turun lebih dulu dan melakukan reservasi ulang. Lien Wei dan 2 pria juga mengantri di belakang tim Eddy Chen. Semua orang melihat Eddy Chen dan Lien Wei seperti bos yang dijaga bodyguard khusus.


Mereka masing - masing mendapat Card lock. Eddy menunggu Lien Wei untuk naik lift bersama. Setelah Lien Wei mendapat Card lock dan penerjemah dan bodyguard mendapatkan Card lock bersama.


*Ternyata Lien Wei tidur di kamar sendirian, Jadi pria yang berkacamata itu bukan suaminya.


*Kata hati Eddy Chen.


"Kamu tinggal di kamar no berapa? Apakah kamu tidak duduk dulu untuk menunggu waktu Check-in jam 3 sore." Kata Eddy.


"Kita tunggu di lobby dulu, kurang setengah jam lagi. Saya di kamar suite di lantai 20, bodyguard saya di lantai 11. Bagaimana lagi kamar sudah dipesan oleh Pak Hwang. Harusnya di kamar biasa saja." Kata Lien Wei.


"Kita berarti di lantai yang sama, pengawal saya sekamar dengan saya. mereka Tidur di sofa. Seharusnya anda butuh pengawal wanita jadi bisa sekamar. Boleh minta kartu namanya." Kata Eddy.


"Oh tunggu sebentar, ......ini Kartu nama saya." Kata Lien Wei.


"Anda ada kepentingan apa di Seoul?" Tanya Eddy.


"Saya kerja di bidang E - Commerce, mau pergi ke perusahaan yang menjual barang kecantikan seperti kosmetik, masker, bedak, lipstik dan peralatannya." Kata Lien Wei.


"Sama, Kita bekerja di bidang yang sama. Bagaimana bila besok kita sama- sama pergi bersama. Kita bukan pesaing karena kamu di Taiwan aku di Hongkong. Kita bekerja sama untuk mengembangkan bisnis. Kita saling ekspor dan impor barang." Kata Eddy.


"Jadi produk dari Hongkong di jual di Taiwan dan produk Taiwan dijual di Hongkong. Sebenarnya aku sudah produksi banyak Snack, kue kering. Kamu produksi apa?" tanya Lien Wei.


" Saya produksi barang plastik, tapi shopping online saya juga jual barang lucu dari Hongkong. ini website saya, mana website kamu?" tanya Eddy. Lalu mereka saling bertukar website.


"Nyonya, sudah jam 3 sore sudah waktunya Check in." Kata Pak Hwang.


Mereka masuk ke lift bersama dan naik sampai ke lantai 20. Koper Lien Wei dibawakan oleh Pak Kim. Mereka menyusuri koridor, Lien Wei dan Eddy berjalan berdampingan di tengah. Karena pengawal Eddy satu jalan di depan, dan si penerjemah Eddy yang bisa Kungfu berjalan di paling belakang.


Akhirnya mereka sampai di kamar masing - masing. Kamar Lien Wei dan Eddy bersebelahan. Pak Hwang ( penerjemah ) dan Pak Kim keluar kamar Turun ke lantai 11.


Terimakasih telah mampir ke cerita ini. Minta like dan vote. Terimakasih.🙏

__ADS_1


__ADS_2