
Lien wei mendengar Yuwen menangis jam 4 pagi. Dia memakai kemeja tapi tidak dikancing, Yuwen digendong dan diberi ASI.
Setelah Yuwen tidur, Lien Wei mandi berendam air hangat di bathtub dengan aromaterapi.
Lien Wei sudah tidak lelah lagi, ia keluar dari kamar mandi dan mengenakan pakaian. Lien Wei menggendong Yuwen Pindah ke kamarnya agar diurus oleh Bu Jiao.
Lien Wei segera ke dapur untuk membuat adonan kue dengan dibantu pelayan dan meminta pelayan membentuk kue ke dalam cetakan di atas loyang.
"Bu Han, tolong dibentuk lingkaran seperti cetakan ini, kalau sudah dipanggang di dalam oven. Saya makan dulu." Kata Lien Wei.
"Pak koki yang hebat, apakah sudah selesai memasaknya? Aku sudah lapar nih, Yuwen nanti juga lapar." Kata Lien Wei.
"Sudah selesai saya siapkan di meja makan, nyonya muda." Kata Pak Acun
"Nyonya muda, Sejak Nyonya muda di rumah ini, Tuan muda selalu di rumah terus. Dulu dia selalu pulang malam mabuk berat dari Club, terus mengigau nama Angela." Kata Bu Han.
"Sudah jangan banyak bicara, dipecat tuan besar baru kapok." Kata Pak Acun.
"Maaf Nyonya muda, ceritanya cuma itu saja." Kata Bu Han yang takut tuannya mendengar.
Lien Wei hanya diam saja mendengar informasi dari Bu Han. Lien Wei sarapan untuk menghasilkan banyak ASI, setelah itu minum susu untuk ibu menyusui.
Lien Wei sibuk mengumpulkan ASI yang banyak sambil membaca buku kuliah di kamar Yuwen. Setelah penuh semua, Lien Wei menyimpan di dalam lemari es.
"Bu Han, bagaimana kuenya sudah jadi semua." Kata Lien Wei.
"Sudah semua tinggal 2 loyang di dalam oven." Kata Bu Han.
"Tolong, masukkan ke dalam toples ini. Sesuaikan dengan timbangan digital ini. Setelah itu kupasang stiker" Kata Lien Wei.
Bu Han dan Lien Wei memasukkan cookies ke dalam toples masing - masing.
"Jadinya 12 toples nih. Sisanya disimpan di kotak makan untuk Pak Johny dan Richard. Sisanya lagi buat Bu Han. Ini ongkos karena telah membantu saya." Kata Lien wei.
Lien Wei telah membersihkan toples dan memasang stiker. Lien Wei memfoto toples dan mengirimkan ke aplikasi shopping online.
__ADS_1
Lien Wei sedang memfoto mini cookies toples. Lalu mengirimkan foto nya ke shopping online.
*Nanti sore mau buat Cookies hati. Waktuku tak banyak.
*Kata Hati Lien Wei.
Pak Johny yang sudah tampak rapi keluar dari kamarnya dan melihat toples - toples kecil.
"Kamu buat sendiri atau beli, Lien." Kata Pak Johny.
"Oh Papa, saya buat sendiri ini kotak makan berisi mini Cookies. silahkan dicoba." Kata Lien Wei.
" Kok toples kecil Lien, Sekalian yang besar." Kata Pak Johny.
"Saya ingin dibuat kecil agar bisa dimasukkan di dalam tas anak sekolah dan mahasiswa kalau ingin mengemil cookies. Saya akan jual di kantin, toko roti sepupu dan juga kujual online." Kata Lien Wei.
"Ada rumah kosong bisa kamu pakai untuk membuat cookies, jaraknya 3 rumah dari sini. Nanti kubelikan alat mixer otomatis, oven yang besar. Kusiapkan pekerja juga jadi kamu bisa fokus urus Yuwen dan kuliah." Kata Pak Johny.
"Terimakasih Pak Johny, saya nanti minta nota pembelian alat - alatnya ya. Kalau sudah sukses akan kukembalikan." Kata Lien Wei.
Lalu Richard keluar dari kamarnya untuk berkumpul sarapan pagi. Lien Wei melihat Yuwen sudah diberi makan oleh Bu Jiao. Lien Wei memberi ASI kepada Yuwen sebentar Karena merasa sudah penuh.
Richard masuk ke dalam kamar Yuwen dan berpamitan kepada anaknya sambil mencium seluruh wajahnya.
"Papa dan mama mau pergi kuliah dulu." Kata Richard dan Lien Wei bersamaan.
Mereka akhirnya masuk ke dalam mobil. Lien Wei kaget melihat ada tirai pembatas antara kursi depan dan belakang.
"Richard, tirai ini untuk apa. Saya tidak bisa melihat pemandangan depan." Kata Lien Wei.
"Tirai ini buat Pak Jang konsentrasi mengemudi mobil, tidak mengintip kita bermesraan." Kata Richard.
Richard mulai mendekati Lien Wei, mencium bibir dan tangannya sudah masuk ke dalam bajunya. Mereka berhenti saat kehabisan nafas lalu dilanjutkan lagi. Tiba - tiba Lien Wei mendorong Richard dan membuka tirai.
__ADS_1
"Tunggu aku lupa, Pak Jang tolong mampir di rumah mamaku. Aku mau memberi desain baju." Kata Lien Wei.
Pak Jang berbelok ke arah rumah Orangtuanya Lien Wei. Setelah sampai di depan rumah Wei's Tailor. Lien Wei melihat 2 Pegawai sedang menjahit baju.
"Ma saya titip 3 toples cookies di sini dan desain baju yang saya buat. Mama menjahit apa?" Kata Lien Wei.
"Banyak ibu - ibu di sini pesan baju tradisional, baju pesta. Mamamu yang akan membuat desain kamu. Sebentar lagi sudah selesai, nanti kukirim fotonya." Kata Mamanya Lien Wei.
Mereka akhirnya pergi ke kampus, Richard terus minta bermesraan di dalam mobil. Saat mobil masuk ke dalam pintu gerbang kampus. Lien Wei segera merapikan baju, rambut, memakai bedak dan lipstik.
"Ayo kita keluar, sudah sampai di depan kampus ekonomi." Kata Lien Wei.
Mereka mengikuti kuliah pertama lalu keluar untuk makan siang. Saat keluar dari gedung menuju ke kantin. Banyak anak kampus melihat mereka berdua. Lien Wei masuk ke pantry.
"Lien Wei Mengapa kamu masuk ke dapur." Tanya Richard.
"Kuda - alias Kuliah dan dagang. aku mau titip cookies di kantin." Kata Lien Wei.
"Pak Alung, saya titip 5 toples cookies. harga sudah kutulis di nota." Kata Lien Wei.
"Oh ya Lien, Saya akan pajang di etalase samping." Kata Pak Alung.
Saat Lien Wei duduk makan dengan teman - temannya, Banyak Cowok dan cewek berbisik sambil melihat Lien Wei.
Richard dari tadi sudah merasa risih dan mau marah kepada semua siswa. Mereka selesai makan dan membereskan makanannya. Kuliah ke dua dilalui dengan tenang, walaupun banyak mata melihat Lien Wei dan Nicky yang duduk berjauhan.
Akhirnya jam kuliah telah selesai, mereka semua turun ke bawah. Banyak siswa yang melihat Lien Wei dan berbisik - bisik. Richard sudah mulai tidak sabar, dan menghampiri gerombolan cewek yang berbisik, tapi mereka lari.
Richard lalu menarik tangan seorang pria berkacamata yang tadi melihat Lien Wei. Richard menarik kerah baju pria itu.
"Kenapa semua orang melihat istriku, apakah semuanya tidak suka kalau saya menikahinya." Kata Richard mendorong pria itu dan mencengkeram kerahnya.
"Bu.....Bu....kan. Mereka bergosip tentang foto di berita kampus yang terpasang di kotak pengumuman itu." Kata Pria berkacamata.
Richard melepaskan pria itu, sehingga pria itu berlari menjauh. Richard, Lien Wei dan teman - teman menghampiri kotak pengumuman. Lien Wei kaget melihat foto dan judulnya " Tempat Rahasia para siswa pacaran di kampus saat hari Valentine."
__ADS_1
Terimakasih telah mampir membaca cerita ini. Minta Like dan vote. 🙏